Dharmasanti Nasional Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1944 Di Nusantara IV DPR RI Jakarta

 

Senayan – Ketua dan Civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara  Jakarta hadir secara langsung dalam kegiatan Dharmasanti Nasional yang dilaksanakan oleh PHDI Pusat di Gedung Nusantara IV DPR RI Jakarta (10/04/2022).  Ketua Panitia Dharmasanti Nasional saat ini adalah Brigjen TNI Putra Widiastawa.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta I Made Sutresna, S.Ag.,MA. bersama Civitas Akademika hadir secara langsung dan beberapa dosen beserta mahasiswa ikut terlibat langsung dalam kepanitiaan pada pelaksanaan Dharmasanti Nasional.

Ketua Panitia Dharmasanti Nasional Brigjen TNI Putra Widiastawa  menyampaikan bahwa Dharmasanti Nasional adalah puncak perayaan Hari Suci Nyepi Saka 1944 tahun 2022 yang mengusung  tema  “Aktualisasi  Nilai  Tat  Twam  Asi  dalam  Moderasi  Beragama  Menuju Indonesia Tangguh”.

Tat Twam Asi: adalah ajaran tentang moral dan kesusilaan tanpa batas. Tat Twam Asi = Aku adalah  kamu,  kamu  adalah  aku.  Nilai-nilai  ini  sangat  relevan  di  tengah  upaya  bangsa Indonesia terus meningkatkan moderasi beragama  dalam keberagaman  etnis, agama, dan budaya bangsa. Penguatan nilai-nilai Tat Twam Asi diyakini umat Hindu dapat memperkuat kesatuan dan persatuan  bangsa, menuju Indonesia Tangguh sesuai dengan visi kepemipinan Presiden Republik Indonesia.

Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia karena telah  memberikan hadiah yang sangat mulia kepada Umat Hindu tentang PEMANFAATAN CANDI PRAMBANAN UNTUK KEPENTINGAN AGAMA UMAT HINDU INDONESIA DAN DUNIA dan juga mengajak umat Hindu: hendaknya Penguatan nilai-nilai Tat Twam Asi terus diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai Aktualisasi  Nilai  Tat  Twam  Asi  dalam  moderasi  beragama  menuju Indonesia tangguh sehingga Negara Republik Indonesia tetap abadi dan jaya. Pada acara tersebut juga dihibur oleh Dewa Budjana dan Tri Utami melalui lagunya yang berjudul Karma.

Turut hadir juga secara langsung dalam Dharmasanti Nasional, diantaranya: Dharma  Adhyaksa PHDI Pusat, Ketua MPR RI, H. Bambang Soesatyo, S.E.,M.B.A., Menteri Agama RI, H. Yaqut Cholil Qoumas., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si., Koordinator Staf Khusus Kepresiden  A.A.G.N. Ari Dwipayana., plt. Dirjen Bimas Hindu  Kementerian Agama RI Komang Sri Marheni., Pejabat Negara lainya, dan Duta Besar Negara beberapa negara sedangkan secara daring hadir juga Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani., Ketua DPD RI, Ir. H. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti., Ibu Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepesertaan selain Umat Hindu SEJABODETABEK, turut hadir juga Pembimas Hindu se-Indonesia, Perwakilan PHDI se-Indonesia, dan beberapa tokoh Hindu se-Indonesia. Jumlah kepesertaan diperkirakan hadir luring 700 peserta dan yang mengikuti secara daring 216 peserta.

Secara keseluruhan ucapan selamat tersebut mengharapkan  mari kita rawat persaudaraan dan bersama-sama  kita bangkitkan semangat Tat Twam Asi, untuk ketangguhan bangsa dan kejayaan nusantara.

Orasi kebangsaan disampaikan oleh Ketua MPR RI, H. Bambang Soesatyo, S.E.,M.B.A. mengungkapkan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaan melalui ajaran Tat Twam Asi dalam menjunjung tinggi persahabatan untuk kemanusiaan yang adil dan beradap. Beliau juga meyakinkan kepada peserta bahwa Menteri Agama RI, H. Yaqut Cholil Qoumas mampu untuk membangun kerukunan umat beragama.

Mewujudkan kedaimaian, nilai-nilai kemanusiaan dan kerukunan tersebut MPR terus menyampaikan dan mensosialisasikan wawasan kebangsaan melalui 4 pilar kebangsaan untuk implementasikan 4 pilar kebangsaan, pada akhir penyampaianya Ketua MPR H. Bambang Soesatyo, S.E.,M.B.A menutup dengan kalimat bahwa walaupun kita berbeda dalam keimanan, marilah kita bersatu dalam kemanusiaan.

Secara keseluruhan sambutan, ucapan selamat, dan wawasan kebangsaan oleh Ketua MPR dapat dipahami bahwa manusia harus mengabdikan dirinya kepada dharma dan senantiasa mengikuti serta mengamalkan dharma sehingga ia dapat hidup dengan damai dan dunia pun dapat menikmati kedamaian untuk menjaga nilai kemanusiaan dalam bingkai NKRI untuk menjaga keutuhan dan kemakmuran kita semua secara jasmani dan rohani, karena dharma adalah landasan bagi kesejahteraan umat manusia, dharma adalah kebenaran yang tidak tergoyahkan sepanjang masa.

Pada akhir acara Presiden Republik Indonesia menyampaikan dan mengajak kepada seluruh umat Hindu bahwa pentingnya menjaga keseimbangan untuk memuliakan kehidupan manusia melalui ajaran Tat Twam Asi kita memuliaakan kemanusiaan dan memuliakan alam untuk kesejahteraan kita semua.

Dharma  Santi  Nasional  menjadi momentum  simakrama bagi  umat  Hindu  se-Indonesia, khususnya dalam menyatukan  pikiran-pikiran baik, untuk mewujudkan kondisi yang santhi (damai)  menuju   Indonesia  Tangguh,  karena   pada   akhirnya  semua   makhluk   adalah bersaudara.

Penulis: Budiawan