Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DNJ) menyelenggarakan perayaan Sivaratri sebagai kegatan tahunan, di Pura Agung Taman Sari Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan keagamaan ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi umat Hindu, khususnya kalangan mahasiswa, dalam memahami Sivaratri sebagai momentum eling diri dan pembaruan moral.
Perayaan Sivaratri tersebut mengusung tema “Perayaan Siwaratri sebagai Pondasi Moral Generasi Muda di Era Modern”. Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Dewa Ketut Suratnaya, S.Ag., M.M.Pd., I Ketut Ulianta, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Anak Agung Ketut Patera, M.Fil.H. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta yang memenuhi area pura.
Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari Sari, S.IP., M.Si., saat membuka acara menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan keagamaan di lingkungan kampus. Menurutnya, Sivaratri tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga sarana membangun kesadaran spiritual generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Dalam pemaparannya, narasumber pertama Dewa Ketut Suratnaya menjelaskan bahwa Sivaratri dimaknai sebagai hari eling atau kesadaran diri. Malam Sivaratri dipandang sebagai momentum peleburan dosa yang mendorong umat untuk melakukan introspeksi serta memperkuat pengendalian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas melalui keterlibatan aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Sementara itu, I Ketut Ulianta menyampaikan bahwa Sivaratri merupakan malam penuh anugerah yang memberi kesempatan bagi umat Hindu untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menguasai digitalisasi sebagai tuntutan zaman, tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual yang menjadi dasar jati diri.
Narasumber ketiga, Anak Agung Ketut Patera, menyoroti pentingnya komunikasi spiritual dalam membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa komunikasi spiritual dapat diwujudkan melalui kesadaran diri, empati, keikhlasan, serta kebijaksanaan dalam bersikap, sehingga tercipta keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan.
Melalui perayaan Sivaratri ini, BEM STAH DNJ berharap mahasiswa dan umat Hindu mampu memahami makna Sivaratri secara lebih mendalam dan mengimplementasikan nilai-nilai spiritual tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seiring dengan tantangan perkembangan zaman.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Wakil Ketua I dan II, Kasubag Kemahasiswaan, Ketua Pengurus Pura Agung Taman Sari Halim Perdanakusuma, mahasiswa STAH DNJ, anak-anak pasraman Pura Halim, serta umat Hindu di lingkungan Pura Agung Taman Sari Halim Perdanakusuma.