PADA SEVANAM SEBUAH TINDAKAN UNTUK MENDAPATKAN PENCERAHAN

Oleh : Made Wirawan, S.Ag., M.Fil.H.

Bagi orang kebanyakan hidup ini adalah sebuah misteri yang tak dapat dipecahkan, bila kita mengikuti orang kebanyakan maka kita akan tersesat, dan tenggelam dalam dunia materi. Hidup manusia ibarat kilatan sebuah petir amat cepat dan singkat, oleh karena itu manusia hendaknya menyadari bagaimana caranya menggunakan kesempatan hidupnya untuk dapat meraih cita-cita yang dinginkan sebagai anugrah Hyang Widhi Wasa, dan sudah barang tentu memanfaatkan hidupnya untuk melakukan hal-hal yang baik.


Seperti kita ketahui bahwa di dalam diri manusia ada dua sifat yang harus menjadi perhatian dalam kehidupan sehari-hari yaitu; Asuri Sanpad dan Daivi Sanpad, yang pertama adalah sifat-sifat kedewataan dan yang kedua adalah sifat-sifat keraksasaan. Bila dalam kehidupan ini lebih banyak melakukan perbuatan-perbuatan yang bersifat negatif, maka hal itu merupakan pengejawantahan dari sifat-sifat Asuri Sanpad yang mendominasi, namun sebaliknya bila kita selalu ramah, sopan santun, menolong orang dalam kesulitan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, maka tindakan tersebut adalah merupakan ciri atau sifat-sifat dari Daivi sanpad yang mendominasi.

Menyadari akan hal ini sebagai mahluk berpikir tentu kita akan berusaha untuk menciptakan kondisi supaya sifat-sifat Daiwi Sanpad yang lebih dominan dalam hidup ini, karena dengan demikian akan mendapatkan pencerahan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupan ini,

Bila kita ingin mendapatkan pencerahan dan kebahagiaan dalam hidup ini salah satu caranya adalah dengan melakukan Pada Sevanam. Pada Sevanam berasal dari kata “pada” yang artinya kaki (maksudnya kaki Tuhan) sedangkan sevanam artinya melayani.

Bagi orang yang berpikiran sederhana membayangkan wujud Tuhan itu amatlah sulit, apalagi kemudian Tuhan seolah-olah dibayangkan jauh dari dirinya dan ada jarak, oleh karena itu ungkapan maitri devo bhavo dan pitr devo bhavo (kedua orang tua bapak dan ibu adalah Tuhan di dunia) menjadi sebuah pilihan untuk melakukan sembah sujud dan bhakti kepada Tuhan.

Pada Sevanam meliputi sikap sujud bhakti yang dilakukan kepada kedua orang tua, sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang yang mulya dari si anak. Landasan ini amat jelas, dan dapat dilakukan oleh semua orang tanpa memandang asal usulnya.

Jadi yang harus dilakukan berkaitan dengan Pada Sevanam adalah menempatkan kedua orang tua pada tempat yang sesungguhnya, yaitu:

Pertama, kedua orang tua diupayakan duduk dalam sebuah kursi,

Kedua, dilanjutkan dengan mencuci kedua kakinya dengan bersih,

Ketiga, mencium kedua kaki disertai permohonan maaf dengan rasa tulus ikhlas dan penuh kesadaran diri yang mendalam.

Keempat, kemukakan apa-apa yang menjadi keinginan selama ini.

Keempat inilah yang dapat dilakukan dalam ritual pada sevanam, bila ini dilakukan dengan baik dan benar, maka sesungguhnya kita telah berbakti dan bersyukur kepada Hyang Widhi Wasa sebagai pemberi Hidup dan pemberi anugrah.

Untuk menambah keyakinan, ada umat tinggal di daerah Cibinong yang sudah melakukan tindakan pada sevanam ini dalam rangka mencari pekerjaan/melamar menjadi Tentara. Yang dialami adalah semua jalan menjadi mudah dan tanpa biaya sepeserpun, sekarang yang bersangkutan sukses menempuh karier menjadi sosok ABRI berpangkat perwira menengah di TNI AL. Hal ini bisa terjadi karena Orang tua sebagai wujud Tuhan di dunia telah memberikan anugrahnya. Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Om Ano badrah kratavo yanthu visvatah.