Dies Natalis ke-31 dan Wisuda STAH Dharma Nusantara Jakarta: Digitalisasi Sebagai Seva Baru Generasi Muda Hindu

Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta (DNJ) menggelar Dies Natalis ke-31 sekaligus Wisuda Sarjana XXIII dan Wisuda X Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu, di Gedung Wanita BKOW, Jakarta, Minggu (11/10/2025). Acara ini mengusung tema besar “Mahavidya Prajna: Integritas, Inovasi, dan Unggul.”

Acara Dies Natalis dan Wisuda STAH DNJ ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting lintas sektor, antara lain Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Vice President Corporate Communication Indonesia Financial Group, Kepala Kantor OJK Jabodetabek, Owner Natural Energy Resources, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Turut hadir pula para Ketua lembaga keagamaan Hindu tingkat nasional, Pembimas dan Kabid Bimas Hindu, Ketua Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya, Ketua Banjar dan Pasraman se-Jabodetabek, serta guru besar, civitas akademika, orang tua asuh, dan donatur mahasiswa STAH DNJ.

Dalam orasi ilmiahnya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Puspa mengajak generasi muda Hindu untuk menjadi penjaga nilai dharma dan warisan budaya Nusantara dengan cara-cara yang relevan di era digital. “Digitalisasi bukan hanya persoalan teknologi, tetapi merupakan bentuk pengabdian baru dalam melestarikan nilai dan warisan peradaban Hindu,” ujar Wamenparekraf.

Ia menegaskan, menjaga warisan leluhur kini tidak cukup hanya melalui ritual dan tradisi, tetapi juga dengan kreativitas dan inovasi di ruang digital. Menurutnya, dunia maya telah menjadi mandala baru untuk memperkenalkan nilai dharma dan kebudayaan Nusantara kepada dunia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, yang turut memberikan sambutan serta arahan strategis bagi penguatan pendidikan tinggi Hindu di Indonesia. Prof. Duija menyampaikan apresiasi atas capaian STAH DNJ yang secara konsisten melahirkan lulusan sarjana Hindu berintegritas, berkarakter, dan berdaya saing global.

Ia juga mengumumkan bahwa program Magister (S2) STAH Dharma Nusantara Jakarta telah menyelesaikan proses assessment kecukupan dan kini tengah menunggu hasil final dari asesor untuk segera disahkan. “Ini langkah maju bagi pendidikan tinggi Hindu. Kita dorong agar sinergi antara pasraman dan perguruan tinggi semakin kuat, sehingga lulusan Hindu tidak berhenti di tingkat SMA, tetapi dapat menempuh pendidikan tinggi hingga pascasarjana,” jelasnya.

Dalam pemerataan akses pendidikan, Ditjen Bimas Hindu juga tengah menyiapkan Learning Management System (LMS) berbasis digital yang akan diterapkan pada tahun 2026. Sistem ini memungkinkan pembelajaran dilakukan secara daring, memberikan peluang bagi umat Hindu di seluruh Nusantara untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa batas geografis.

“Melalui LMS, pembelajaran bisa dilakukan dari rumah. Ini memberi kesempatan bagi umat Hindu di seluruh Indonesia untuk tetap belajar tanpa batas,” tambah Prof. Duija.

Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa dari pendidikan umum untuk mengambil program double degree di STAH Dharma Nusantara Jakarta sebagai bentuk integrasi antara ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai spiritual Hindu, agar generasi muda Hindu mampu menghadapi tantangan zaman dengan keseimbangan antara intelektual dan spiritual.

Pesan Wamenparekraf Ni Luh Puspa mengingatkan bahwa digitalisasi bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan bentuk pengabdian suci dalam menjaga warisan spiritual dan budaya Nusantara. Sementara itu, arahan Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija mempertegas langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan melalui sistem digital berbasis Learning Management System (LMS) serta sinergi antara pasraman dan perguruan tinggi Hindu di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, STAH Dharma Nusantara Jakarta diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu dan spiritualitas Hindu yang relevan dengan tantangan zaman. Para lulusan bukan hanya diharapkan menjadi sarjana yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang arif, berkarakter, dan mampu menyalakan cahaya dharma di tengah dinamika dunia modern.

Dengan semangat satya (kebenaran), seva (pengabdian), dan jnana (pengetahuan), STAH DNJ meneguhkan langkahnya untuk terus menebar nilai luhur Hindu, mengukir prestasi, serta menjadikan digitalisasi sebagai jembatan antara warisan leluhur dan masa depan peradaban Nusantara.

admin
admin

Media Informasi & Komunikasi STAH Dharma Nusantara Jakarta, Intra Civitas Akademika, antar masyarakat dan umat se-dharma

Articles: 309