Oleh : Untung Suhardi *
Auditorium Bidakara Jakarta Selatan pada tanggal 29 September 2012 sebagai saksi bisu dari acara dies natalis xviii dan wisuda x STAH DN Jakara. Dengan diiringi geguntangan pimpinan bapak I Gusti Komang Widana, M.Fil.H serta alunan kidung suci turut memeriahkan acara tersebut. Para tamu mulai memasuki ruang acara dan para panitia sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Dari gelagat yang dilakukan panitia menunjukan adanya kesiapan untuk kelancaran jalanya prosesi wisuda dan dies natalis ini. Suara sudah mulai berangsur-angsur hening dan hikmat saat semua wisudawan dan wisudawati memasuki ruangan dengan ditandainya peniupan Sungu dan hentakan pedel serta pembawaan bendera merah putih dan bendera STAH DN Jakarta bahwa prosesi sidang senat terbuka STAH DN Jakarta siap untuk dimulai dengan langkah berirama menuntun anggota senat STAH DN Jakarta menuju ketempat sidang.

Selang setelah itu kemudian, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Laksmi Prastika Dewi yang memimpin lagu kebangsaan ini sebagai simbol patriotisme dan nasionalisme pada tanah air tercinta yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan dan rasa hormat yang tinggi. Setelah itu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Prof.Dr.Ir. I Made Kartika Dhiputra. Dipl.-ing selaku ketua senat. Sebagai tanda upacara penyambutan maka disuguhkanlah tarian puspanjali yang dibawakan oleh mahasiswa STAH DN Jakarta sebagai simbol untuk penyambutan tamu yang datang. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Veda Vakya yang dibawakan oleh Komang Agus dan Made Widhi dalam pembacaan sloka tersebut memuat inti bahwa dalam kehidupan ini kewajiban kita adalah harus bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan prestasi kerja yang baik maka hasil dari kerja itulah yang akan mengikutinya.
Acara selanjutnya adalah laporan ketua penyelenggara oleh I Ketut Budiawan, MH yang melaporkan tentang dasar pelaksanaan wisuda dan dies natalies, urutan penyelenggaraan yang diawalai dengan ajaran rsi yajna dengan melakukan matur untuk mendapatkan restu serta penganugrahan ke-5 pandita dan nuwur pandita lokapalasraya sebagai wiku saksi pada upacara samawarthana diikuti oleh 45 wisudawan serta upanayana yang diikuti oleh 50 mahasiswa baru yang dilaksanakan pada tanggal 28 September 2012 di Pura Aditya jaya Ramamangun dengan dilanjutkan Rsi Bojana serta guru daksina. Sehingga sampai dengan tahun 2012 ini STAH DN Jakarta sudah meluluskan 482 mahasiswa untuk mengabdi secara dharma agama dan dharma negara.
Usai laporan ketua panitia penyelenggara dilanjutkan dengan pembukaan sidang terbuka senat STAH DN Jakarta dengan memukul palu sebanyak 3 kali. Kemudian dilanjutkan dengan Hymne STAH yang dipimpin oleh dirigen yang dengan sikap energiknya memimpin hymne tersebut sesuai dengan melodi dan birama yan dimainkan. Selanjutnya, pembawaan orasi ilmiah yang dibawakan oleh Dr. I Gede Ary Suta dengan tema “Kontribusi pemikiran Multikulturalisme terhadap Kerukunan Umat Beragama di Indonesia”. Dalam orasi ini Ary Suta menjelaskan bahwa dalam kehidupan ini kita harus cerdas dalam memilih untuk mendapatkan hal yang terbaik jangan sampai menjadi generasi yang rapuh secara mental yang tidak mampu bersing dalam era globalisasi. Setelah orasi ilmiah ini dilanjutkan dengan Mars STAH DN Jakarta yang dipimpin oleh dirigen yang dengan sikap yang mantap dan sigap memimpin jalannya alunan Mars STAH DN tersebut.
Dilanjutkan dengan pelantikan wisudawan hal ini merupakan saat yang paling dinanti oleh calon wisudawan yang sudah menati saat-saat seperti inii selama 4 tahun. Terlihat dengan jelas wajah penuh kegembiraan dan sikap optimis dari para calon wisudawan yang sudah mendapat tempaan dan pemantapan dari para dosen dan kehidupan nyata sebagai mahasiswa yang secara integral harus sudah mampu mengaplikasikan dalam kehidupan nyata. Selanjutnya para calon wisudawan dan wisudawati dipanggil satu persatu dengan langkah yang pelan tapi pasti para wisudawan secara berututan dilantik dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan Agama Hindu (S.Pd.H) alunan lagu syukur menambah hikmat dan membius para orang tua wisudawan bahwa anaknya telah menyelesaikan pendidikan S-1 dengan baik.
Dilanjutkan dengan janji wisudawan yang dibawakan oleh perwakilan Wisudawan yaitu Ika Susanti, S.Pd.H dan Halfian, S.Pd.H yang isinya adalah selalu menjunjung tinggi lokasamgraha dan dharma siddhiyarta menjaga nama baik kampus dan selalu berbhakti kepada agama dan negara berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Setelah selesai adalah kesan dan pesan wisudawan yang dibawakan oleh Pinandita Made Sudiada yang menjelaskan tentang masa bahagia dan kesedihan selama 4 tahun bersama teman-teman lainya dan sekarang sudah menuju puncak kebahagiaan secara akademik. Diungkapkan juga pengalamannya selama masa KKN di Desa Demping Karanganyar. Selanjutnya, penyerahan kendi ilmu pengetahuan hal ini mengandung makna bahwa ilmu pengetahuan itu selalu mengalir dan tidak akan pernah habis dari masa kemasa dan akan terus berkembang dari generasi kegenerasi untuk itu kita harus belajar dengan sebaik mungkin agar mendapatkan cahaya pengetahuan dari Hyang Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu bagimu negeri.
Prosesi acara terus berlangsung sekarang tibalah waktunya adalah sambutan dari Ketua STAH DN Jakarta. Dalam sambutannya ketua STAH menyampaikan bahwa nilai kejujuran akademik bagi semua sivitas akademika sangat perlu untuk ditingkatkan sesuai dengan falsafah Satyam, Sivam, Sundaram yang harus diinternalisasi dalam diri masing-masing sivitas akademika baik pendidik maupun tenaga kependidikan. Selanjutnya, dibahas juga tentang proses pendewasaan institusional, pemantapan eksistensi kelembagaan dan peningkatan peran aktif pengabdian pada masyarakat maka pada tanggal 23-25 Agustus 2012 di rumah peristirahatan BI, suka bumi Jawa Barat dilangsungkannya rapat yang melibatkan pimpinan yayasan dharma nusantara, para pimpinan dan sivitas akademika serta perwakilan alumni STAH DN jakarta dan melibatkan stakehoder baik pemerintah maupun swasta serta narasumber yang berkompeten dibidang itu. Kegiatan ini membahas tentang action plan untuk penyususnan rencana strategi (Renstra 2012-2017), Peninjauan Kurikulum dan Persiapan Re-Akreditasi 2013/2014 untuk jurusan keguruan dan ilmu kependidikan. Serta adanya pembukaan program studi baru yaitu jurusan penerangan dan komunikasi – Program Studi Penerangan Agama Hindu yang sudah dimulai perkuliahan pada 10 September 2012 yang diikuti oleh 22 mahasiswa dengan total mahasiswa baru 50 yang berasal dari seluruh Nusantara. Selain itu, juga berpesan bahwa untuk mewujudkan generasi yang eling lan waspada, jengah, tengeh,tangen lan tangar serta perduli (be a ware and care) sebagai upaya untuk mewujudkan Hindu yang cerdas dan religius”. Dan sebagai satu-satunya pendidikkan tinggi agama Hindu yang berlokasi di ibu kota negara RI telah terakreditasi B, hal ini membuktikan bahwa eksistensi institusional dengan brand image semakin baik yang telah mampu memberikan semangat perubahan bagi generasi muda Hindu nusantara untuk ikut meningkatkan kualitas diri menjadi calon mahasiswa baru dalam Program Anak Asuh STAH DN Jakarta.
Sambutan selanjutnya adalah dari ketua yayasan Dharma Nusantara Jakarta yang dibawakan oleh Ir. I G.K. Gde Suena dalam sambutanya beliau menerangkan bahwa kehidupan bermasyarakat merupakan universitas yang sesungguhnya untuk itu kewajiban sebagai mahasiswa adalah untuk mengabdikan ilmu yang didapatkan dibangku kuliah untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Selain itu, bahwa STAH DN jakarta merupakan milik bersama yang harus dijaga dan dilestarikan bersama dalam filsafat jawa dikatakan melu handerbeni (Ikut merasa memiliki) dan pada akhir sambutannya mengatakan bahwa berkat doa dan usaha pembangunan gedung baru di parung segera terlaksana sehingga mampu menyediakan sumber daya manusia Hindu yang cerdas dan religius untuk menghadapi tantangan dimasa depan.
Setelah sambutan selesai dilanjutkan dengan penyerahan data alumni dan penyematan atribut alumni STAH DN Jakarta yang bawakan oleh I Dewa Ketut Suratnaya, M.M.Pd sebagai Ketua Alumni STAH DN Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan sambut dari kementerian Agama yang diwakili oleh Drs. I Made Sujana, M.Pd dalam sambutannya belau mengatakan bahwa mutu pendidikan Hindu sangatlah bergantung pada generasi muda Hindu dan tenaga pendidik yang harus memiliki kompetensi seorang pendidik, selain itu juga diungkapkan bahwa pengembaangn Hindu kedepan merupakan prospek utama terkait dengan pengadaan gedung baru di daerah Parung-Bogor. Pada akhir sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada para wisudawan bahwa ilmu yang didapatkannya adalah untuk diabdikan sesuai dengan dharma agama dan dharma negara. Acara selanjutnya adalah pembacaan doa yaitu melakukan persembahyangan madhya sandhya bersama, dilanjutkan dengan prosesi penutupan sidang senat oleh ketua sidang dan para guru besar serta sidang senat meninggalkan ruang sidang.
Pada acara selanjutnya adalah foto bersama antara wisudawan dan wisudawati beserta para dosen dan tenaga kependidikan STAH DN Jakarta. Dan pada ujung acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan keakraban bagi orang tua dan para wisudawan yang pada hari itu telah diwisuda dan menyandang gelar Sarjana. Suasana gedung menjadi meriah dan penuh dengan kegembiraan. Hal ini merupakan langkah awal untuk membuka tabir rahasia dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan dinamika ini dan digunakan sebagai pijakan untuk meneruskan langkah yang lebih baik pada masa yang akan datang. Pepatah barat mengatakan changes your habite to changes your life (ubahlah kebiasaanmu untuk mengubah hidupmu) dan berprinsip dalam hidup ini adalah kita mampu untuk mengubah halangan menjadi tantangan.
Bravo STAH DN Jakarta…………
Jakarta, 16 Oktober 2012
*Untung Suhardi, S.Pd.H
(Pengampu Matkul Ilmu Sosial dan Budaya Dasar)