STAH Dharma Nusantara Jakarta

Dengarkan Curahan Hatiku Tuhan

Tuhan, sebelumnya aku mohon maaf jika karena membuat tulisan ini aku melakukan  kesalahan. Yang jelas ijinkanlah aku menyatakan pendapat ini. Tuhan, telah aku putuskan bahwa aku bukanlah salah satu hambaMu. Sebabnya? Karena Kau bukanlah tuanku. Jika aku menghambakan diri padaMu, berarti aku telah merendahkan martabatku, berarti aku telah membuat diri ini terikat. Karena seorang hamba hidupnya tentu tidak bebas.


Seorang hamba harus selalu patuh dan menghormati tuannya. Seorang hamba tidak boleh sama sekali membantah segala perintah tuannya. Tidak boleh ada pertanyaan sama sekali, jika tuannya mengatakan A, si hamba harus pencaya dan melakukannya, pantang hukumnya untuk bertanya dan mempertanyakan alasan mengapa sang hamba harus mengikuti dan melaksanakan perintah tersebut.

Jika Kau adalah tuanku dan aku adalah hambaMu, maka Kau akan selalu menindasku. Selalu menakutiku sehingga aku akan selalu taat pada perintahMu. Jika aku berbuat kekeliruan, engkau akan menghukumku tanpa memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Jika aku adalah hambaMu, maka aku yakin Engkau tidak akan pernah mau mengabulkan permintaanku, atau mungkin mendengarkannya pun tidak. Mengapa? Adakah tuan yang mau mendengarkan dan mengabulkan permintaan hambanya. Pasti jarang atau bahkan tidak akan pernah terjadi.

Tuhan, ijinkanlah aku selalu memujaMu selayaknya sahabat sejati. Karena sahabat sejati akan selalu hadir, akan selalu membantu sahabatnya. Sahabat sejati tidak akan pernah berdusta dan akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk sahabatnya. Tuhan, semoga engkau berkenan selalu hadir, dan ijinkan aku selalu mengingat namaMu.

Semoga aku semakin menyadari, bahwa sesungguhnya Aku adalah Kau, Aku dan Kau adalah satu. Tuhan, semoga Kau berkenan membantuku untuk selekas mungkin menemukan jati diriku yang sejati. Aku merindukanMu Tuhan.

Tuhan, sampai sekarang aku belum paham, jika memang Kau dan Aku adalah satu, lalu mengapa Kau Maha Kuasa sedangkan aku tidak. Mengapa aku terikat dan terbelenggu didalam tubuh manusia ini? Apakah gerangan yang menyebabkan semua ini? Bagaimanakah asal mulanya sehingga kita menjadi berbeda?

Tidak penting bagiku apa yang menjadi sebab asal sehingga aku menjadi terikat oleh belenggu dunia seperti sekarang ini. Tidak penting bagiku mengapa Kau yang merupakan sahabat sejatiku tega bermain-main sehingga aku menjadi seperti ini. Mungkin kau mencipta duplikatMu dari diriMu sendiri supaya Kau ada yang mengingat. Atau apalah sebabnya.

Yang jelas, aku tahu bahwa Kau Maha Pengasih dan Penyayang. Aku yakin kau akan selalu mengusahakan supaya aku bisa kembali kepadaMu, dengan jalan-jalan yang kau tunjukkan, dengan ajaran-ajaran yang kau ajarkan.

Dan aku tahu, kau tidak pernah turut campur dalam urusanku. Akulah yang menentukan sendiri masa depanku, kapan aku akan bisa kembali bersatu denganMu. Jika aku tekun, jika aku melaksanakan ajaranmu dan mengejar kebebasan dengan jalan yang sudah kau tunjukkan, tentunya aku dengan cepat akan mencapaiMu. Jika aku menbiarkan diriku tetap terikat seperti sekarang ini, tentu sangat panjang dan lama waktu yang akan aku perlukan untuk itu.