STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

Kuatkan Sinergitas, Anggota Komisi VIII DPR RI Melakukan Simakrama ke STAH Dharma Nusantara Jakarta

June 18, 2021 By: admin Category: Berita/News

Kamis, 17 Juni 2021 merupakan kunjungan perdana yang dilakukan oleh I Komang Koheri, SE selaku Anggota Komisi VIII DPR RI ke Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta. Pada kunjungan pertamanya ini disambut baik oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Bapak I Made Sutresna, S.Ag.,M.A beserta jajarannya. Kunjungan ini bertempat di Aula STAH Dharma Nusantara Jakarta.

Karena situasi masih di masa Pandemic Covid-19 ini, pertemuan ini dilakukan dengan cukup singkat dengan sangat terbatas yang tidak lupa mengedepankan protocol kesehatan JJ, PM, CT.

Pada kunjungan perdananya sebagai bagian dari tugas kerja yang harus dilakukan sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, tentunya harus mampu membangun kemitraan yang baik dengan seluruh unsur agama, baik itu lembaga keagamaan maupun Perguruan Tinggi Keagamaan. Komisi VIII DPR RI merupakan satu dari 11 (sebelas) Komisi yang ada di DPR RI berdasarkan Keputusan Rapat Paripurna DPR RI tanggal 22 Oktober 2019 mempunyai ruang lingkup tugas di bidang: Agama, Sosial, Kebencanaan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.

Pada Kunjungannya tersebut, Komang Koheri selaku Anggota Komisi VIII DPR RI berpesan bahwa, “Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu ini harus mampu mencetak generasi muda yang berkualitas sebagai calon pemimpin bangsa nantinya, untuk itu perlu adanya sinergisitas yang baik kita semua memiliki tujuan yang sama”.

Lebih lanjut juga Komang Koheri juga menyatakan bahwa, “kita perlu membangun kesadaran umat Hindu untuk lebih fokus dalam membangun kualitas pendidikan Hindu, karena ini adalah tugas kita bersama, bukan hanya tugas lembaga pendidikan atau wakil rakyat saja”.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta yang  biasa disapa Made Sutresna ini menjelaskan bahwa, “Perlunya adanya program terencana antara STAH Dharma Nusantara Jakarta dan DPR RI Komisi VIII untuk bersama-sama membangun kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu”. Lebih lanjut Made Sutresna juga menjelaskan bahwa, ”Salah satu upaya STAH Dharma Nusantara untuk membangun kualitas pendidikannya adalah dengan mengembangkan prodi lagi serta berupaya untuk proses penegerian”.

Moment simakrama ini menjadi sangat penting, karena melalui pertemuan ini harapannya sinergitas antara Legislatif sebagai wakil rakyat dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu sebagai mitra kerja mampu meningkatkan kualitas Pendidikan dan SDM Hindu untuk peradaban Hindu di Nusantara(Admin).

LOKASABHA VII PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA ( PHDI) DKI JAKARTA

December 20, 2020 By: admin Category: Berita/News

LOKASABHA VII PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA ( PHDI) DKI JAKARTA

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta menggelar Lokasabha pada tanggal 12 Desember 2020 di Madya Mandala Pura Aditya Jaya Rawamangun untuk membentuk pengurus harian Parisada DKI Jakarta masa bakti 2020-2025.

Lokasabha ke VII ini dihadiri oleh Ketua Umum Parisadha Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen TNI Purnawirawan Wisnu Bawa Tenaya dan dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Gubernur DKI Jakarta. Peserta Sidang Lokasabha berjumlah 53 orang dari berbagai perwakilan Instansi Hindu di Jakarta.

Sidang pertama dipimpin oleh ketua sidang sementara Ida Pedanda Gede Panji Sogata, Wakil Ketua: I Ketut Wardana, S.H, Sekretaris: Ida Bagus Yudhi Arnawa, M.Si. Penetapan pimpinan sidang tetap setelah sidang pertama selesai dan menetapkan Made Sudarta sebagai Ketua Pimpinan sidang tetap, dengan wakit Ketua Ida Bagus Wisnu, sekretaris Dr. Nyoman Adi Artha Bara dan dua anggota lainnya yaitu Nyoma Sutrisna dan Wayan Kantun Mandara.

Selain membentuk pengurus harian Parisada DKI Jakarta,  dalam Lokasabha juga membahas mengenai program kerja yang akan dilaksanakan Lima Tahun kedepan. Ditengah sidang yang berlangsung peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu Komisi A dan Komisi B yang masing-masing kelompok membahas program kerja yang akan dilaksanakan.

Masing-masing wilayah membawa Kandidat untuk dicalonkan menjadi Ketua Parisada Hindu Indonesia DKI Jakarta dan yang terpilih menjadi Ketua Parisada Hindu Indonesia DKI Jakarta adalah Ida Bagus Yudhi Arnawa, M.Si dan disetujui oleh semua peserta sidang Lokasabha.

Setelah terpilihnya Ketua baru maka acara selanjutnya adalah lepas sambut Ketua lama dengan Ketua baru dan dilantik oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Dengan terpilihnya ketua baru diharapkan dapat menjalankan tugas dan program kerjanya dengan baik selama lima tahun kedepan, dan SDM Hindu semakin maju khususnya di DKI Jakarta. (Septi)

Workshop Gender “Perempuan Hindu dalam Waris, Hukum dan Politik (Dulu, Kini dan Nanti)”

December 17, 2020 By: admin Category: Berita/News

Workshop Gender

Perempuan Hindu dalam Waris, Hukum dan Politik  (Dulu, Kini dan Nanti)”

Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta, 11 -12 Desember 2020

“Perempuan Indonesia Hebat, Indonesia Maju”

Dewan Pimpinan Nasional Peradah Indonesia bekerja sama dengan STAH Dharma Nusantara Jakarta bekerjasama untuk melaksanakan kegiatan Workshop Gender dengan tema “Perempuan Hindu dalam Waris, Hukum dan Politik (Dulu, Kini dan Nanti)”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal11 dan 12 Desember 2020. Ketua Umum Peradah Indonesia (I Gede Ariawan) dalam sambutannya menyatakan bahwa “Workshop ini merupakan kegiatan yang sangat penting. Seperti kita ketahui bahwa perempuan dan laki – laki memiki kedudukan yang sama baik dalam hak maupun kewajiban. Peran kita semua disini adalah saling mendukung dan mampu mewujudkan keadaan tersebut baik sekarang dan nanti”. Ketum Peradah Indonesia menyatakan bahwa kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang gender dan semua perempuan mampu untuk berada dan maju dibidang apapun. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua STAH DNJ (I Made Sutresna, S.Ag.MA), dalam sambutannya beliau mengatakan “Jadilah sesuatu dapatkan sesuatu, jika ingin menjadi sesuatu maka lakukanlah sesuatu” Beliau berharap bahwa para peserta mendapatkan sesuatu dari workshop ini dan mampu mengimplementasikannya”.

Sekretaris Jenderal Peradah yaitu Anak Agung Ayu Ari Widhyasari yang dalam kegiatan ini merupakan Ketua Panitia menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para peserta tentang bagaimana kedudukan perempuan dalam waris, hukum dan politik. Selain itu dalam workshop tersebut, para peserta juga diberikan pemahaman tentang kedudukan perempuan dalam agama Kristen dan Islam sehingga para peserta bisa memiliki pemahaman yang luas tentang sebenarnya bagaimana kedudukan perempuan dalam aspek agama lainnya.

 

Acara ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 11 Desember – 12 Desember 2020 bertempat di ruang pertemuan Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta. Pada kegiatan workshop ini, diisi oleh 6 (enam ) orang narasumber diantaranya:

  1. Anak Agung Oka Puspa yang merupakan Dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta
  2. Dewi Bunga yang merupakan praktisi Hukum Pidana
  3. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari yang merupakan Dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta
  4. Sonnya M. Uniplaita yang merupan Pendeta dan Leader Nawop Woman Community
  5. Arif Fahrudin yang merupakan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia
  6. Eneng Malianasari yang merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta

Para narasumber memberikan materi dalam konteks waris dalam Hindu, mengetahui secara umum tentang kasus – kasus pidana yang sering melanda perempuan, cara berbicara yang baik dan terstruktur di muka umum, mengetahui kedudukan perempuan dalam Kristen dan Islam, serta bagaimana perempuan dalam kancah politik.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 (duapuluh lima) peserta yang terdiri dari 12 (duabelas) perempuan dan 13 (tigabelas) laki – laki. Menurut Sekretaris Jenderal Peradah Indonesia, selama dua hari berturut – turut para peserta mulai memahami bahwa memang perempuan dan laki – laki memiliki kedudukan yang sama hanya berbeda pada jenis kelaminnya saja. Para peserta juga mulai menunjukan ketertarikannya untuk mendukung perempuan apabila perempuan maju dalam kancah politik. Bahkan para peserta mampu untuk berbicara dimuka umum dengan baik sehingga kedepan jika terjadi suatu peristiwa hukum para peserta mampu menyuarakan ketidakadilan.

Acara ini didukung sepenuhnya oleh KAICIID Dialogue Center yang merupakan suatu organisasi antar pemerintah yang keanggotannya terdiri dari tokoh – tokoh agama di seluruh dunia. Kegiatan ini terlaksana karena Sekretaris Jenderal Peradah menjadi salah satu fellows  dari KAICIID Dialogue Center dan diberikan initiative program.

Dalam kegiatan ini terdapat slogan yaitu “ Perempuan Indonesia Hebat, Indonesia Maju”

Oleh: Widhyasari