STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

DENGAN SEMANGAT TRI HITA KARANA MEMBANGUN GENERASI CERDAS BERLANDASKAN VEDA

May 15, 2017 By: admin Category: Berita/News

Oleh : Made Jayanegara*

(Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta  Di Dusun Kalipuru, Desa Kalirejo, Kec. Singorojo, Kab. Kendal,  Jawa Tengan)

 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta yang memiliki visi sebagai pusat kajian Hindu berwawasan nusantara dan ff8kemanusiaan serta misi sebagai penyelenggara kegiatan pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan pola berpikir ilmiah dan kreatif yang dilandasi kebijaksanaan, membangun pribadi yang mandiri, kompeten dan berbudi luhur agar memiliki pemahaman yang seimbang antara pengetahuan spiritual (Para Vidyaya) dan pengetahuan material (Apara Vidyaya). Meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara ilmiah dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat guna membangun peradaban Dharma. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dinilai sebagai salah satu tugas bagi lembaga, para dosen, para karyawan, dan para mahasiswa.

ff4Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta  merupakan hasil dari pembelajaran secara teori yang didapatkan di bangku kuliah yang di implementasikan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan di Dusun Kalupuru, Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dengan berlandaskan konsep dari ajaran Agama Hindu yaitu Tri Hitakarana : Hubungan Manusia dengan Tuhan (Parahyangan), Hubungan Manusia dengan sesama manusia (Pawongan) dan Hubungan Manusia dengan alam (Palemahan) hal itulah yang menjadi landasan dilaksanakannya pengabdian masyarakat. Terpilihnya tempat tersebut menjadi lokasi tempat kuliah kerja nyata bukan semata-mata dilakukan begitu saja, tetapi sebelumnya sudah  dilakukan survei terhadap tempat tersebut oleh tim kuliah kerja nyata dari mahasiswa, untuk mengamati kegiatan  sehari-hari yang dilakukan oleh masyarakat di tempat tersebut.

Desa Kalirejo memiliki luas wilayah  1331 Ha. terdiri atas empat dusun yaitu: Dusun Glompong yang terdiri dari 256 kepala keluarga, Dusun Kalipuru terdiri dari 311 kepala keluarga, Dusun Kaligedang terdiri dari 208 kepala keluarga dan Dusun Surak yang terdiri dari 136 kepala keluarga. Dengan jumlah penduduk 2879 jiwa, jumlah laki-laki yaitu: 1440 dan jumlah perempuan yaitu: 1439 jiwa. Di Dusun Kalipuru sendiri jumlah kepala keluarga yang beragama Hindu  berjumlah 37 kepala keluarga hal inilah yang mendorong lembaga melalui mahasiswa untuk melaksanakan pengandian masyarakat dan memberikan binaan kepada umat tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 20 April sampai dengan tanggal 25 April 2017 di Dusun Kalipuru ini antara lain:  pengabdian masyarakat berupa pengajaran/memberikan pendidikan kepada anak-anak pasraman agama Hindu, Yoga  dan penyuluhan untuk umat Hindu yang dilakukan di Pura Sita Nirmala Jati di Dusun Kalipuru. Rutin melaksanakan persembahyangan bersama dengan umat pagi dan sore dengan masyarakat Hindu yang ada di desa tersebut yang sering diakhiri dengan Dharma Wacana dan dialog antara warga dan tim KKN. Selain itu  tim KKN juga memberikan bantuan beberapa ekor kambing dan sumbangan bibit pertanian seperti jagung dan kacang-kacangan dikarenakan di dusun tersebut yg dapat dihasilkan dan dikembangkan adalah peternakan dan pertanian. Hal lain yang dilaksanakan dalam kaitannya dengan pengabdian masyarakat yaitu pengobatan gratis bagi seluruhf1 warga di Dusun Kalipuru baik itu yang beragama Hindu dan non-Hindu. Dari hasil KKN tersebut terbentuk lah desa binaan dimana setelah dilaksanakannya KKN tersebut, akan dilakukan kunjungan kembali dan pengembangan program-program pembinaan kepada masyarakat teff2rsebut sehingga terwujudnya insan  umat yang cerdas dan berwawasan pengetahuan berlandaskan Weda.

Adapun beberapa dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Kalipuru, Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah diantaranya yaitu:

Acara pembukaaan pengabdian masyarakat, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta bertempat di Pura Sita Nirmala Jati, Dusun Kalipuru yang dihadiri dan diresmikan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Provinsi Jawa Tengah, Ketua Parisada Kabupaten Kendal,  Pembimas Jawa Tengah dan tokoh masyarakat setempat (Dok. Tim KKN STAH DNJ tanggal 20 April 2017).ff3

Dokumentasi kegiatan persembahyangan bersana di Pura Sita Nirmala Jati, Dusun Kalipuru

Hasil dari pengabdian masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta merupakan suatu bentuk nyata dari pengetahuan yang sudah didapatkan di lingkungan perkuliahan, yang diimplementasikan di kehidupan masyarakat. Banyak hal yang didapatkan dari pengabdian kepada masyarakat tersebut diantaranya adalah pengalaman menghadapi kenyataan dalam masyarakat, masalah-masalah dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut. Hal ini tentunya akan merubah pola pikir mahasiswa dan akan menjadikan mahasiswa itu menjadi dewasa dalam segala hal.

Harapannya semoga apa yang sudah dilaksanakan dalam pengabdiaan kepada masyarakat kaitannya dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa khususnya dan umat Hindu pada umumnya dan dengan adanya hal tersebut akan memberikan inspirasi pada umat lainnya untuk melakukan dan peduli pada sesama tidak hanya antar umat saja tapi menyeluruh, sehingga akan tercapainya insan umat yang cerdas, intlektual, bijaksana dan berpengetahuan. *)Dosen STAH DNJ

 

 

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939

March 29, 2017 By: admin Category: Uncategorized

nyepi

MAHA SHIVARATRI DI HALIM PERDANA KUSUMA JAKARTA

January 30, 2017 By: admin Category: Artikel Keagamaan

Pada hari Caturdasi Krnapaksa Maghamasa, malam 13/hari ke 14 bulan Magha (Sasih Kapitu) atau sehari sebelum tilem (bulan mati) Sasih Kapitu, yaitu malam yang paling gelap di dalam satu tahun, yang tahun ini jatuh pada tanggal 26 Januari 2017 dilaksanakan Maha Shivaratri, bertempat di Pura Taman Sari Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur. Acara ini diikuti oleh umat sedharma serta mahasiswa dan dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta. Hadir sebagai narasumber Bp. KS Arsana dan Bp. Wayan Kantun Mandara.

siwaratri1Prosesi yang diawali dengan persiapan oleh panitia kemudian persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan Siva Puja dengan melantunkan 1008 nama Siva. Kurang lebih berdurasi 1 jam 40 menit Siva Puja selesai langsung dilanjutkan dengan Dharma Tula  yang dibawakan oleh kedua nara sumber. Suatu Kreasi yang Nampak bahwa sebelum Dharma Tula dimulai, sejenak ditampilkan Sekehe Geguntangan dan Shanti STAH DN Jakarta untuk memberikan semangat dan hiburan  kepada peserta. Usai penampilan tersebut MC yang diperankan oleh Mahasiswa STAH DN Jakarta langsung mengambil alih kendali acara dan Dharma Tula Dimulai.

Bp. Wayan Kantun Mandara dengan mengkombinasikan paparannya dengan tayangan film. Beliau menekankan bahwa malam Maha Shivaratri ini hendaknya dijadikan sarana untuk memperbaiki dan introsfeksi diri dan melihat kedalam diri sendiri, agar perilaku kita menjadi lebih baik. Jalan Bhakti seperti Padasevanam, berbakti kepada tuhan dengan cara memberikan pelayanan kepada Tuhan termasuk sesama dan menolong mahkluk-mahkluk ciptaaNya, perlu lebih dikedepankan sehingga akan memupuk Cinta kasih sesama makhluk hidup.gegun

Bp. KS Arsana, pada paparannya menekankan pemurnian pikiran dengan Cinta Kasih. Pikiran adalah akar dari segala kebaikan dan kejahatan. Penyebab dari kebahagiaan sejati maupun penderitaan. Oleh karenanya Hindu mengajarkan Tri Kaya Parisuda. Dengan mengucapkan nama Shiva pada Maha Shivaratri (Malam Agung Siva) maka orang tersebut akan dimurnikanNya pikiran orang tersebut dari kegelapan pikiran Menuju cahaya pengetahuan, dibersihkan hatinya dan dibimbing dirinya dari yang tak benar Menuju kebenaran.

Diskusi, pertanyaan dan tanggapan dari narasumber menambah suasana menjadi hidup sehingga mejagra (melek semalam suntuk) sebagai salah satu ritual yang dilaksanakan malam itu menjadi berjalan lancar. Ritual lainnya dalam pelaksanaan Maha Shivaratri ini disamping jagra yaitu monobrata dan upawasa.

siwar2Tepat Pukul 00.00 malam hari diadakan persembahyangan bersama yang dipimpin langsung Mangku Gede Pura Taman Sari Halim yaitu Jero Mangku Made Kartika Dhiputra, bersama dengan Jero Mangku Ketut Baret.  Usai Persembahyangan Acara Dharma Tula dilanjutkan sampai menjelang Pkl. 4.30 acara diakhiri dengan Kuis untuk memperebutkan Door Price bagi peserta hingga pukul 4.30 yang dilanjutkan dengan persembahyangan bersama kembali. (Uli)