Oleh : Made Wirawan, S.Ag., M.Fil.H*
Pendahuluan
Ilmu Filsafat adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana caranya mengungkapkan nilai-nilai kebenaran hakiki yang dijadikan landasan untuk hidup yang dicita-citakan. Demikian halnya ilmu filsafat yang ada di dalam ajaran Hindu yang juga disebut dengan Darsana, semuanya berusaha untuk mengungkapkan tentang nilai-nilai kebenaran dengan bersumber pada kitab suci Veda.
Tidak terkecuali dengan filsafat Nyaya yang berarti argumentasi dan mengindikasikan bahwa sistem ini secara dominan bersifat intelektual, analitik, logis, dan epistemologis. Sistem ini dikembangkan dengan menekankan pada aspek logika dan nalar dengan pendekatan ilmiah dan realisme. Oleh karena itu sistem ini juga disebut Nyaya-vidya atau Tarka sastra, ilmu logika dan nalar; Pramana–sastra, ilmu logika dan epistemologi; Hetu–vidya atau ilmu penyebab; Vada–vidya atau ilmu debat; Anviksiki, ilmu studi kritis. Sistem ini menganalisis hakekkat dan sumber pengetahuan dan validitas dan non validitasnya. Dengan menggunakan nalar yang sistematik, sistem ini mengembangkan dan menggunakan metoda konkrit untuk membedakan pengetahuan valid (prama) dari pengetahuan non valid. Sistem Nyaya merupakan sistem pertama yang meletakkan fondasi yang kuat ilmu logika India1.
Dengan penjelasan tersebut diatas dapatlah diketahui bahwa filsafat Nyaya menggunakan intelektual atau pikiran logis didalam mengungkapkan nilai-nilai kebenaran yang bersumber pada Veda. Oleh karena itu berkaitan dengan filsafat Nyaya penulis dalam hal ini berusaha untuk menampilkan sebuah pemikiran yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Hanya sedikit saja manusia yang dapat menyadari bahwa sebuah kekuatan atau potensi yang ada dalam dirinya mampu meningkatkan kualitas hidupnya baik secara phisik maupun rokhani, mengapa demikian? karena manusia kebanyakan diliputi oleh ketidaksadaran/awidya dan terlena oleh maraknya kehidupan dunia materi, sehingga mereka lupa atau tidak dapat memahami existensinya di jagad raya ini.
Kekuatan ini merupakan anugerah yang tak ternilai yang diberikan oleh Ida Hyang Widhi Wasa kepada seluruh umat manusia, dan bila kita menyadari hal ini maka betapa besar kasih sayangNya, tentu selayaknya sebagai manusia yang berbudhi dan berakal kiranya kita dapat membalas kasih sayang tersebut dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendaknya, walaupun sesungguhnya Ida Hyang Widhi Wasa tidak butuh apa – apa dari kita sebagai mahkluk ciptaanNya.
Sesungguhnya manusia hidup di dunia ini dijadikan patner oleh Hyang Widhi untuk membangun dunia yang harmonis, tentram dan damai namun demikian manusia banyak yang lupa diri dan tidak menyadarinya, sehingga tenggelam dalam lautan tak bertepi.
Kenyataan ini tak dapat dipungkiri bahwa manusia yang dilahirkan ke dunia ini menjadi siswa untuk belajar dari hidupnya agar dapat memahami apa-apa yang menjadi keinginannya meraih cita-cita, dan manusia memiliki
akal pikiran sebagai suatu kelebihan yang diberikan oleh Brahman/Hyang Widhi Wasa, seharusnya dapat dimaximalkan. Sekali lagi ini merupakan suatu anugerah yang tiada taranya, yang dapat membuat manusia memiliki keyakinan, dimana terkandung rahasia tertinggi yang dapat memberi ketentraman bathin dan kekayaan yang tiada habisnya.
Bila tidak memanfaatkan anugrah ini berarti manusia sesungguhnya tidak berterima kasih kepadaNya dan oleh karenanya akan tetap berada dalam kegelapan dengan segala konsekuensinya. Sebab di dalam keadaan gelap/ awidya segala sesuatu yang bersifat negatif akan amat mudah terjadi. Perlengkapan yang dianugrahkan Tuhan kepada manusia melahirkan kesadaran, dan kesadaran inilah yang akan membangun konstruksi jiwa yang kokoh serta dapat mengantarkan manusia mencapai tujuan dalam hidup ini.
Atas Sadar
Melalui atas sadar manusia dapat menerima inspirasi dari alam luhur, ini merupakan cahaya yang menerangi kalbu dan membuat terbukanya mata hati(mengerti). Kenyataan ini memberi kemampuan kepada manusia untuk mengenal kebenaran sejati, dan oleh karenanya dapat membedakan mana yang nyata dan mana yang semu, dengan itu ia memperoleh petunjuk.
Seseorang yang berhasil dapat meningkatkan diri dan masuk kedalam atas sadar, dapat tumbuh diatas segala keterbatasan yang terdapat pada sisi physik, yang dapat memperluas kesadarannya dan memahami hidup sejati, yaitu hidup yang ditinjau dari sudut Tuhan/ Brahman.
Dalam hal ini tidak ada yang bersifat mistik, ia tidak menghendaki
keadaan Trance, tidak pula memerlukan see for forecase (melihat untuk meramal). Ia tetap dalam keadaan sehat dan normal, hanya bedanya bahwa ia melihat sesuatu secara universal. Seseorang yang berhasil dapat menggunakan atas sadarnya, bisa menumbuhkan dalam diri sifat-sifat sebagaimana dikehendaki oleh Brahman dengan tingkat sraddha yang dikehendakiNya
Kalau juga ada seseorang yang tumbuh di atas nivean/ rata-rata manusia, yang demikian itu hanya dapat terjadi melalui atas sadar dan bila ada orang yang melahirkan ide atau gagasan baru di dunia ini yang dapat
membantu untuk memperkaya dan meningkatkan derajat manusia, yang demikian itu hanya dapat timbul dari atas sadar. Seseorang yang cukup perasa dan tertarik oleh getaran-getaran halus melalui atas sadar membuka kemungkinan untuk memperoleh ilmu yang berada di luar jangkauan manusia pada umumnya dan pengertian yang tertinggi. Dia dapat mengenal jalan Tuhan, sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh kesadaran yang di bangun berdasarkan panca indera dan menempuhnya hingga mencapai tujuan terakhir.
Perlu ditekankan bahwa semua pengertian datangnya dari dalam diri, buku-buku dan kata-kata tertulis dapat membantu, tapi yang menerangi kata yang terdapat didalamnya, dan membuat sesuatunya benar-benar ada dan nyata bagi para pencari kebenaran, adalah sinar yang memancar dari dalam diri si pembaca. Seseorang yang berpegang teguh pada pengertian yang dimiliki itu, dalam melakukan sesuatu, seringkali membuat keputusan yang bertentangan dengan kepentingan diri. Walaupun demikian ia akan merasakan bahwa ia dipimpin ke arah yang benar, dan akhirnya mempunyai cukup alasan untuk berterima kasih pada Tuhan, bahwa ia dapat berjalan di bawah naungan cahaya kebenaran.
Kesadaran Biasa
Kesadaran ini terikat oleh hasil pengamatan panca indra, kemampuannya terbatas, dan diperlukan untuk kepentingan hidup praktis. Alam semesta atau jagad raya ini pada kenyataannya adalah spiritual tiada batas. Apa yang kita kenal melalui pengamatan panca indra baru merupakan sebagian dari suatu fragmen pada keadaan yang terbatas, sifatnya menyesatkan. Maka bila kita bergerak bertolak pada pandangan demikian, kita akan tetap meraba di dalam kabut pendapat yang simpang siur dan tetap membuat kita berada dalam suatu kebimbangan.
Berdasarkan atas kesadaran ini, kita tidak akan mencapai alam luhur dan oleh karenanya tidak dapat sampai pada tujuan terakhir dari perjalanan hidup kita sebagai manusia yaitu Mokshartham jagadhita ya ca iti dharma. Kita akan tetap mengembara sebagai orang yang dalam kegelapan/awidya. Kita berada dalam situasi terpenjara dan tidak akan memperoleh kebebasan. Oleh karena itu perlu proses pembelajaran yang lebih intensif agar kita tidak terpenjara dalam ruang yang tak terbatas.
Bawah Sadar
Sebagaimana diketahui, tidak ada tenaga yang hilang di dunia ini, tiap tenaga dapat kehilangan bentuknya semula, lalu kemudian mengalami transisi dan transmisi. Jadi sewaktu-waktu dapat timbul dalam ruang dan waktu serta dalam bentuk tertentu sesuai dengan keadaannya.
Pikiran merupakan tenaga yang dinamis dan membutuhkan pelepasan, pikiran juga merupakan energi yang bisa berbentuk materi, oleh karenanya sewaktu-waktu dapat timbul dan menampakkan diri dalam bentuk pengaruh terhadap orang lain dan terhadap diri sendiri.
Jika demikian halnya maka bila kita cermati bahwa sesungguhnya pikiran juga dapat membangun watak manusia. Kenyataan yang sama dapat di uraikan dengan cara yang berbeda.
Tiap pikiran selalu membekas, ia mengendap untuk selanjutnya tersimpan di bawah sadar, sewaktu-waktu ia dapat muncul di permukaan dan menimbulkan ide-ide tertentu. Belum tentu, bahwa yang timbul dalam kesadaran itu berasal dari diri sendiri. Mungkin yang tampil di permukaan itu adalah pikiran orang lain, yang menampakkan diri sebagai pengaruh yang demikian itu umumnya lalu dianggap sebagai suatu inspirasi, tapi anggapan tersebut tidak betul, sebab inspirasi selalu datang dari atas sadar dan ini senantiasa merupakan hal yang baru umumnya tidak dikenal di dunia ini. Bila kesadaran yang timbul ke permukaan tadi berasal dari diri sendiri, dinamakan ingatan.
Dengan memperhatikan dua cara mengungkapkan hal yang sama seperti tersebut di atas, kiranya dapat dimengerti bahwa di dalam bawah sadar tidak saja tersimpan pengalaman sendiri yang mengendap, tapi juga pengalaman orang lain, bahkan pengalaman seluruh umat manusia, sejak untuk pertama kali ada hingga sampai sekarang ini.
Maka sesungguhnya di bawah sadar terdapat tenaga maha dasyat. Proses kejadian jagad raya, termasuk kejadian manusia serta terkandung juga di dalamnya sebagai pengalaman umat manusia. Tenaga ini juga tiada mempunyai batas ruang dan waktu. Dengan demkian dapatlah dikatakan bahwa kemampuan yang ada pada diri manusia adalah benar-benar hebat, tapi bisakah manusia menggali dan memanfaatkannya? Tenaga tersebut memang untuk manusia dan menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Hanya kebanyakan manusia tiada mengerti, bahkan tanpa disadari dialirkan melalui saluran yang keliru, sehingga merugikan diri sendiri.
Bagaimanapun hebatnya perlu dimengerti, bahwa itu adalah tenaga alam dan bukan Tuhan, sebagaimana orang menyangka, tenaga serta intelejensi yang dimiliki sungguh luar biasa, tapi tidak memiliki inspirasi, ia berdiri pada tataran physik dan sifatnya duniawi. Walaupun demikian, tenaga tersebut sebagai bagian daripada hidup kita, perlu dimengerti dan dimanfaatkan untuk menghasilkan kekayaan dan karya-karya yang besar.
Ia bekerja atas dasar perintah yang diberikan melalui pikiran, bagi kebanyakan orang ia hanya digerakkan oleh naluri yang penuh kabut. Ia hanya akan memberi manfaat bila dimengerti dan di perintah dengan sadar melalui pikiran. Karena tenaga tersebut bekerja atas dasar perintah, maka ia mempunyai status sebagai pelayan, sedangkan kita sendiri menduduki fungsi sebagai majikan. Ia dapat disamakan dengan komputer atau lebih tepatnya lagi komputer dibuat dengan meniru keadaan tenaga tersebut2.
Bekerjanya tenaga tersebut sangat akurat berdasarkan hukum sebab akibat(Rtam) dan oleh karenanya selaras dengan hukum logika. Ia dapat bekerja secara terus menerus tanpa mengenal lelah, tidak akan kehabisan tenaga atau merasa terlalu banyak kerja lembur. Ia dapat bekerja tanpa mengeluarkan tenaga yang berarti dan dalam kecepatan yang luar biasa, sedangkan hasilnya menakjubkan.
Berhubung ia tidak mempunyai inspirasi dan tidak pula mempunyai pandangan yang tumbuh di atas rata-rata manusia, maka padanya perlu dikirimkan data-data disertai segala kemungkinan- kemungkinan yang ada.
Keterampilan dalam menggunakan tenaga tersebut dapat menolong banyak hal :
a. Dapat meningkatkan kesanggupan kerja manusia dengan 100%
b. Dapat membatasi kelesuan pikiran seminimal mungkin,
c. Dapat menghasilkan karya sebaik-baiknya, sampai pada yang besar-besar,
d. Dapat digunakan untuk memperoleh sukses dalam bidang usaha dan menghasilkan kekayaan secukupnya demi kesejahteraan keluarga dan untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Syarat-syarat yang diperlukan untuk memenuhi fungsi sebagai majikan adalah :
1. Berpeganglah pada aturan yang dibuat oleh Hyang Widhi Wasa yang bersifat universal yaitu (Rtam). Rtam adalah sebuah aturan yang bersifat universal berlaku bagi siapa, bila dan dimana saja. Mengapa kita harus mengikuti hukum rtam? Karena bila kita mengikuti hukum rtam, maka hidup kita akan bahagia, aman, tentram damai dan selamat sejahtera. Hal ini dapat dengan jelas kita lihat petunjuk Hyang Widhi Wasa seperti tercantum dalam Reg Veda I.90.6 berbunyi sebagai berikut :
Madhuvata rtayate
Maddhu ksaranti sindhuvah
Madhvir nah sanvosadih
Artinya :
Untuk dia yang menuruti rtam (hukum abadi/aturan abadi),
angin akan penuh dengan rasa manis, sungai mencurahkan rasa manis, begitu banyak pohon penuh rasa manis untuk kita.
Ini maksudnya adalah semua yang ada di alam semesta ini akan memberikan kenikmatan dan manfaat yang positif bagi kita bila kita mengikutinya secara murni dan konsekwen, karena hukum rtam itu sifatnya mempunyai ciri daya tarik, jadi ketika kita berpikir yang positif dan selalu mengarahkan benak kita kepada hal-hal yang baik, maka hal-hal yang baik dan positif tadi akan ditarik oleh hukum rtam dan dijadikan. Bekerjanya begitu rumit, akurat dan tepat. Oleh karena itu selalulah berbuat baik dan berpikir yang positif jika ingin hidup ini mempunyai makna dan berarti baik buat diri sendiri maupun buat orang lain.
2. Pikiran harus selalu diawasi, sebab :
- pikiran yang negatif merupakan perintah yang akibatnya merusak diri, dapat memperpendek usia, karena dari dalam.
- Mengotori jiwa dan menutup kemungkinan untuk dapat menggunakan atas sadar dan masuk ke dalam alam luhur.
Semua data-data dan kemungkinan yang dapat dikumpulkan diserahkan pada bawah sadar untuk digodog dan dicarikan penyelesaian sebaik-baiknya.
Hal ini dilakukan sebagai berikut:
- Caranya seperti halnya menyerahkan perkara kepada seorang pengacara.
- Kemudian, persoalan tersebut dilepaskan sama sekali dari pikiran, hal ini menjadi syarat mutlak, sekali-sekali pikiran tidak boleh lagi turut mencampuri.
- Biarkan pikiran tentang persoalan tersebut mengendap ke bawah sadar, seperti halnya orang yang hendak tidur, setelah di olah sepenuhnya di bawah sadar, biasanya lalu timbul kembali ke permukaan dan di tangkap dengan gambaran yang jelas oleh kesadaran,
- Kalau menghadapi suatu problem, lakukan hal yang sama menjelang tidur di malam hari, biasanya setelah bangun keesokan harinya akan diperoleh pemecahannya.
Pikiran harus terus-menerus diawasi, sekaligus meningkatkan kemampuan konsentrasi dan keterampilan untuk dapat mengenal hal-hal yang perlu mendapat perhatian. Ini sangat berguna antara lain dalam membaca dan memahami sloka-sloka suci dan pengetahuan. Menggunakan tenaga bawah sadar dapat menghemat tenaga pikiran dan waktu, sehingga dapat dipergunakan untuk persoalan-persoalan yang lebih banyak lagi. Bila dalam memecahkan persoalan harus menggunakan pikiran sepenuhnya, pikiran menjadi cepat lelah dan persoalan yang dapat digarap tidak banyak. Lagipula daya pikiran yang menurun, bila dipakai dalam jangka waktu tertentu, membuat pemecahan persoalan yang menyusul kemudian kurang sempurna.
Kelebihan akal pikiran inilah yang harus dimanfaatkan oleh manusia untuk kepentingan hidupnya. Kombinasi pikiran dan cinta membentuk kekuatan yang tak tertahankan dari hukum yang berlaku di jagad raya ini. Yaitu Hukum Rtam yang bersifat universal atau lasim juga disebut dengan hukum tarik menarik.
Satu hal lagi yang dapat dipergunakan untuk memaksimalkan bawah sadar yaitu munculkan rasa cinta kasih kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan, sebab tidak ada kekuatan yang lebih besar di semesta ini dibandingkan kekuatan cinta. Perasaan cinta adalah frekuensi tertinggi yang dapat anda pancarkan, Jika anda membungkus setiap pikiran dalam cinta, jika anda dapat mencintai segala sesuatu dan setiap orang, hidup anda akan berubah.
Sebenarnya, beberapa pemikir besar dari masa lalu mengacu hukum sebab akibat sebagai hukum cinta. Dan bila kita pikirkan, kita akan mengerti mengapa demikian? Jika anda memikirkan pikiran-pikiran yang tidak baik mengenai seseorang, anda akan mengalami perwujudan dari pikiran-pikiran yang tidak baik itu. Anda tidak dapat melukai orang lain dengan pikiran anda, anda hanya melukai diri anda sendiri. Jika anda memikirkan pikiran-pikiran cinta, tebak siapa yang akan menerima meanfaatnya – anda! Jadi jika arah utama anda adalah cinta kasih, bawah sadar akan merespon dengan kekuatan yang terbesar karena anda berada di frekuensi yang tertinggi. Semakin besar cinta kasih yang anda rasakan dan pancarkan, semakin besar kekuatan yang anda manfaatkan3.
Cinta kasih atau prema merupakan daya tarik yang luar biasa yang dimiliki setiap insan, oleh karena itu sebagai manusia yang mempunyai akal
dan budhi sudah barang tentu wajib meningkatkannya kepada sesama mahluk ciptaan Tuhan agar mendapat kebahagiaan dalam menjalani hidup ini. Kita juga harus menyadari bahwa hidup ini merupakan karunia yang harus disyukuri dan menjadi manusia adalah merupakan anugerah yang tak ternilai, karena itu dapat membedakan mana yang baik dan buruk.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa dalam hal menggunakan kekuatan bawah sadar yang dimiliki manusia atas anugerah Brahman/Tuhan Yang Maha Esa, perlu sebuah terobosan yang radikal dengan merubah cara berpikir yang lama dengan yang baru, dengan demikian barulah akan mendapat hasilnya.
Masih banyak umat manusia belum menggunakan kekuatan ini secara maksimal, karena manusia kebanyakan terpenjara dalam dunia materi alias terkungkung egonya sendiri, hidupnya jauh daripada sampai. Oleh karena itu sekali lagi perlu kiranya kita mulai saat ini merubah cara berpikir dan cara pandang kita tentang kehidupan itu sendiri, sehingga apa-apa yang menjadi tujuan hidup “ Mokshartham Jagaditha ya ca iti dharma dapat tercapai dengan baik.
Om, Ano Badrah Kratavo yanthu visvatah.
* Penulis adalah Dosen STAH DN Jakarta