STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

Sraddha dan Implementasi Pengabdian pada Kehidupan

July 10, 2022 By: admin Category: Berita/News

Pengabdian Masyarakat di Pura Amerta Jati Cinere 

Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta pada Sabtu, 09 Juli 2022 kembali melaksanakan kegiatan Ngayah dalam rangka piodalan yang dilaksanakan di Pura Amerta Jati Cinere-Jakarta Selatan (09/07).

Secara geografis Pura Amrta Jati, Cinere terletak batas wilayah DKI Jakarta dan wilayah Depok. Pura ini berlokasi di areal Komplek Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Pangkalan Jati, Cinere. Daerah Pangkalan Jati ini di belah menjadi dua kecamatan yaitu kecamatan Pondok Labu dan kecamatan Limo. Kecamatan Pondok Labu masuk wilayah Jakarta Selatan, sedangkan Kecamatan Limo masuk wilayah Depok. Adapun lokasi Pura ini beralamat di Jalan Punak No. 33, Pangkalan Jati, Cinere. Pura ini masuk wilayah Depok yang pada awalnya tanah yang diberikan oleh TNI AL melalui Surat Kepala Jawatan Material TNI AL No. B/1843/X/81, pada hari Jumat Tanggal 9 Oktober 1981 luasnya 2.500 m2, namun pada tanggal 11 Desember 1985, TNI AL kembali mengeluarkan ijin penggunaan lahan yang berada di sebelab barat seluas 1.227 m2, sehingga luas tanah keseluruhan sekarang menjadi 3.727 m2

Pelaksanaan persiapan ini diikuti oleh umat yang ada di wilayah Jakarta Selatan dan dalam kesempatan ini  dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanana pengabdian kepada masyarakat dengan program penyuluhan terprogram kepada umat. Kegiatan yang diikuti dalam pelaksanaannya adalah Dharma gita,  banten, dan bersih-bersih lingkungan pura. 

Proses persiapan banten ini menjadi langkah awal kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian yang dalam hal ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa. Dalam hal ini terdiri dari: I Made Sutresna, S.Ag., MA, Dra. Anak Agung Oka Puspa, M.Fil.H, Drs. I Wayan Budha, M.Pd, Dr. Untung Suhardi, S.Pd.H., M.Fil.H, I Ketut Angga Irawan S.Ag., M.Si, I Made Jaya Negara SP. S,Sn., M.Fil.H, I Made Biasa, S.Ag., M.Fil.H, Noni Agustina, M.Pd, Dr. Yudi Wibawa Yasa, I Ketut Sudaria, S.Pd., M.Pd, Ni Ketut Rusmini Susilawati, S.Pd.H. M.Si, Puji Nurmawati, S.Pd., M.Pd, Anak Agung Rai Suarniti, Kadek Artana, I Made Rahayu KY, I Gede Karsana, dan I Gede Putra. 

Dharmagita yang dilantunkan oleh I Made Biasa dan Ketu Sudaria ini membeirkan nusansa yang religius dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang ada  di Pura tersebut. Karena dalam hal ini ada petuah suci yang memberikan kesan sakral dan dilandasi dengan nilai-nilai magis dan petunjuk suci yang ada dalam kidung tersebut. 

Proses pembuatan sarana upakara ini merupakan bagian dari pengejawantahan dari nilai-nilai ritual harus dibarengi dengan pemaknaan yang diterapkan dalam kehidupan.  Hal ini menandakan bahwa pelaksanaan kehidupan ini harus melingkupi hukum tertib semesta yang dalam setiap gerak dan langkah kita harus berpedoman pada Tri kerangka dasar umat Hindu.  

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada hakekatnya menjadikan puncak dari keilmuan seseorang yang pada dasarnya ada nuansa kebersamaan yang terjadi di dalamnya. Kebersamaan ini berarti menumbuh kembangkan hubungan sosial yang berbudaya, artinya adanya suatu keseimbangan antara hubungan berdasarkan pada kasih sayang dan hubungan berdasarkan pada kepentingan. Kepentingan yang menjadi dasar hubungan sosial itu harus bersifat untuk kepentingan umun dan bukanlah untuk kepentingan individu yang tidak berlandaskan pada dharma. Peningkatan hidup rohani maupun jasmani tidak dapat diraih dengan baik tanpa adanya prema dan bhakti. Prema adalah kasih sayang sebagai dasar hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan alam lingkungannya, sedangkan bhakti adalah landasan hubungan manusia dengan Tuhan.

 

Penulis: Untung Suhardi.

 

Comments are closed.

  • Jurnal PASUPATI ISSN 2303-0860

  • Memajukan SDM Hindu

    Salah Satu Karya Dosen STAH DNJ

    Memajukan SDM Hindu

  • Categories

  • Recent Posts

  • Archives

  • DHARMAGITA

    Mrdukomala

    Ong sembah ninganatha tinghalana de tri loka sarana

    Ya Tuhan sembah hamba ini orang hina, silahkan lihat oleh Mu penguasa tiga dunia

    Wahya dhyatmika sembahing hulun ijongta tanhana waneh

    Lahir bathin sembah hamba tiada lain kehadapan kakiMu

    Sang lwir Agni sakeng tahen kadi minyak saking dadhi kita

    Engkau bagaikan api yang keluar dari kayu kering, bagaikan minyak yang keluar dari santan

    Sang saksat metu yan hana wwang ngamuter tutur pinahayu

    Engkau seakan-akan nyata tampak apabila ada orang yang mengolah ilmu bathin dengan baik

  • STATISTIK