STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

Archive for the ‘Berita/News’

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru

August 29, 2022 By: admin Category: Berita/News

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru: Membangun Kesiapan Mahasiswa Dalam Menunjang Kesuksesan Studi 

Oleh: 

Untung Suhardi

Keberadaan mahasiswa pada parguruan tinggi menjadi bagian yang sangat diperlukan sebagai syarat dalam menjalankan roda perputaran perguruan tinggi. Permendikbud No. 3 Tahun 2020 telah menggariskan tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi harus menjadi pedoman bagi seluruh civitas akademika. Dalam pelaksanaanya selalu diiringi dengan pelaksanaan dari pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat  yang berjalan beririsan. Berkaitan dengan kemahasiswaan diberikan hak belajar sesuai dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk jenjang S1dari tingkat KKNI level 7 baik prodi Pendidikan Agama Hindu maupun Ilmu Komunikasi Hindu. Adapun yang menjadi dasar pelaksanaannua adalah Permendikbud No. 3 Tahun 2020 yang menjelaskan tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dasar Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiwa Baru (PKKMB) adalah Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta Nomor : 17/SK/STAH-DNJ/II/2022 Tentang Penetapan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta tertanggal 21 Februari 2022. 

Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiwa Baru (PKKMB) banyak melibatkan berbagai pihak yang meliputi unsur-unsur yang terdiri dari: Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI; PHDI Seluruh Indonesia; Pembimas Hindu Kanwil. Kementerian Agama Prov. Seluruh Indonesia; Organisasi Keagamaan Hindu: PHDI, WHDI, Prajaniti, Peradah, Pandu Nusa, BPH. LDD, KMHDI dan organisasi keumatan lainnya; Penyuluh Hindu dan Tokoh Hindu seluruh Indonesia; Civitas Akademika STAH DN Jakarta (Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan); Alumni STAH DN Jakarta;  AORTA; dan Pasraman Sejabodetabek serta seluruh pihak yang terlihat baik langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.  Upaya kolaborasi yang dilakukan ini menjadi upaya yang berkelanjutan untuk investasi sumber daya manusia pada masa mendatang. Tentunya dalam hal pelaksanaan ini diawali dengan koordinasi internal di kampus untuk mempersiapkan segala perangkat yang dibutuhkan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Pencarian Mahasiswa Baru adalah: Pendaftaran Mahasiswa Baru, Uji Kompetensi dan Wawancara Seluruh mahasiswa baru. Materi yang diujikan: Agama Hindu, Bahasa Inggris, Wawasan Kebangsaan, TPA. Pembekalan Pra PKKMB terdiri dari Seluruh mahasiswa baru daring dan luring, dilaksankan pada 23 Agustus dengan materi Pengenalan metropolitan (AA. Ketut Patera, SE, M.Fil.H), Motivasi Diri (Made Awanita S.Ag., M.Pd), pada 24 Agustus materi;  Etika Kampus dan AORTA (Drs. Wayan Budha, M.Pd). Pada pelaksanaan PKKMB tahun 2022 ini dilaksanakan secara hybrid yaitu ada peserta dari luar daerah yang hadir secara daring(dalam jaringan) melalui zoom dan peserta yang hadir luring atau hadir di tempat kegiatan.  

Kegiatan PKKMB di Kampus pada tanggal 26-27 Agustus 2022, dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa baru dengan moda daring dan luring. Pelaksanaan 26 Agustus 2022 untuk pengenalan akademik dan Administrasi oleh Waka I dan II. Pada 27 Agustus 2022 adalah Pengenalan kemahasiswaan, PDDIKTI, AORTA, dan pembekalan mental. Pada kegiatan ini banyak melibatkan unsur baik sisi akademisi dan rohaniawan yang berasal dari Pinandita Sanggara Nusantara (PSN) pada kesempatan ini hadir langsung Ketua Umum PSN Pinandita Gede Pastika.

Puncak kegiatan PKKM Kegiatan PKKMB di Pura Agung Taman Sari Halim Perdana Kusuma-Jakarta Timur Komplek TNI AU pada 28 Agustus 2022 dengan materi Seluruh mahasiswa baru daring dan luring. Dilaksanakan di GOR HPK untuk materi wawasan kebangsaan dan ideologi Negara oleh Letjen. TNI I Nyoman Cantiasa SE., M.Tr (Han) sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III serta ketahanan fisik (Anak Agung Ketut Patera, SE., M.Fil.H  dan Made Wirawan, S.Ag., M.Fil.H). Untuk materi yang disampaikan oleh , Anak Agung Ketut Patera, SE., M.Fil.H  berkaitan dengan pencak silat untuk pertahanan diri dan materi Made Wirawan, S.Ag., M.Fil.H berisi tentang yoga dan kesehatan. 

Materi yang disampaikan oleh Letjen. TNI I Nyoman Cantiasa, SE., M.Tr (Han), dengan tajuk Membangun Kepemimpinan Muda Hindu yang Memiliki Wasbang Dalam Perspektif  Bela Negara. Materi yang disampaikan ini memberikan semangat dan menjadi orang yang selalu berupaya dan berjuang. Jenderal bintang tiga ini juga menjelaskan tentang menjaga diri dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, bangsa, dan Negara serta senantiasa siap melaksanakan bela Negara di kala negera membutuhkan. Pada penyampaian akhir ada 7 pesan yang disampaikan oleh sang Jenderal bintang 3 dengan menyampaikan; tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, focus terhadap tugas sebagai mahasiswa belajar dan berlatih meningkatkan kualitas diri dan siap bersaing dengan bangsa lain untuk menjadi pemimpin masa depan, jaga persatuan dan kesatuan generasi muda Hindu, kembangkan sikap toleransi dan hindari konflik, cegah ajaran radikalisme dan terorisme peka dan kritis terhadap isu-isu di media social (anti hoax), tumbuhkan jiwa nasionalisme dan semangat pantang menyerah, dan jaga nama baik diri, keluarga, agama, bangsa serta Negara. 

Pelaksanaan dan rangkaian pencarian mahasiswa baru  kami berterimakasih kepada semua pihak atas dedikasi dan kontribusinya pada kegiatan ini. Semoga selalu sehat dan jangan lupa bahagia, serta Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru.   

        

 

AKTUALISASI NILAI SEWANAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS YAJNA YANG SATWIKA

July 10, 2022 By: admin Category: Berita/News

AKTUALISASI NILAI SEWANAM

DALAM MENINGKATKAN KUALITAS YAJNA YANG SATWIKA

 

Tangerang – Kepengurusan Suka Duka Hindu Dharma Banjar Tangerang dan Yayasan Vidya Kerta Jaya menyelenggarakan Seminar Keagamaan (Dharmatula) dengan  Tema “Bhakti Pujawali ke-58 kita aktualisasikan nilai sewanam dalam meningkatkan Kualitas yajna yang satwika”, Rangkaian Acara Pujawali ke 58 Pura Kertajaya Tangerang seminar dilaksanakan di Wantilan Pura Kertajaya Tangerang (10/07/2022). Dalam seminar tersebut Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta I Made Sutresna, S.Ag., MA. sebagai narasumber.

Ketua Suka Duka Hindu Dharma Banjar Tangerang I Made Suartha menyampaikan bahwa kita mengadakan seminar keagamaan dalam rangka pujawali ke-58 Pura Kertajaya, pada hari ini panitia pujawali mengadakan dharma tula dengan tema “Bhakti Pujawali ke-58 kita aktualisasikan nilai sewanam dalam meningkatkan kualitas yajna yang satvika”. Tema ini sangat sesuai dengan pujawali yang kita laksanakan setiap enam bulan sekali sehingga diharapkan kualitas pujawali dan yajna kita semakin baik dari waktu ke waktu.  Bapak Made Sutresna, beliau adalah Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta yang kalau tidak salah merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Hindu di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Kalau ada yang kurang jelas, jangan ragu-ragu untuk bertanya sehingga kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang yajna yang satwika.

Dalam acara seminar keagamaan (dharmatula) yang diikuti dari berbagai wilayan: Umat SDHD Banjar Tangerang, Umat Tigaraksa, Umat Tangerang Selatan, Umat Jakarta Barat,  Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta tentang  “Aktualisasi Nilai Sewanam dalam Meningkatkan Kualitas Yajna Yang Satwika” ada beberapa poin penting yang menjadi catatan, yaitu:

  1. memberi dengan iklas adalah pembelajaran mental dalam mencapai liberation/pembebasan, jika tdk pernah latihan maka akan selalu dalam keterikatan;
  2. sewanam sebagai proses transpormasi kesadaran dalam setiap melaksanakan kewajiban (swadharma) kita masing-masing;
  3. manusia hidup dari alam yg diciptakan oleh tuhan untuk manusia, jagat dengan segala isinya, berupa tanah, air, udara, sinar matahari, dan akasa yang mesti dikelola untuk kehidupan manusia secara bersama-sama dengan konsep sewanam (saling melayani); dan
  4. memenuhi perintah tuhan yang telah menciptakan dunia berbasis yajna dan itu sebagai sewanam dengan begitu hidup manusia akan  berkembang ke arah   kesempurnaan dan pada gilirannya akan  mengantarkan mencapai kelepasan/moksa, yakni tujuan akhir  kehidupan manusia.

Selanjutnya kegiatan penutup seminar keagamaan (dharmatula) Aktualisasi Nilai Sewanam dalam Meningkatkan Kualitas Yajna yang Satwika” panitia memberikan cendera mata kepada narasumber dan moderator yang diserahkan oleh Ketua SDHD Banjar Tangerang dan Ketua Yayasan Vidya Kertajaya.

Penulis: Budiawan

Sraddha dan Implementasi Pengabdian pada Kehidupan

July 10, 2022 By: admin Category: Berita/News

Pengabdian Masyarakat di Pura Amerta Jati Cinere 

Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta pada Sabtu, 09 Juli 2022 kembali melaksanakan kegiatan Ngayah dalam rangka piodalan yang dilaksanakan di Pura Amerta Jati Cinere-Jakarta Selatan (09/07).

Secara geografis Pura Amrta Jati, Cinere terletak batas wilayah DKI Jakarta dan wilayah Depok. Pura ini berlokasi di areal Komplek Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Pangkalan Jati, Cinere. Daerah Pangkalan Jati ini di belah menjadi dua kecamatan yaitu kecamatan Pondok Labu dan kecamatan Limo. Kecamatan Pondok Labu masuk wilayah Jakarta Selatan, sedangkan Kecamatan Limo masuk wilayah Depok. Adapun lokasi Pura ini beralamat di Jalan Punak No. 33, Pangkalan Jati, Cinere. Pura ini masuk wilayah Depok yang pada awalnya tanah yang diberikan oleh TNI AL melalui Surat Kepala Jawatan Material TNI AL No. B/1843/X/81, pada hari Jumat Tanggal 9 Oktober 1981 luasnya 2.500 m2, namun pada tanggal 11 Desember 1985, TNI AL kembali mengeluarkan ijin penggunaan lahan yang berada di sebelab barat seluas 1.227 m2, sehingga luas tanah keseluruhan sekarang menjadi 3.727 m2

Pelaksanaan persiapan ini diikuti oleh umat yang ada di wilayah Jakarta Selatan dan dalam kesempatan ini  dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanana pengabdian kepada masyarakat dengan program penyuluhan terprogram kepada umat. Kegiatan yang diikuti dalam pelaksanaannya adalah Dharma gita,  banten, dan bersih-bersih lingkungan pura. 

Proses persiapan banten ini menjadi langkah awal kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian yang dalam hal ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa. Dalam hal ini terdiri dari: I Made Sutresna, S.Ag., MA, Dra. Anak Agung Oka Puspa, M.Fil.H, Drs. I Wayan Budha, M.Pd, Dr. Untung Suhardi, S.Pd.H., M.Fil.H, I Ketut Angga Irawan S.Ag., M.Si, I Made Jaya Negara SP. S,Sn., M.Fil.H, I Made Biasa, S.Ag., M.Fil.H, Noni Agustina, M.Pd, Dr. Yudi Wibawa Yasa, I Ketut Sudaria, S.Pd., M.Pd, Ni Ketut Rusmini Susilawati, S.Pd.H. M.Si, Puji Nurmawati, S.Pd., M.Pd, Anak Agung Rai Suarniti, Kadek Artana, I Made Rahayu KY, I Gede Karsana, dan I Gede Putra. 

Dharmagita yang dilantunkan oleh I Made Biasa dan Ketu Sudaria ini membeirkan nusansa yang religius dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang ada  di Pura tersebut. Karena dalam hal ini ada petuah suci yang memberikan kesan sakral dan dilandasi dengan nilai-nilai magis dan petunjuk suci yang ada dalam kidung tersebut. 

Proses pembuatan sarana upakara ini merupakan bagian dari pengejawantahan dari nilai-nilai ritual harus dibarengi dengan pemaknaan yang diterapkan dalam kehidupan.  Hal ini menandakan bahwa pelaksanaan kehidupan ini harus melingkupi hukum tertib semesta yang dalam setiap gerak dan langkah kita harus berpedoman pada Tri kerangka dasar umat Hindu.  

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada hakekatnya menjadikan puncak dari keilmuan seseorang yang pada dasarnya ada nuansa kebersamaan yang terjadi di dalamnya. Kebersamaan ini berarti menumbuh kembangkan hubungan sosial yang berbudaya, artinya adanya suatu keseimbangan antara hubungan berdasarkan pada kasih sayang dan hubungan berdasarkan pada kepentingan. Kepentingan yang menjadi dasar hubungan sosial itu harus bersifat untuk kepentingan umun dan bukanlah untuk kepentingan individu yang tidak berlandaskan pada dharma. Peningkatan hidup rohani maupun jasmani tidak dapat diraih dengan baik tanpa adanya prema dan bhakti. Prema adalah kasih sayang sebagai dasar hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan alam lingkungannya, sedangkan bhakti adalah landasan hubungan manusia dengan Tuhan.

 

Penulis: Untung Suhardi.

 

  • Jurnal PASUPATI ISSN 2303-0860

  • Memajukan SDM Hindu

    Salah Satu Karya Dosen STAH DNJ

    Memajukan SDM Hindu

  • Categories

  • Recent Posts

  • Archives

  • DHARMAGITA

    Mrdukomala

    Ong sembah ninganatha tinghalana de tri loka sarana

    Ya Tuhan sembah hamba ini orang hina, silahkan lihat oleh Mu penguasa tiga dunia

    Wahya dhyatmika sembahing hulun ijongta tanhana waneh

    Lahir bathin sembah hamba tiada lain kehadapan kakiMu

    Sang lwir Agni sakeng tahen kadi minyak saking dadhi kita

    Engkau bagaikan api yang keluar dari kayu kering, bagaikan minyak yang keluar dari santan

    Sang saksat metu yan hana wwang ngamuter tutur pinahayu

    Engkau seakan-akan nyata tampak apabila ada orang yang mengolah ilmu bathin dengan baik

  • STATISTIK