stahdnj.ac.id

STAH Dharma Nusantara Jakarta
Subscribe

BAKTI SOSIAL DAN TIRTHA YATRA DI JAWA TENGAH ( Pekalongan, Pemalang, dan Tegal)

August 07, 2012 By: admin Category: Berita/News

Oleh : Eka Sulastri*

It’s an amazing experience….

Tahun ini, kegiatan baksos dan tirta yatra dilaksanakan pada tanggal 27 s/d 29 Juli 2012 di daerah Jawa Tengah yaitu Pekalongan, Pemalang dan Tegal. Kegiatan baksos merupakan salah satu bentuk implementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan keberadaan STAH Dharma Nusantara Jakarta kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan yang diikuti oleh 27 mahasiswa beserta dosen STAH DNJ juga dimanfaatkan oleh Komang Agus Setiawan (mahasiswa semester IV) untuk mensosialisasikan tentang BDDN (Badan Dana Dharma Nasional) yang bertujuan menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Hindu berprestasi. Ia bersama Pak Ketut Baret (mahasiswa semester VI) juga menjelaskan mengenai adanya asuransi untuk kesejahteraan bagi para pemangku (pandita dan pinandita) di setiap daerah.

bhaksos

Merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan bagi kami dapat melaksanakan kegiatan ini karena untuk menempuh perjalanan ke tempat tujuan banyak hal yang harus dilalui. Salah satunya kesulitan bus masuk ke lokasi karena jalan yang berkelok dan menukik tajam. Sebelum kegiatan baksos dimulai, rombongan mahasiswa STAH Dharma Nusantara Jakarta yang didampingi oleh wakil lembaga yaitu Bapak I Gusti Made Arya S.W. S.Hum terlebih dahulu singgah disalah satu rumah penduduk yaitu Bapak Sastro, beralamat di Desa Kutorojo Kec. Kajen, Pekalongan yang merupakan orang tua dari Bapak Untung Suhardi (dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta).

Kami tiba di sana kurang lebih pukul 04.00 WIB, di tempat inilah kami mendapatkan fasilitas yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan, seperti tempat istirahat, konsumsi, dan bantuan transportasi untuk menuju ke lokasi tirta yatra ke Pura Kalingga Satya Dharma. Setelah tenaga terkumpul kembali, kami mulai melaksanakan kegiatan yang sudah dijadwalkan dengan mengunjungi pura-pura yang sudah ditentukan, yaitu :

1. Pura Satya Bhakti Yoga

Pura Satya Bhakti Yoga didirikan pada tahun 1985 dengan jumlah umat sekitar 26 KK dan odalan dilaksanakan setiap 1 Sura. Di pura tersebut terdapat pasraman namun sudah tidak aktif lagi karena keterbatasan guru dan minimnya SDM. Untuk mengawali kegiatan, kami terlebih dahulu melakukan pesembahyangan bersama dan dilanjutkan serah terima bantuan sosial yang diwakili oleh Bapak Wardiono selaku ketua PHDI Kec. Kajen.

1

Setelah itu, kami melakukan dialog untuk mengetahui kondisi umat di tempat tersebut. Secara sosial hubungan dengan umat lain masih terjaga kerukunannya, mereka saling menghormati satu sama lain. Namun, umat di pura Satya Bhakti Yoga mengalami kesulitan dalam merenovasi pura yaitu keterbatasan tenaga dan materi. Oleh karena itu, kegiatan baksos kali ini kami fokuskan di Pura Satya Bhakti Yoga dengan membantu pembuatan saluran air di area pura agar umat mudah mendapatkan air bersih. Dari dana yang sudah tersedia kami membelikan perlengkapan berupa paralon sekaligus merangkainya.

Pada malam harinya, kami kembali berkumpul di pura untuk melakukan dharmathula, salah satu perwakilan mahasiswa yaitu Nanang Suhadi (mahasiswa semester IV) menyampaikan tentang realisasi ajaran Agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kebangggaan menjadi Hindu, yang disampaikan dalam Bahasa Jawa sehingga menambah keakraban dengan umat pada malam itu.

1. Pura Kalingga Satya Dharma

Menurut Bapak Wasiyo S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD di Linggo Asri, Pura Kalingga Satya Dharma yang berlokasi di Desa Linggo Asri Kec. Kajen Pamulangan memiliki umat berjumlah 80 KK. Pura tersebut didirikan sebuah pasraman yaitu Pasraman Saraswati yang digunakan oleh siswa PAUD, SD, SMP, dan SMA dibawah bimbingan dua orang guru (Bu Yanti dan Bu Anti). Bu Yanti merupakan alumni dari STAH Dharma Nusantara Jakarta. Dalam sambutannya, Bapak Wasiyo menyampaikan mengenai kendala yang dihadapi oleh umat yaitu keterbatasan pendidik dan minimnya penyuluhan tentang agama Hindu sehingga kedepannya Beliau berharap lulusan STAH Dharma Nusantara Jakarta ada yang berkeinginan untuk mengabdikan diri di Pasraman Saraswati.

Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalanan kecil menuju Lingga Yoni yang menjadi cikal bakal diberikannya nama desa Linggo Asri. Salah satu sejarah Lingga Yoni versi Mbah Dipotarmo (Kepala Desa), bahwa Beliau bermimpi ditemui oleh Sima. Dalam mimpinya Sima yang merupakan Raja Kalingga berpesan kepada Mbah Dipotarmo untuk melestarikan lingga yoni karena benda tersebut merupakan peninggalan Hindu . Menurut sejarah, pada jaman dahulu masyarakat Linggo Asri menganut ajaran kejawen namun karena adanya kecocokan antara Hindu dan Kejawen maka dapat melebur menjadi satu, misalnya masyarakat kejawen mempercayai adanya reinkarnasi (konsep dalam Hindu).

1. Pura Satya Dharma Pemalang

Pura Satya Dharma Pemalang didirikan pada tahun 1986 dengan jumlah umat saat ini sekitar 50 KK yang berasal dari Bali dan penduduk asli Pemalang. Odalan di pura tersebut dilaksanakan setiap enam bulan sekali yaitu pada Hari Raya Saraswati Untuk pelaksanaan ritual-ritual keagamaan di daerah Pemalang pada umumnya sama dan setiap hari Minggu diadakan pasraman bagi para siswa.

1. Pura Segara Suci

Pura yang menjadi pelabuhan akhir bagi rombongan STAH Dharma Nusantara Jakarta dalam melakukan kegiatan baksos dan tirta yatra adalah Pura Segara Suci. Pura ini sudah dirintis mulai tahun 1985 dengan mayoritas umat berasal dari Bali yaitu sekitar 70 orang. Saat ini, jumlah umat mencapai 100 orang yang kebanyakan berprofesi sebagai pegawai. Di Pura Segara Suci odalannya dilaksanakan setiap Hari Raya Saraswati yang dipimpin oleh pemangku yaitu Mangku Sugiono dari Slawi dan Mangku Suharta (pensiun). Mengenai penyuluhan tentang agama dilakukan oleh umat

Melalui kegiatan bhakti sosial ini, diharapkan mahasiswa STAH Dharma Nusantara Jakarta mampu mengaplikasikan segala ilmu pengetahuannya sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Selain itu, dengan bhakti sosial dapat mempererat rasa persaudaraan dengan umat sehingga mereka tidak merasa sendirian dan termotivasi untuk selalu berpegang teguh terhadap ajaran Agama Hindu.

* Adalah mahasiswa STAH DN Jakarta Semester 5

Comments are closed.