Metatah/Potong Gigi/Pangur Massal Oleh STAH Dharma Nusantara Jakarta

By Ulianta

Tabuh Gender berkolaborasi dengan lantunan Dharma gita yang mengiringi prosesi metatah/pangur (potong gigi) massal yang diprakarsai oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta terasa sakral dan membangkitkan vibrasi spiritual. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 23 september 2014 berlangsung di GOR Pura Taman Sari Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur. Upacara Potong gigi massal ini diikuti oleh perserta dari masyarakat umum dan mahasiswa yang rata-rata dari generasi muda.

Upacara metatah massal ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat sebagai perwujudan kewajiban sebuah perguruan tinggi yang diamanatkan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat melalui upacara metatah ini adalah program yang senantiasa dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya melaksanakan kegiatan yang membumi dan bermakna bagi masyarakat dan terhindar dari sekedar wacana tetapi suatu kegiatan nyata yang langsung bersentuhan dan berarti bagi masyarakat.

Bertindak selaku pimpinan sangging dalam upacara metatah kali ini Jero Mangku Gede Prof. Dr. I Made Kartika Dhiputra, Dipl.-Ing yang sekaligus Menjabat sebagai ketua STAH DN Jakarta, yang didampingi oleh Jero Mangku Gede Made Sudiada, S.Pd.H., Alumni STAH Dharma Nusantara, Jero Mangku Pasek, S.Pd.H yang juga Alumni STAH Dharma Nusantara. Hadir juga mendampingi Jero Mangku Ketut Bratayudha, S.Pd.H., Sehari sebelum Hari H. Dilakukan Matur Piuning yang dipimpin Pinandita yang menghantarkan persembahyangan Jero Mangku Wayan Baret, S.Pd.H, dan didampingi Jero Mangku Nyoman Sutisna. Dalam Kesempatan tersebut dihadirkan Pendarma Wacana yaitu Bpk. Nengah Dhana, S.Ag.img_20140924_094143

Rangkaian metatah kali ini didahului dengan pencucian kaki peserta untuk terakhir kalinya oleh orang tua masing-masing dilanjutkan dengan sungkeman dari anak kepada orang tua untuk memohon restu, kemudian dilanjutkan dengan Raja Sewala dan naik ke balai metatah. Setelah semua peserta selesai metatah dilakukan prosesi Ida Pandita Pemuput Karya Mepios. Kali ini dipimpin Ida Pandita Panji Sogata dari Grya Lenteng Agung Jakarta Selatan. Kegiatan Sakral ini diakhiri dengan Persembahyangan bersama oleh Peserta Metatah, Orang Tua dan seluruh undangan dan Hadirin. Seluruh Kegiatan sakral ini disaksikan oleh kehadiran Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat yang diwakili Sekretaris Umum  Bp. Ir. I Ketut Parwata, Dirjen Agama Hindu Kementerian Agama RI yang diwakili Direktur Urusan Agama Hindu I Ketut Lancar, M.Si., Ketua WHDI Ibu Wikanti, Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi DKI Jakarta yang dihadiri oleh Bp. I Wayan Kantun, M.Fil.H.

img_20140924_094151

Usai acara sakral dilanjutkan acara profan yang diawali dengan laporan ketua panitia I Made Awanita, S.Ag., M.Pd. Dalam Laporannya ketua panitia mengatakan Upacara Metatah massal ini mengambil tema “Melalui Upacara Potong Gigi Massal Kita Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat” karena terkait dengan kewajiban STAH melakukan kegiatan Nyata sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengamalkan Ilmu Pengetahuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsa. Stah adalah tempat untuk membina dan membentuk SDM Hindu sebagai putra bangsa yang berkarakter dan mampu mengendalikan dirinya, cakap, berpikir logis dan berbudi luhur dan berguna bagi agama, masyarakat bangsa dan negara.

img_20140924_094155

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat yang disampaikan oleh Bp.Ir. Ketut Parwata selaku Sekretaris Umum. Dalam sambutannya Sekum PHDI memberikan dukungannya atas kegiatan ini, bahkan berharap agar kegiatan metatah massal seperti ini harus diperluas lagi jangkauannya melibatkan umat Hindu yang lebih besar. Harapan besar juga disampaikan kepada seluruh umat Hindu dimanapun berada untuk mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan STAH DN Jakarta yang bermakna bagi kepentingan masyarakat baik dalam ruang lingkup Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang menjadi satu kesatuan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ditambahkan pula bahwa kedepan dukungan kegiatan seperti tersebut di atas oleh stake holder dan masyarakat akan berdampak kepada peningkatan kualitas lembaga pendidikan milik agama Hindu yang satu-satunya berada di ibukota yang dapat dilihat tolok ukurnya melalui akreditas yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional.

Direktur Jenderal Agama Hindu, Kementrian Agama RI Prof. Dr. IBG. Yuda Triguna, Ms., dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Direktur Urusan Agama Hindu I Ketut Lancar, M.Si mengatakan bahwa selaku pemerintah dan pribadi menyambut baik, berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada STAH Dharma Nusantara Jakarta yang telah memprakarsai dilaksanakannya metatah massal (potong gigi massal) ini sebagai perwujudan pengabdian masyarakat salah satu dari bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara potong gigi massal, yang bersama-sama dengan masyarakat Jakarta seperti inilah sangat perlu untuk dikembangkan dan disebarluaskan tidak hanya di jakarta tetapi berpeluang juga untuk dilaksanakan di daerah lainnya. Disamping biayanya yang murah juga menjadi ceminan bahwa umat Hindu telah mampu mengaplikasikan ajaran agamanya yaitu Tatwam Asi, hidup saling tolong menolong, membantu dan menghargai yang lain. Pada prinsipnya kita adalah sama yang bersumber dari Brahman. Kedepan pelaksanaan Yadnya perlu ada penyederhanaan dengan tidak mengurangi makna dan artinya. Pelaksanaan potong gigi massal ini sesungguhnya secara tidak langsung dapat memberikan pendidikan yang baik kepada generasi muda, bagaimana kita bisa hidup sederhana sebab kedepan kita akan sedikit demi sedikit akan kekurangan bahan baku, untuk upakara dan walaupun ada akan makin tidak terjangkau harganya oleh masyarakat. Oleh karenanya sebagai pemerintah kami sangat berterimakasih kepada masyarkat Jakarta yang sudah mulai mengantisipasi hal ini. Berkait dengan pelaksanaan upacara keagamaan di seluruh tanah air pemerintah telah berupaya untuk mendukung melalui bantuan dengan penyediaan sarana keagamaan seperti gong, gender dan lainnya sehingga semangat dalam pelaksanaan keagamaan terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Semangat dan kerja sama seperti ini kedepan harus terus dikembangkan dengan baik demi kemajuan bersama.img_20140924_094213

Pelaksanaan potong gigi seperti ini jangan hanya dilihat dari sisi cerimonialnya saja tetapi lebih penting dari itu adalah pengorbanan untuk kepentingan Dharma karena itulah Yadnya yang sesungguhnya. Bahkan pengorbanan atas dirinya sendiri untuk kepentingan Yadnya secara iklas dilakukan. Oleh karena itu semua umat Hindu Wajib metatah (potong gigi) sebagai simbul mengurangi kepuasan, keserahakan dan dimaknai pula sebagai pengendalian diri, pengendalian Sadripu sehingga tidak menjerumuskan diri ke jalan yang tidak baik tapi selalu menjunjung tinggi kebenaran dan mampu mengendalikan sifat sifat sadripu tersebut sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam semesta.

Usai sambutan Dirjen acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada peserta metatah dan orang tua, yang diberikan oleh seluruh hadirin yang hadir dan dilanjutkan dengan santap siang bersama dan adapula sesi foto bersama seluruh peserta dengan panitia dan hadirin yang berminat.

Tidak terasa rangkaian upacara potong gigi masal yang dimulai pada pukul 09.00 wib dan berakhir seluruh rangkaian upacara diakhir pukul 14.00. semoga pelaksanaan Yadnya dengan penuh kehiklasan ini bermakna dan berguna bagi masyarakat umum maupun masyarakat akademik maupun seluruh pemangku kepentingan. Semoga…!