BEBERAPA KONSEP AGAMA HINDU YANG MENANTANG DIBUMIKAN MELALUI TRADISI AKADEMIK

titib

Diakhir makalah yang disampaikan dalam temu karya ilmiah perguruan tinggi Hindu Se Indonesia Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D sebagai salah satu pembicara dalam seminar nasional dalam rangkaian acara tersebut mengetengahkan Konsep-konsep Agama Hindu yang menantang dibumikan melalui tradisi akademik.

Dewasa ini berbagai tantangan kehidupan dihadapi oleh umat manusia. Alam yang semakin rusak, pemanasan global, pencemaran, perubahan musim, mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan, di lain pihat globalisasi dilatarbelakangi filsafat hedonisme menjadikan umat manusia semakin jauh dari kehidupan yang damai dan sejahtera. Berkenaan dengan hal tersebut, konsep-konsep agama yang perlu dibumikan melalui tradisi akademik, antara lain konsep-konsep yang dapat memecahkan    masalah antara lain


  1. Pemanasan global (global warming)
  2. Masalah air (manajemen air)
  3. Kependudukan
  4. Penyakit sosial (judi, narkoba, HIV/Aids, pelacuran, dan lain-lain)
  5. Politik yang bermoral dan santun
  6. Pendidikan yang mengantarkan kemandirian dalam menempuh kehidupan
  7. Hubungan antar manusia, kerukunan hidup beragama
  8. Kemanusiaan dan penderitaan
  9. Kemiskinan
  10. Kebodohan
  11. Kesehatan
  12. Korupsi
  13. Penyalahgunaan kekuasaan, dan lain-lain

Masalah – masalah tersebut melalui konsep-konsep agama (ajaran agama Hindu) diupayakan solusinya sehingga ilmuwan agama akan dapat menunjukkan fungsi dan peranannya dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Membumikan konsep-konsep agama dalam tradisi akademik di atas sejalan pula dengan arah kebijakan Badan Litbang Agama (Departemen Agama RI, 2005) untuk meningkatkan kualitas kebijakan dan SDM di lingkungan Departemen Agama, Badan Litbang Agama dan Diklat keagamaan telah menetapkan langkah-langkah kebijakan teknis, baik di bidang kelitbangan maupun kediklatan. Kebijakan teknis di bidang kelitbangan meliputi : (1) Peningkatan relevansi topik-topik penelitian dengan program-program pembangunan nasional dan kebutuhan unit-unit pelayanan Departemen Agama, di tingkat pusat dan daerah; (2) peningkatan mutu hasil penelitian, melalui peningkatan kualitas SDM peneliti dan pengembangan jaringan kemitraan penelitian; (3) peningkatan diversifikasi metodologi penelitian, sehingga penelitian yang dilakukan semakin kaya dan teruji dari segi metode, dan hasilnya dapat dijadikan pijakan bagi pemantapan kebijakan pimpinan Departemen Agama; (4) Peningkatan komunikasi

admin
admin

Media Informasi & Komunikasi STAH Dharma Nusantara Jakarta, Intra Civitas Akademika, antar masyarakat dan umat se-dharma

Articles: 308