Malam Sastra Saraswati, Perayaan Ilmu dan Seni oleh BEM STAH DNJ di Pura Aditya Jaya Rawamangun

Jakarta, 7 September 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Raya Saraswati dan Pujawali di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DNJ) sukses menyelenggarakan Malam Sastra Saraswati pada Sabtu malam, 6 September 2025. Acara yang berlangsung mulai pukul 23.00 hingga 04.00 dini hari, dengan mengusung tema “Meningkatkan Jati Diri Melalui Ilmu dan Seni sebagai Ruang Ekspresi Menuju Jalan Dharma.”

Acara ini dipandu oleh moderator yang tidak kalah menarik, yaitu Dr. A.A. Ketut Patera, M.Fil.H. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan ringan, beliau mampu menjaga suasana diskusi tetap hidup dan menyenangkan sepanjang malam, serta membangun jembatan yang hangat antara narasumber dan peserta.

Kegiatan yang dipusatkan di Madya Mandala Pura Aditya Jaya ini menghadirkan suasana yang sakral namun penuh semangat intelektual dan seni. Tiga narasumber inspiratif turut hadir, yaitu Ir. Jro Wacik, S.E, sebagai seorang politikus, Dr. Ida Madr Pidada Manuaba, S.Ag., M.Si sekretaris ditjen Bimas Hindu RI, dan juga Dra. A.A. Oka Puspa, M.Fil.H yang merupakan dosen STAH DNJ.

Masing-masing menyampaikan pandangan mengenai pentingnya ilmu pengetahuan dan seni sebagai sarana membentuk karakter dan jati diri generasi muda Hindu di tengah tantangan zaman modern.

Dalam penyampaiannya, Ir. Jronwacik, S.E mengajak peserta untuk terus membangun pola pikir yang optimis. “Berpikir positif jadikan sebagai agenda. Dari cara berpikir yang baik, akan lahir tindakan yang baik pula,” pesannya kepada para peserta.

Sementara itu, Dr. Ida Pidada Manuaba menekankan peran vital generasi muda Hindu di tengah arus globalisasi. “Peran generasi muda Hindu itu sangat penting untuk melestarikan nilai-nilai Hindu di era globalisasi. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku pelestari budaya dan nilai luhur Dharma,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, A.A. Oka Puspa, M.Fil.H menyoroti pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai Hindu sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. “Pendidikan Hindu adalah pondasi dasar yang harus terus kita kuatkan, karena dari situlah lahir kesadaran spiritual, moral, dan etika generasi penerus,” tegasnya.

Acara ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa STAH Dharma Nusantara Jakarta serta perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan Hindu seperti KMHDI, Peradah, Majapahid, dan KMHD se-DKI Jakarta. Keberagaman peserta memperkaya diskusi dan menjadikan malam tersebut sebagai ruang ekspresi yang inklusif dan penuh semangat kebersamaan.

Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta berlangsung hangat dan penuh semangat. Antusiasme peserta begitu tinggi, terutama saat sesi tanya jawab dibuka. Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan yang kritis dan reflektif, mulai dari tantangan pelestarian budaya Hindu hingga strategi memperkuat pendidikan agama di era digital. Hal ini menunjukkan tingginya rasa ingin tahu dan semangat belajar generasi muda Hindu yang hadir.

Ketua panitia malam sastra, I Kadek Tangkas Destawan dalam sambutannya, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa Hindu untuk terus menjaga nilai-nilai luhur ajaran Dharma melalui ekspresi yang edukatif dan kreatif. “Melalui malam sastra ini, kami berharap generasi muda semakin sadar akan pentingnya ilmu dan seni dalam membentuk karakter dan menapaki jalan Dharma,” ujarnya.

Malam Sastra Saraswati menjadi bukti bahwa spiritualitas, pengetahuan, dan seni dapat berpadu dalam satu ruang yang menyatukan pemikiran dan rasa, memperkokoh jati diri Hindu di tengah dinamika zaman.

admin
admin

Media Informasi & Komunikasi STAH Dharma Nusantara Jakarta, Intra Civitas Akademika, antar masyarakat dan umat se-dharma

Articles: 309