Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Oleh Wayan
Manusia yang masih memiliki ego yang tinggi dan keserakahaan akan menganggap manusia lain lebih rendah dari dirinya dan tidak akan pernah puas dengan apa yang telah ia punya. Tanpa adanya usaha pengendalian diri dan pelepasan keterikatan, maka selama itulah manusia akan terus mengalami pendritaan.
Manusia harus lebih sering melihat kedalam diri untuk lebih mengenal hakekat kehidupan. Perjalanan keliling dunia bisa kita lakukan dengan mudah, namun betapa sangat sulinya melakukan perjalannan kedalam diri sendiri.
Terkadang dalam mencari kebenaran, manusia melupakan nilai-nilai moral, etika, agama dan akal sehat, dan jika ia telah menemukan apa yang ia telah anggap benar, maka ia akan memaksakan kehendaknya dan menganggap segala sesuatu yang keliru dan berbeda menurutnya dianggapnya sebagai sesuatu yang salah, padahal kita tahu bahwa sesuatu yang berbeda belum tentu salah.
Sering kali perbedaan dan keragaman tidak dihargai oleh manusia itu sendiri, dan yang paling menyedihkan perbedaan dan keragaman itu dijadikan alat untuk memisahkan bahkan menghancurkan sesama manusia. Padahal perbedaan dan keragaman ada adalah alat untuk saling melengkapi dan menambah warna dalam kehidupan ini serta akan menciptakan keharmonisan.
Ajaran agama hindu memiliki konsep bagaimana menjalin hubungan baik yang biasa di sebut dengan tri hita karana yaitu tiga hubungan baik. Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kesejahteraan. (Tri = tiga, Hita = sejahtera, Karana = penyebab). Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan. Sampai saat ini masyarakat hindu di bali menggunakan konsep tri hita karana ini, itulah sebabnya orang tertarik akan kebudayaan bali. Adapun bagian-bagian tri hita karana yaitu,
– Hubungan manusia dengan Tuhan
– Hubungan manusia dengan manusia
– Hubungan mausia dengan alam lingkungan
Dengan menerapkan Tri Hita Karana secara mantap, kreatif dan dinamis akan terwujudlah kehidupan harmonis yang meliputi pembangunan manusia seutuhnya yang astiti bakti terhadap Sanghyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada kelestarian lingkungan serta rukun dan damai dengan sesamanya. Tat Tvam Asi adalah kata-kata dalam filsafat Hindu yang mengajarkan kesosialan yang tanpa batas, karena diketahui bahwa “ia adalah kamu, saya adalah kamu” dan segala makhluk adalah sama, sehingga menolong orang lain berarti menolong diri sendiri, dan menyakiti orang lain sama dengan menyakiti diri sendiri. Pemikiran Sankara tentang Tat Tvam Asi mengajarkan manusia tentang hakekat diri sendiri dan hubungannya dengan diri yang lainnya, pemikiran yang seperti ini sangat mudah untuk menciptakan keharmonisan, karena akan menciptakan sifat Ahimsa dan saling toleran karena menganggap manusia satu dengan manusia dan makhluk ciptaan-Nya yang lainnya adalah sama, Mengapa sama? Wujud dan bentuk kita dengan manusia dan makhluk lainnya memang berbeda, tetapi yang membuat kita sama adalah jiwa yang memberikan hidup kepada kita, jiwa yang abadi dan nyata yang sering kita sebut Atman. Atman tidak ada bedanya dengan Brahman dia ada, abadi dan nyata, lain halnya dengan yang berwujud ini yang sering membuat kita merasa berbeda yaitu badan kasar ini, dia memang ada namun hanya sementara saja (maya) dan tidak akan abadi.
Pemikiran ini memang membawa pengaruh besar kepada keharmonisan, yang membuat kita sadar bahwa sejatinya kita adalah sama dan berasal dari Yang satu, jadi untuk apa kita selalu membicarakan segala perbedaan ini dan hanya terperangkap didalam pemikiran tentang perbedaan saja, kita memang berbeda tetapi sekaligus sama. Inilah yang harus di lakukan dan dipahami oleh masyarakat pada zaman sekarang guna terciptanya hubungan yang harmonis antara Tuhan, manusia dan alam lingkunagan.