STAH Dharma Nusantara Jakarta

“AKTIVITAS SERTA KEGIATAN SARASWATI DARI SISI LAIN”

sudiada

Serang Banten, Jeromangku Sudiada, S.Pd.H, seorang lulusan STAH Dharma Nusantara Jakarta dan aktivis di pura Eka Wira Ananta Serang Banten mencoba memaknai saraswati serta melakukan kegiatan positif dan bermakna bagi anak-anak dan seluruh umat di Banten sungguh suatu hal yang amat baik, inovatif dan kreatif sehingga kegiatan tersebut menjadi tidak membosankan dan menyenangkan, dan tetap mengarahkan tercapainya tujuan mulia. Berikut penuturan beliau lewat facebook yang cukup membuat ketertarikan dan layak untuk disebar luaskan semoga bisa menginspirasi umat sedharma di tempat lainnya.

Jeromangku Sudiada

“AKTIVITAS SERTA KEGIATAN SARASWATY DARI SISI LAIN”

Om Swastyastu.

Umat Sedharma bersama ini perkenankalah Kami (Jero Mangku Sudiada) sekedar sharing memberikan pemasukan mengenai kegiatan Saraswaty dari sisi lain, dengan harapan mudah mudahan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan ditempat lain karena kami telah melaksanakannya di Pesraman Eka-Wira Ananta Serang Banten berjalan dengan baik adapun advantage yang bisa kita dapatkan adalah.

1. Memberikan warna lain dalm kegiatan saraswaty tetapi tidak keluar dari sastra-sastra hindu yg berkaitan dengan Saraswati

2. Tetap menjalankan kegiatan saraswaty yang komplit dari sisi Ritual dan Management yg modern

3. PAKEM. Pemblajaran yang Aktip Kreatip dan Menyenangkan

4. Meningkatkan rasa Bangga thd agama Hindu yang diyakini menjadikan anak anak kita Hindu yg militant serta intelektual.

5. Dharma witarka Rasa percaya diri pada anak anak kita kalau berdebat tidak minder ( Koh Ngomong) akhirnya malu mengaku diri sebagai orang hindu.

Adapun kegiatan adalah :

1. UPANAYANA – Apa itu Upanayana (silahkan baca Posting JMS ) yang sudah lewat

Sasarannya adalah anak anak pemula Paud-TK-SD tingkat awal. Tambahkan dalam kegiatan ini pada saat Upanayana dengan pemasangan

– Sirowista ( Daun alang alang yang dirajut diikatkan pada kepala )

– Benang Tridatu Merah, Putih Hitam diikatkan pada tangan kanan

– Basma Merah dipasangkan di selaning lelata ( diantara kening )

2. Persembahyangan Saraswaty.

Sasarannya adalah untuk semua umat – sisipkan Dharmawacana tentang saraswaty

3. Banyupinaruh.

Sasarannya adalah semua umat terutama anak anak pelajar, Lokasi yah kalau bisa sih kelaut, tetapi itu akan cendrung waktu habis dijalan, dan dilaut nanti banyak hura huranya (bermain)

– yg unik dalam banyupinaruh adalah ketika sembahyang ke tiga ( dalam Panca sembah saraswaty ) sarining pebaktian bunganya dikumpulkan dan dimasukan pada Tempayan untuk mengisi wewangian pada air kumkuman

– Pemberian Jamu Sad Rasa ( enam rasa / Taste) semua anak anak diberikan untuk mengecap enam rasa dalam kehidupan ini sehingga mereka tau, pahit, manis, asin, asem, pengeh, lalah. (jelaskan semua makna itu)

– Bagikan air kumkuman itu untuk pada semua anak untuk diraupkan kekepala atau kalau bisa keramas akan lebih baik.

– Jelaskan makna Banyu Pinawruh. Intinya adalah menghilangkan kegelapan dan diperbanyak usaha untuk belajar jangan menjadi anak yg patalistis ( hanya berserah kepada nasib )

4. Malam Sastra ( In door training )

Sasaran kita adalah semua umat, usahakan anak anak sekolah dari SMP-SMA taruna teruni, lakukanlah kegiatan ini pada malam sastra atur waktunya jangan melewati jam 23.00 karena setelah itu akan diisi dengan kegiatan Meditasi-Traktaka tengah malam.

– Penelusuran bakat dan minat anak anak sekolah

Pandangan kedepan para pelajar setelah tamat terutama bagi mereka yang melanjutkan sekolah ini sangat penting pembekalan untuk mereka agar jangan sampai salah pilih jurusan dlm hidupnya.

– Bedah Bagawat Gita.

Pilih sloka sloka dalam bhagavat gita yang pas dan cocok bagi mereka para pelajar, tekankan pada mereka betapa penting ilmu pengetahuan untuk mengusir kegelapan, diantaranya dg ilmu pengetahuan kita bisa menyebrangi lautan dosa.

– Dharma Witarka.

Seni dalam berdebat agama, Ada kecendrungan anak anak kita malas menyatakan jati dirinya menjadi Hindu karena:

Kurangnya pengetahuan Hindu yang mereka miliki

Tidak menguasai teknik berdebat, emosional akhirnya hilang ilmu yg mereka miliki

Tidak kuat mental ketika berhadapan dengan orang lain terutama beda agam, nah hal inilah menyebabkan mereka tidak percaya diri dengan agama Hindu akhirnya malu mengakui diri sebagai orang Hindu, yg utama bangkitkan rasa percaya diri Self convident.

5. Dharma Witarka seni berdebat

Dalam Hindu ternyata memang ada kita ketemui cara cara yang asik untuk berdebat hanya saja sejauh ini sebagian besar hidup kita habiskan waktu untuk ritual serta beberapa bagian dari sastra hindu kita Nyaris tak tersentuh, celakanya ketika ada yang mencoba untuk menampilkan terkadang kecendrungan…..wah bawa aliran baru ya…..he….he…..

Teknik teknik pelaksanaan Dharma Witarka:

– Buatkan pembagian anak anak secara berkelompok ( usahakan besar kecil, kelas, pesertanya seimbang shg tidak timpang nanti dalam berdebat )

– Pesertanya maksimal 10 effectip 7 orang Sapta Rsi )

– List permasalahan yang ada setiap kelompok, setelah didapatkan permasalah seleksi masalah masalah mereka yang relepant dengan Perdebatan misalnya.

Agama Hindu adalah Kuno ikuti agama kami nabi yg terakhir yang paling sempurna

Agama Hindu adalah penyembah berhala, pemuja setan

Agama Hindu adalah agama Bumi hasil rekayasa manusia

Agama Hindu duitnya habis dibakar kebanyakan ritual

Dsbnya

– Semua materi yang muncul dari mereka jadikan toipic untuk perdebatan

– Setiap Group secara bergiliran diberikan kesempatan untuk memaparkan pendapatnya

– Setiap orang dalam group berikan kesempatan untuk maju dengan cara : setiap topic berikan kesempatan untuk berunding, biasanya kelompok yang berbicara terakhir paling baik maka dari itu usahakan kesempatan berbicara secara bergantian dan adil.

– Team Juri siap memantau pemaparan yang paling baik karena nanti akan diberikan hadiah

– Setelah selesai berdebat Luruskan permasalah jgn sampai terobsesi dgn jawaban keliru.

6. Traktaka – Meditasi tengah malam.

Ketika tengah malam lakukan meditasi pemusatan pikriran yg baik sehingga waktu untuk sembahyang tidak usah terlalu lama, namun sembahyanglah dengan cara yg effectip. Berikan penjelasan teknik teknik meditasi kemudian langsung Praktekan, kebetulan kami ada CD tentang teknik meditasi, kita putrakan semua anak – mengikutinya dengan baik.

7. Yoga Asanas

Pagi hari jam 05.00 Sembahyang pagi, diterukan dengan Yoga asanas, diakhir yoga asanas kembali kita berikan teknik teknik Relaxsasi, sampai mereka enjoy dengan hidup ini, kita bisa lihat peserta pulas semuanya.

8. Sarapan pagi sekedarnya

Mandi, bersihkan diri kemudian langsung Banyupinaruh

9. Out Bond.

Sebelum kegiatan ini dimulai lakukan pelaksanaan secara formal Appel pagi ini sangat baik dilakukan untuk menambahkan rasa kesatuan dan persatuan. Peserta dikumpulkan dengan agenda kegiatan sbb.

a) Pembukaan & Pengarahan

b) Menyanyikan Lagu Indonesiaraya

c) Mengheningkan cipta

d) Pembukaan oleh PHDI atau Ketua Pesraman

e) Kegiatan dimulai.

Sekitar jam 09.30, setelah selesai sembahyang banyu Pinawruh, adalah saat yang effectip untuk melakukan belajar sambil bermain, dengan teknik teknik out bond sangat effectip untuk melatih rasa percaya diri anak anak, Belajar sambil bermain dan inilah yang paling sangat digemari anak anak sekaran, karena sejauh ini belajar agama itu dilakukan monotone….dikelas melulu shg nereka merasa boring di dalam kelas,…dan materinya itu…..dan itu…..saja. jenis jenis permainan anda bisa pilihkan yang relephant dengan kesukaan anak anak, kalau bisa ikuti dengan music minimal orgent tunggal sehingga lebih meriah dan semarak, shg Nampak wajah aslinya masa remaja adalah masa hura…hura, dan inilah kesempatan bagi kita untuk mengarahkanya. contohnya

a) Team work.

Bagi perkelompok, usahakan pembagian merata, caranya bariskan dlm lingkaran suruh berhitung banyaknya sesuai kan dengan kolompok yang diinginkan, misalnya terdiri dari 5 orang, suruh berhitung dari satu s/d lima, satu kumpulkan dengan satu jadi group I, dua dengan No dua jadikan group II dst sehingga besar kecil menjadi merata.

Permainan gelontorkan bola pingpong dari peralan yang dibelah, panjangnya satu meter saja, terdiri dari tiga belahan disambung, bola pingpong berjalan dari a – z talang dari paralonpun dipindah sesuai dengan bergulirnya bola sambung menyambung.

Menimba air dengan tangan, Waskom disiapkan ditengah tengah kelompok, berbaris sesuai dengan kelompok, kemudian wakilnya mengambil air diwaskom ditrasnfer dengan tangan, dan yg paling belakang menampung air, berikan waktu secucuknya, pemenangnya adalah group yg dapat air terbanyak.

b) Kecerdasan angka.

Kembali lagi groupnya di acak buat group baru.

Panggil leader Group berikan penjelasan, bagikan kertas yang sudah ada buletan kecil ber no dari 1 – 100. Di acak suruh mereka menghubungankan dari no 1 – 100. Pemenangnya mereka yang tercepat tetapi benar menghubungkan angkanya.

c) Komunikasi yg effectip.

Kembali di acak groupnya dengan anggota yg effectip adalah 10 orang

Panggil leader nya, berikan penjelasan, ada kalimat yg tertulis minimal sepuluh kata, suruh diam menyampaikan kepada anggotanya yang dibariskan, Leader ini menyampaikan kalimat pesan bersambung,….ke A, …Ke…B, C dst nya dan penerima pesan terakhir suruh suruh menulis pesan tadi dan anda bisa bandingkan dengan kalimat yg anda instruksikan di awal. Pemenangnya adalah Kalimat yang paling mirip.

d) Banyak lagi jenis jenis permainan yg bisa kita sampaikan yg relephant dengan kegiatan anak anak sekarang silahkan di coba pasti Sukses…..he…..he…..kalau ada kesulitan undang JMS…… he…..he….

10. Jangan lupa setiap kegiatan kita sertakan Wortel dan cambuk sebagai penunggang kuda, maksudnya berani menghukum….tetapi bisa memberikan hadiah bagi mereka the Best.

Semoga bermanfaat. Kegiatan ini sudah dilakukan di Serang Saraswaty kemarin…….sukses luarbiasa..

Motto” HUNDU KEDEPAN TERLETAK PADA PUNDAK ANAK-ANAK KITA” makadari itu jangan pelit pelit melakukan sesuatu yang positip buat Hindu kedepan.

Thanks,