{"id":801,"date":"2011-08-19T03:51:58","date_gmt":"2011-08-19T03:51:58","guid":{"rendered":"http:\/\/stahdnj.ac.id\/?p=801"},"modified":"2011-08-19T03:54:00","modified_gmt":"2011-08-19T03:54:00","slug":"kenapa-saya-cepat-lupa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/?p=801","title":{"rendered":"KENAPA SAYA CEPAT LUPA ?"},"content":{"rendered":"<p>Konsultasi ; diasuh oleh : dr. Ketut Lila Murti, S.Ag., Sp.A*<\/p>\n<p>Pak,  saya Nn. SM mahasiswi semester II Sebuah perguruan tinggi dijakarta, umur saya baru 26 tahun . setelah 5 tahun bekerja saya memutuskan kuliah sambil bekerja untuk menambah wawasan atau  barangkali kelak bisa meningkatkan karier. Saya menjadi ragu apakah saya bisa atau tidak meneruskan kuliah saya. Karena hasil UAS saya kemaren banyak yang tidak lulus, padahal saya tidak sombong, hampir setiap hari saya belajar apalagi mau menjelang UAS saya belajar bisa sampai jam 24 WIB, tapi kenapa setiap yang saya baca dan pelajari besoknya kok sedikit sekali yang masih nyantol dalam ingtan saya alias banyak yang lupa. Saya ingin bertanya kenapa saya begitu gampang lupa\u2026..???<\/p>\n<p>Apakah mulai kuliah diusia 25 tahun sudah tidak pantas lagi Apakah semua orang mengalami seperti saya setelah hampir 5 tahun tidak pernah pegang buku, sehari \u2013 hari hanya bekerja dan bekerja saja \u2026??? Maka otak mungkin sudah karatan  sehingga cepat lupa<\/p>\n<p><!--more--><br \/>\nJAWAB\u2026\u2026<br \/>\nNn. SM, Terimakasih atas kepercayaan anda, anda mau  berkonsultasi dengan saya. Saya mengerti  masalah yang anda hadapi. B ahwa anda belajar diusia 25 tahun tidak masalah. Pantas pantas saja. Di zaman sekarang sangat terbuka kesempatan untuk belajar pada usia berapapun. Karenaitu banyak kita jumpai orang sekolah S2 (magister)  atau S3 pada usia 50 an. Saya sangat simpatik terhadap dorongan ingin maju yang anda miliki. Sekolah di usia duapuluh lima tahun  tidak terlambat. Karena diusia ini rata \u2013 rata memori atau daya ingat itu masih cukup baik.  memang faktor waktu berpengaruh terhadap perkembangan intelektual seorang disamping faktor bawaan dan faktor lingkungan. Berbicara mengenai waktu\/umur, perkembangan intelektual itu melaju dengan pesat mencapai puncaknya pada usia 15 tahun atau beberapa buku menyebutnya 18 tahun. Setelah itu ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, bagi mereka yang tidak mempunyai kesempatan untuk belajar atau melatih fungsi inteleknya maka kemampuan inteleknya cenderung tidak berkembang, bahkan setelah mencapai usia 40 tahun kemampuan inteleknya bisa menurun. Kemungkinan kedua bagi mereka yang bernasib baik seperti yang anda alami, bisa memperoleh kesempatan belajar lagi yang bisa melatih fungsi \u2013 fungsi psikofisik yang lebih lanjut, maka kemampuan fungsi inteleknya pasti akan mengalami peningkatan setidak- tidaknya sampai umur 40 tahun.setelah itu apabila tidak berkesempatan lagi belajar hanya bekerja dan terus bekerja maka kemampuan inteleknya tidak berkembang.<br \/>\nBahwa anda sudah rajin belajar tapi ternyata banyak yang tidak nyantol alias lupa, ada beberapa kemungkinan : yang pertama rasanya anda perlu konsultasi psikolog untuk evaluasi tingkat  kecerdasan yang anda miliki. Kalau hal itu sudah pernah dilakukan ternyata anda memiliki IQ yang normal atau lebih perlu dievaluasi cara belajar anda dan makanan yang anda konsumsi,serta life style anda.  Kalau memperhatikan intensitas anda belajar sampai jam 24 WIB saya tidak meragukan tingkat motivasi anda untuk meraih suskses dalam pendidikan, sehingga dua hal yang perlu dievaluasi lagi yaitu tentang makanan yang anda konsumsi sehari \u2013 hari dan cara belajar anda. Mengenai makanan apakah anda sudah mengkonsumsi makanan yang bergizi, sehat dan seimbang. Makanan yang bergizi, sehat dan seimbang adalah makanan yang cukup kalori atau cukup karbohidrat atau zat tepung, cukup protein, cukup vitamin B1 dan B12 dan zat besi adalah zat \u2013 zat makanan yang sangat dibutuhkan untuk kinerja sel \u2013 sel otak dalam meingat . hindari kopi apabila terlalu banyak akan susah tidur yang menyebabkan kinerja daya ingat menurun, hindari rokok dan alcohol karena keduanya akan mempengaruhi kinerja ingatan.<br \/>\nMengenai cara dan sistim belajar, sebetulnya belajar sampai jam 24 WIB itu keliru, karena besoknya anda pasti lemes dan ngantuk. Sehingga memori anda akan terganggu alias banyak yang lupa. Jadi keadaan fisik sangat mempengaruhi daya ingat, karena itu pepatah yunani mengatakan mainsana in  encorpore sano karena itu keadaan fisik perlu dijaga karena bisa mempengaruhi daya ingat, misalnya jangan terlalu lelah, jangan kurang gizi, jangan menggunakan zat \u2013 zat kimia ( NAPZA). Keadaan mental juga mempengaruhi keadaan daya ingat, misalnya kalau anda pikirannya selalu bercabang atau tertekan (depress) OLEH MASALAH-MASALAH DATAU PEKERJAAN DI KANTOR i itu juga akan mempengaruhi daya ingat. Berikut ini ada beberapa tips untuk meningkatkan daya ingat untuk melengkapi petunjuk yang ada diatas tadi :<br \/>\n\u2022\tSelalulah berusaha berprilaku yang baik, berfikir yang positif. Sebab bila selalu Berperilaku dan berpikiran buruk , berprasangka buruk maka daya ingat akan ikut buruk<br \/>\n\u2022\tBila ingin menghafal sesuatu bacalah dengan nyaring, karena membaca dengan suara nyaring akan meningkatkan daya ingat setidak \u2013 tidaknya nmeningkatkan memori jamgka pendek<br \/>\n\u2022\tBuatlah catatan sebagai buku pintar dengan elaborasi atau pengurangan.<br \/>\n\u2022\tUsahakan untuk bisa diperagakanakan atau ada alat peraganya<br \/>\n\u2022\tGunakan lebih dari satu manipulasi mental untuk bahan yang sama.misalnya sambil menyebutkan juga menuliskan<br \/>\n\u2022\tBagi proses belajar dalam beberapa kesempatan misalnya enam hari dalam seminggu, sehari dua kali, itu lebih baik walaupun setiap kesempatan hanya satu jamdari pada seminggu hanya satu dua kali masing \u2013 masing lima jam.<br \/>\n\u2022\tUji diri sendiri misalnya dengan menjawab soal \u2013 soal latihan<br \/>\n\u2022\tTidur segera setelah mempelajari sesuatu dan sebagai pengantar tidur usahakan mengigat kembali ( remembering\/reminding) apa yang tadinya dipelajari.<br \/>\n\u2022\tHindari bermain \u2013 main atau bercanda setelah mempelajari sesuatu.<br \/>\n\u2022\tPedomani canakya niti sastra XI. 10. Kamam krodham tatha lobham svadam srnggara kautukam ati nidrati seva ca vidyarti hyasta varjayet. Artinya seorang pelajar ( brahmancari ) hendaknya meninggal kan delapan kebiasan berikut : yaitu mengumbar hawa nafsu, amarah, loba, mengejar kenikmatan lidah, gemar bersolek, banyak bercanda, terlalu banyak tidur.dan terlalu banyak bekerja<br \/>\n\u2022\tDll. Masih banyak lagi yang lain  yang gampang diucapkan tetapi tidak mudah dipraktekkan. Misalnya  lagukkanlah apa yang ingin anda hafalkan, buatlah hubungan fonetik atau hubungan arti kata=kata yang ingin anda hafalkan dll<br \/>\nLama tidak mengambil buku maksudnya buku pelajaran tidak jadi masalah kalau pekerjaan anda di kantor banyak member stimuli\/rangsangan  dan tantangan buat otak  untuk mendorong terjaadinya proses berpikir dan  masuknya informasi baru  guna kelanjutan perkembangan fungsi intelek atau kognitif Dan lagi walau lama tidak pernah \u201cpegang buku\u201d  lagi untuk otak tidak ada istilah karatan atau tidak karatan atau licin. Yang ada adalah buat otak  bila lama tidak diberi stimulus fungsi kognitif atau fungsi luhurnya akan menurun<br \/>\nNah itulah jawaban terhadap berbagai kemungkinan yang bisa terjadi pada diri anda. Ssaya menyingkirkan kemungkina anda menderita MCI ( mild cognitife impairmen ).  suatu penyakit gangguan fungsi kognitif ringan berupa penurunan daya ingat. Sebagai masa transisi sebelum orang mengidap  penyakit AlzheimerKarena anda masih tetap aktif bekerja yang saya artikan bahwa fungsi intelektual dan prilaku anda dalam bekerja sehari \u2013 hari dikantor masih belum terganggu alias masih dalam batas normal.diterima oleh orang disekitar anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">*)Dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsultasi ; diasuh oleh : dr. Ketut Lila Murti, S.Ag., Sp.A* Pak, saya Nn. SM mahasiswi semester II Sebuah perguruan tinggi dijakarta, umur saya baru 26 tahun . setelah 5 tahun bekerja saya memutuskan kuliah sambil bekerja untuk menambah wawasan atau barangkali kelak bisa meningkatkan karier. Saya menjadi ragu apakah saya bisa atau tidak meneruskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[422],"tags":[594,423,425,424],"class_list":["post-801","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-konsultasi","tag-konsultasi","tag-lupa","tag-protein","tag-psikolog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=801"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":803,"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/801\/revisions\/803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stahdnj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}