STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

UPACARA PEMAKAMAN Mayor Jenderal Polisi Purnawirawan Drs. I Gusti Made Putera Astaman

November 19, 2020 By: admin Category: Berita/News

Gambar 1 : Dokumen Pribadi

Gambar 2 : Dokumen Pribadi

NEWS STAHDNJ – Jakarta, 19/11.

Prosesi Upacara pemakaman Mayor Jenderal Polisi Purnawirawan Drs. I Gusti Made Putera Astaman yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan pada Rabu, 18 November 2020.

 Almarhum meninggal pada hari Jumat (13/11) pukul 19.00 WIB di IGD RS. Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Jenasah disemayamkan di Rumah Keluarga Duka sejak Sabtu, (14/11). Prosesi pemakaman dilaksanakan pada Rabu (18/11) dimulai dari pemandian Jenasah secara Fisik dan Ritual yang dipimpin oleh Pinandhita Nym Sumiartha. Kemudian dilanjutkan dengan penghaturan banten Tarpana ke Sang Swargi, lalu persembahyangan keluarga dan Pitra Puja. Setelah itu, dilakukan ritual Mesulub yang kemudian Jenasah diserahkan kepada Dinas Polri untuk dilakukan prosesi pemakaman secara Militer (kepolisian).

Penyerahan jenasah dari Keluarga kepada Pemerintah diwakilkan oleh Ngurah Wirawan (Putra Almarhum). Kemudian jenasah dinaikkan mobil menuju Taman Makam Pahlawan.

Setelah tibanya di Taman Makam Pahwalan, Jenasah kemudian dibawa menggunakan troli untuk menuju ke dalam makam. Setalah itu, dilakukan upacara matur piuning oleh pinandhita dan dilanjutkan prosesi Pemakaman Secara Militer.

Gambar 3 : Dokumen Pribadi

Gambar 4 : Dokumen Pribadi

Inspektur Upacara Prosesi Pemakaman Secara Militer adalah Sahlisosbud Kapolri Inspektur Jenderal Polisi  Drs. Priyo Widyanto, MM. Upacara diakhiri dengan penaburan bunga oleh keluarga.

 

 

 

Biografi Singkat Almarhum

Mayjen Pol (Purn) Drs. I Gusti Made Putera Astaman lahir di Denpasar, 10 Juni 1938. Beliau adalah seorang aktivis di berbagai organisasi. Salah satunya adalah dalam bidang Olahraga, sebagai berikut:

  • Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat
  • Ketua Umum Pengurus Besar Persatua Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI).
  • Ketua Umum Pengurus Besar Lembaga Karateka Indonesia PB LEMKARI (1991-1994).

Selain di dunia Olahraga, beliau juga seorang Aktivis Militer (POLRI) dengan kedudukan yang pernah dijabatnya adalah sebagai berikut:

  • Kapolda Sulawesi Selatan pada tahun 1986 sampai 1988.
  • Kapolda Sumatera Selatan pada tahun 1989 sampai 1991.
  • Ketua UMUM DPP PEBABRI Periode 2002 sampai 2007.
  • Ketua Umum Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA)

Almarhum meninggalkan seorang istri (Ayu Made Sutiti) dan empat orang anak; A.A. Ngurah Wirawan, A.A. Maswijaya, A.A. Mayun Wirastiti, dan A.A. Ngurah Agung Wirayudha. (Arto)

 

Comments are closed.