stahdnj.ac.id

STAH Dharma Nusantara Jakarta
Subscribe

Archive for the ‘Artikel Keagamaan’

Membumikan Nilai Universal Hindu Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Moral Bangsa

August 31, 2010 By: admin Category: Artikel Keagamaan, Artikel Pendidikan

Oleh : I Ketut Ulianta, S.Pd

Sebagai Sanatanadharma, Hindu hendaknya memiliki andil dalam mendukung pembangunan moral bangsa, ketika moral bangsa mulai terasa menurun dan perlu pembenahan serta upaya-upaya yang konsen akan pendidikan akhlak mulia melalui pendidikan agama yang efektif. Menurunnya moral bangsa yang ditandai banyak fakta Kriminal, korupsi, pemerkosaan, narkoba, Asusila, Perjudian serta hal lain yang bersumber dari menurunnya kualitas budi pekerti manusia-manusia yang menjadi bagian dari bangsa ini, sekaligus menjadi indikator efektifitas pendidikan Akhlak mulia yang notebena digarap bidang Agama dan pendidikan moral perlu digarap secara serius oleh semua pihak yang menjadi bagian dari bangsa ini.

Beberapa Konsep dan Srada Hindu perlu didengungkan dalam rangka memberikan sumbangsih kepada pembenahan moral bangsa yang kian menurun dari waktu ke waktu antara lain :

Srada Karma Phala

Penyadaran akan adanya Karma phala kepada setiap insan dan manusia-manusia Indonesia yang membentuk bangsa ini perlu terus diupayakan. Karma Phala yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu Karma yang artinya Perbuatan dan Phala yang artinya Hasil sehingga secara keseluruhan artinya adalah Hasil dari Perbuatan. Setiap Insan akan menuai hasil dari perbuatannya sendiri. Perbuatan yang buruk (Acubakarma) memberikan hasil yang buruk pula sebaliknya perbuatan yang baik (cubakarma) juga akan memberikan hasil yang baik. Setiap Insan Yang berbuat tidak baik akan menerima hasil sebagai phala dari karma yang buruk dan setiap insan yang berbuat kebaikan akan menerima hasil sebagai phala dari karma yang baik. Sorga dan neraka sebagai hasil/buah atas karma-karma yang diperbuat manusia. Setiap perbuatan yang dilakukan akan membuahkan hasil baik itu hasil yang langsung didapat saat itu atau hasil yang didapatkan nanti maupun hasil yang masih sisa dari perbuatan nya yang telah lalu. Semuanya akan diterima oleh insan yang bersangkutan sebagai pribadi. Kesadaran akan hal ini dapat mengarahkan setiap perbuatan insan/manusia kepada ajaran Tri Kaya Parisuda (berpikir, berkata dan berbuat yang benar) serta menjauhkannya dari Tri Mala (berpikir, berkata dan berbuat yang buruk).Tujuan akhir hidup manusia sesungguhnya bukanlah Sorga tetapi Moksa. Sorga sebagai stimulus positif untuk mengarahkan manusia untuk berbuat sesuai ajaran Dharma, berbuat Dharma dan bukan Adharma sehingga memudahkan dalam rangka mencapai tujuan akhirnya yaitu Moksa (Kebebasan Jiwa dari pengaruh-pengaruh kegelapan/Awidya Bersatu Kembali Ke asalnya yaitu Tuhan Yang Maha Esa). Neraka sebagai stimulus negatif agar manusia menghindari perbuatan yang bertentangan dengan Ajaran Dharma. Jadi hukum kausalitas antara Karma dengan Phala itu bersifat inheren dan karena itu phala itu tidak dapat diminta-minta karena pasti adanya. Dan pasti ada setelah adanya karma itu.

(more…)

KARMA YOGA MENURUT PANDANGAN VIVEKANANDA

April 26, 2010 By: sicapil sumerta Category: Artikel, Artikel Keagamaan

Karma Yoga adalah jalan untuk menuju Tuhan dengan sarana kerja (perbuatan) yang tulus iklas tanpa pamrih. Dalam pandangan Vivekananda, hal ini berarti ‘bekerja untuk kerja itu sendiri’, terlepas dari segala bentuk ikatan (egoisme) atau ikatan terhadap hasil kerja, karena segala bentuk keakuan ‘aku’ dan ‘punyaku’ adalah penyebab segala kesusahan, segala bentuk keakuan akan membuat manusia terikat kepada sesuatu dan manusia itu akan hidup sebagai budak. Semakin sering seseorang mengatakan ’ini aku’ dan ‘punyaku’ akan semakin banyak belenggu yang yang mengikat dan semakin banyaklah perbudakan-perbudakan. Oleh karena itu, menurut Vivekananda, Karma Yoga mengajarkan kepada manusia untuk menikmati segala keindahan gambaran-ganbaran dunia, tetapi jangan mempersamakan diri kita dengan salah satu diantaranya.

(more…)

YAJNA YANG EFEKTIF, EFISIEN, PRAKTIS DAN SATTVIKA

December 01, 2009 By: admin Category: Artikel Keagamaan

OLEH : I WAYAN SUDARMA (SHRI DANU DHARMA P.)

“ Kramanya sang kuningkin akarya sanista, madya, uttama. Manah lega dadi ayu, aywa ngalem druwenya. Mwang kemagutan kaliliraning wwang atuha, away mengambekang krodha mwang ujar gangsul, ujar menak juga kawedar denira. Mangkana kramaning sang ngarepang karya away simpanging budhi mwang krodha”

artinya:

Tata cara bagi mereka yang bersiap-siap akan melaksanakan upacara kanista, madya atau uttama. Pikiran yang tenang dan ikhlaslah yang menjadikannya baik. Janganlah tidak ikhlas atau terlalu menyayangi harta benda yang diperlukan untuk yajna. Janganlah menentang petunjuk orang tua (orang yang dituakan), janganlah berprilaku marah dan mengeluarkan kata-kata yang sumbang dan kasar. Kata-kata yang baik dan enak didengar itu juga hendaknya diucapkan. Demikianlah tata-caranya orang yang akan melaksanakan yajna. Jangan menyimpang dari budhi baik dan jangan menampilkan kemarahan. (Sumber: Lontar Dewa Tattwa)

(more…)

Ayurweda

October 08, 2009 By: admin Category: Artikel Keagamaan

Kitab suci Hindu terbagi atas dua kelompok besar / samhita, yakni kitab Struti dan Smerti. Kitab Weda Struti terbagi atas tiga kelompok yang terdiri atas kitab Mantra, Brahmana dan Upanisad. Masing-masing kelompok ini dibagi lagi atas sub-kelompok kitab. Kitab sub-kelompok Catur Samhita Weda yang paling dikenal oleh umat Hindu yakni Rg Weda, Sama Weda, Yajur Weda dan Atharwa Weda terdapat di dalam kelompok kitab Mantra Sruti. Kitab Weda Sruti Brahmana terbagi lagi dalam sub kelompok kitab Aitareya, Kausitaki, Tandya, Taittirya, Satapatha, Gopatha, dll. Kitab Weda Sruti Upanisad terdiri dari atas sub kelompok kitab Prashna, Mandukya, Chandogya, Kathawali, Isawasya, Pasupata dan lain-lain.

(more…)

Meluruskan Pemahaman Teks Sarasamuccaya

September 04, 2009 By: suwira Category: Artikel Keagamaan

PENAFSIRAN ULANG SLOKA TENTANG PEREMPUAN

DALAM KITAB SARASAMUCCAYA

Oleh : Drs Wayan Suwira Satria, MM

(Puket III STAH DNJ, Dosen Filsafat Timur UI )

Sebelum kita mempergunakan teori Gadamer menginterpretasikan sloka-sloka ini, maka pertama tama kita pergunakan teks Sarasamuccaya dalam bahasa Jawa Kuno yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Nyoman Kadjeng dkk. Alasannya adalah oleh karena teks Jawa Kuno kita tidak menemukan siapa penterjemahnya dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Jawa Kuno. Oleh karena Nyoman Kadjeng menterjemahkannya dari bahasa Jawa Kuno ke dalam bahasa Indonesia, maka mulai dari sinilah kita akan melakukan upaya-upaya penafsiran ulang sloka-sloka tersebut.

(more…)

PENGARUH PEMIKIRAN SANKRA TERHADAP KEHARMONISAN KETIGA HUBUNGAN

August 31, 2009 By: wayan Category: Artikel Keagamaan

Oleh Wayan

Manusia yang masih memiliki ego yang tinggi dan keserakahaan akan menganggap manusia lain lebih rendah dari dirinya dan tidak akan pernah puas dengan apa yang telah ia punya. Tanpa adanya usaha pengendalian diri dan pelepasan keterikatan, maka selama itulah manusia akan terus mengalami pendritaan.

(more…)

PADA SEVANAM SEBUAH TINDAKAN UNTUK MENDAPATKAN PENCERAHAN

August 29, 2009 By: admin Category: Artikel Keagamaan

Oleh : Made Wirawan, S.Ag., M.Fil.H.

Bagi orang kebanyakan hidup ini adalah sebuah misteri yang tak dapat dipecahkan, bila kita mengikuti orang kebanyakan maka kita akan tersesat, dan tenggelam dalam dunia materi. Hidup manusia ibarat kilatan sebuah petir amat cepat dan singkat, oleh karena itu manusia hendaknya menyadari bagaimana caranya menggunakan kesempatan hidupnya untuk dapat meraih cita-cita yang dinginkan sebagai anugrah Hyang Widhi Wasa, dan sudah barang tentu memanfaatkan hidupnya untuk melakukan hal-hal yang baik.

(more…)

AGAMA DAN KESETARAAN JENDER

August 28, 2009 By: admin Category: Artikel Keagamaan

Oleh : I Gusti Komang Widana S.Ag. M.Fil.H

Dosen STAH, Dharma Nusantara Jakarta.

gst-komang-widana

Agama merupakan tolak ukur kebenaran dan memiliki muatan nilai-nilai moralitas serta merupakan norma-norma yang berisi konsep untuk manata tindakan atau prilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(more…)

Hindu dan Terorisme

August 24, 2009 By: suwira Category: Artikel Keagamaan

Oleh : Drs. Wayan S Satria, MM.*

Disampaikan dalam Seminar Nasional, Balitbang Dep.Agama, Selasa 13 September 2005, di Wisma Haji, Jl. Jaksa, Jakarta Pusat.

1. Pendahuluan.

Perkembangan dan kemajuan yang pesat dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi perkembangan terorisme di dunia saat ini. Apa itu terorisme ? Mengapa terorisme menjadi topic pembicaraan yang menarik dalam diskusi akhir-akhir ini ? Apa yang menjadi pemicu sehingga terorisme itu terjadi ? Mungkinkan terorisme itu diberantas atau dihindari ? Itulah sederet pertanyaan yang ingin kita coba jawab dan coba ikut sharing dalam menuju tatanan masyarakat yang lebih bijaksana dan arif yang memungkinkan terciptanya perdamaian.

(more…)

Pembinaan Sanggar Seni Keagamaan di Palembang 2009

August 22, 2009 By: suwira Category: Artikel Keagamaan

 

Oleh : Drs. Wayan Suwira Satria, MM.*

(Ketua III Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Dosen Filsafat Timur, FIB Univ. Indonesia, Puket III STAH DNJ)

Disampaikan dalam acara : Orientasi Pembinaan Sanggar Seni Keagamaan Hindu di Palembang, 25 Juli 2009

 

 

1. Latar Belakang.

Dengan melihat fenomena keberagamaan manusia di Indonesia semakin marak, dimana hampir semua tempat ibadah khususnya yang ada di kota-kota besar dipadati oleh umatnya pada setiap Jumaat, Minggu, Purnama dan Bulan Mati, dan pada setiap perayaan hari-hari besar keagamaan, di Mesjid bagi yang Islam, di Gereja bagi yang Katolik dan Kristen, di Pura/Candi/Mandir bagi yang Hindu, di Vihara bagi yang Buddha, di Klenteng bagi yang Kong Hu Chu. Hal ini secara sepintas menunjukkan bahwa betapa tingginya tingkat ketakwaan manusia Indonesia di dalam memuliakan Tuhannya. Bukan saja tempat-tempat ibadah semua agama saja yang marak, namun acara-acara yang ditampilkan di TV d dipenuhi oleh para pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka keagamaan, dalam usahanya meneruskan pesan-pesan rohani kepada masing-masing umatnya. Dialog lintas agamapun digelar oleh berbagai departemen dalam rangka memberikan latar belakang yang damai, yang akur, yang toleran, bersahabat diantara mereka yang berbeda itu, dan program-program yang digagas oleh departemen-departemen itu sepertinya telah mencerminkan nilai-nilai itu. Cara berpakaian dan pentas Seni keagamaan juga ikut marak. Seharusnya nilai-nilai keagamaan kita masing-masing akan terwujud dalam setiap prilaku umatnya dan pergaulan antar sesama dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

(more…)