stahdnj.ac.id

STAH Dharma Nusantara Jakarta
Subscribe

Dies Natalis XX dan Wisuda XII Sarjana Strata 1 STAH Dharma Nusantara Jakarta

September 28, 2014 By: admin Category: Berita/News

by Ulianta

Jakarta, 27 September 2014.Usai Upacara Sakral Samawartana dan Upanayana, Keesokan harinya Tanggal 27 September 2014 dilangsungkan Dies Natalis XX dan Wisuda XII STAH Dharma Nusantara Jakarta dengan semangat dan keihklasan, seluruh civitas akademika yang terlibat dalam acara Dies Natalis tersebut menumbuhkan jiwa dan semangat baru. Terlebih pelaksanaan Wisuda Kali ini sangat menumental karena tanggalnya bertepatan dengan hari lahirnya STAH DN Jakarta.

yuda2

Foto Bersama Wisudawan/Wati

Acara Dies Natalis dan Wisuda kali ini berlangsung di Gedung Astagina, Wisma Bhayangkari Jl. Sanjaya I/1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebelum acara resmi dimulai, tabuh geguntangan yang dibawakan oleh sekehe geguntangan STAH DN Jakarta dikumandangkan mengiringi langkah kaki para undangan, wisudawan dan para orang tua menuju tempat acara.

Kegiatan panitia menjelang acara dimulai penuh dengan dinamika persiapan berangsur-angsur tenang sesaat menjelang dimulainya acara inti. Nampak Langkah-langkah cepat dan sigap untuk berusaha agar acara bisa dimulai sesuai dengan rencana. Tepat Pkl. 9.03 Acara dimulai serentak kesibukan tersebut terhenti setelah semua dinyatakan siap dan acara  dinyatakan bisa dimulai.

yuda3

Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, MS., Dirjen Agama Hindu

Diawali dengan gemulai tarian penyambutan tamu undangan yang dibawakan oleh mahasiswi STAH Dharma Nusantara, menunjukkan kompetensinya bahwa tidak saja dalam bidang akademik dan keagamaan tapi juga terampil menari, mengolah gerak tubuh menjadi sesuatu yang indah dan seni serta dapat membuat suasana menjadi segar ceria dan mampu membawa vibrasi kebahagiaan seperti apa yang tengah dirasakan oleh para wisudawan-wisudawati serta keluarga sebagai hasil dari perjuangannya dibangku kuliah selama kurang lebih 4 tahun lamanya. Dengan segala suka dan duka, yang dialami dalam rangka menempuh proses belajar atau proses tranformasi yang terjadi dan direncanakan dengan sungguh-sungguh di Lembaga milik umat Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta dengan langkah yang penuh perjuangan ditengah – tengah derasnya pengaruh hiruk-pikuk Ibukota.

Suara Sunggu yang ditiup oleh Sampurno Sejati mahasiswa semester VII, dengan panjang dan menggema sebanyak tiga kali sebagai pertanda prosesi sidang terbuka Senat STAH DN Jakarta dimulai, petugas pembawa bendera dan perlengkapan prosesi dengan gerak langkah tegap menuntun barisan Senat menuju panggung kehormatan dengan diiringi lagu khas sebagai lagu perjuangan kebebasan akademik, dengan judul Gaudemus Igitur. (”Karenanya marilah kita bergembira”) adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini. Suasana bertambah khidmat dengan suara paduan suara yang berkumandang dan yang mendapat apresiasi dari bapak Dirjen Agama Hindu Kementerian Agama RI. Itulah buah atas kegigihan latihan para personilnya yang diasuh pelatihnya dengan penuh semangat.

Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di awal sebagai penghormatan anak bangsa kepada bangsa dan negaranya. Selanjutnya pembacaan Weda Vakya oleh duet mahasiswa dan mahasiswi STAH DN Jakarta

Laporan Ketua Panitia penyelenggara Oleh I Wayan Kantun, M.Fil.H. Dalam kesempatan ini dilaporkan beberapa hal terkait dengan dasar penyelenggaraan dan keseluruhan rangkaian acara termasuk penyelenggaraan wiku saksi, guru daksina yang menghadirkan para pandita saat upacara Upanayana dan Samawartana sehari menjelang pelaksanan Wisuda. Wisudawan dan wisudawati yang dilantik sebanyak 31 orang. Dilaporkan pula yang mengikuti Upanayana yaitu 20 orang mahasiswa S1 yang bertempat di Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur.

Usai laporan ketua panitia, himne STAH DN Jakarta, dikumandangkan kembali oleh Group paduan suara dengan iringan melodi dan nampak Dirigen dengan gerak yang tangkas, sigap dan tegas memimpin peserta paduan suara.

Orasi Ilmiah yang dibawakan oleh Ngakan Putu Putra, mengetengahkan JudulMembangun Daya Kritis Umat Hindu Melalui Media” Dalam orasi ilmiahnya pemimpin redaksi Media Hindu ini mengungkapkan bahwa Agama Hindu menyebar luas ke berbagai belahan dunia karena daya tarik filsafat dan praktik spiritualnya (sadhana). Dizaman modern ini agama Hindu mau tidak mau bahkan harus menggunakan media massa untuk menyampaikan pesan nya yang bermanfaat bagi hidup bersama secara damai dan untuk membangun etika global dalam penyelamatan lingkungan. Media massa cetak dan elektronik merupakan saran yang sangat ampuh untuk siar agama. Siar agama dapat berupa bentuk berita, opini, features, diskusi, sinetron,kotbah dan lainnya yang semuanya itu mampu menembus ruang-ruang keluarga bahkan kamar tidur orang-orang Hindu. Lebih lanjut bahwa tanda adanya pemikiran kritis di dalam suatu agama adalah bilamana pertanyaan tentang hal-hal fundamental, misalnya tentang makna dari teks-teks suci, tentang hakikat Tuhan, tentang tindakan Tuhan, tentang manusia, diijinkan. Di dalam agama Hindu pertanyaan-pertanyaan semacam itu diijinkan.

Bhagawad Gita sepenuhnya menggunakan dialog kritis sebagai metode dalam menyampaikan ajarannya. Arjuna terus mengajukan pertanyaan akan keraguannya atas berbagai hal. Dan Krishna menjawabnya dengan sabar. Barulah pada percakapan XI. Arjuna percaya akan jawaban Krishna, setelah Krishna menunjukkan siapa dirinya, bahwa ia adalah Awatara Tuhan.

Lebih Jauh Ngakan Putra menambahkan didalam Upanisad ajaran-ajaran fundamental dari agama Hindu (tattwa) disampaikan dalam bentuk dialog kritis antara guru dengan sisyannya, antara manusia dengan Inkarnasi Tuhan (Awatara). Perintah utama didalam agama Hindu bukanlah “Sembahlah Aku saja!” Percayalah hanya padaku, kalau tidak kamu akan masuk neraka”. Tetapi “Ketahuilah itu, karena Itu karena Itu adalah Brahman”. Dan “Siapa yang mengetahui Brahman menjadi Brahman”. Ketika Brahman itu dasar dari semua sebab dan akibat, diketahui, hasil dari tindakan tidak akan mengikatmu”. Mereka yang menyampaikan Brahman dengan bergerak maju melalui jalan ini, tidak kembali ke dalam lingkaran kelahiran dan kematian.” Seseorang yang mengetahui kebahagiaan abadi (hakekat sesungguhnya dari) Brahman, tidak lagi memiliki ketakutan terhadap apapun.

senat1

Sidang Terbuka Senat STAH DN Jakarta

Veda mengajarkan metafisika tentang realitas tunggal yang meliputi atau meresapi segalanya (monisme atau panteisme) dan dari pada lahirnya mahawakya “Tat twam Asi” yang pada gilirannya melahirkan etika sosial tentang persaudaraan universal.

Veda mengajarkan kebijaksanaan, keutamaan tentang persahabatan, persaudaraan universal yang bermanfaat mencegah sektarianisme, radikalisme, kekerasan dan terorisme berdasarkan agama dan dengan demikian mendorong terbangunnya kehidupan bersama yang harmonis.

Veda mengajarkan etika tentang penghormatan terhadap manusia berdasarkan kesamaan jati dirinya, tentang etika kewajiban yang mengharuskan manusia mengambil tanggung jawab terhadap dirinya yang mendukung pembangunan karakter manusia unggul secara intelektual, moral dan prestasi.

Veda memiliki pengetahuan dan praktek rohani seperti yoga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan ketenangan batin. Veda mememiliki ilmu pengetahuan antara lain matematika, kosmologi, astronomi, kedokteran dan lainnya yang memperkaya dan mendahului dan mendorong sain modern.

Media sangat diperlukan untuk menyebarluaskan ini semua kepada masyarakat. Media massa adalah sarana untuk menyampaikan informasi tentang ajaran Hindu yang konstruktif bagi kemajuan dan kesejahteraan manusia.

Disamping itu melalui media kita juga dapat memberikan klarifikasi atau koreksi atas berbagai opini negatif yang diproyeksikan terhadap agama Hindu baik secara disengaja maupun tidak.

Dalam era informasi ini masyarakat Hindu betul-betul memerlukan banyak Baudika, sebagai kesatria intelektual yang berjuang membela Hindu dengan pena, lewat tulisan di media massa, majalah dan buku. Sumber dari Kesatria Intelektual adalah Perguruan Tinggi Hindu. Perguruan Tinggi Hindu harus memiliki, media internal untuk ajang latihan bagi mahasiswa dan dosen untuk melahirkan tulisan-tulisan yang membangun daya kritis.

Perguruan Tinggi Hindu dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membuat sarana media online, seperti website yang dikelola secara profesional dan berani menerbitkan tulisan tulisan yang memiliki daya kritis. Mengakhiri orasi ilmiah ini disimpulkan kembali bahwa dengan memiliki daya kritis masyararakat Hindu terutama para sarjana Hindu, akan mampu membangun citra positif bagi Hindu Dharma dan memberikan sumbangan konstruktif dalam dialog agama pada khususnya dan dialog peradaban pada umumnya. Mereka yang mampu menggunakan daya kritis, akan lebih didengar atau diperhatikan oleh mitra dialognya, seperti prajurit pemberani di medan tempur, kalah atau menang, hidup atau mati, akan dipandang dengan hormat oleh kawan maupun lawan.

Usai Orasi ilmiah acara yang ditunggu-tunggu yaitu Pelantikan Wisudawan-wisudawati. Perlahan-lahan dengan langkah pasti satu persatu wisudawan menuju podium untuk dilantik oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Prof. Dr. Ir. I Made Kartika Dhiputra, Dipl.-Ing. Pada saat yang sama seluruh wisudawan menerima Ijazah dan Akta 4 (Empat). Suasana haru bercampur bahagia tercermin nampak pada wajah para wisudawan, bahwa inilah saatnya kebahagiaan hasil perjuangan selama ini di bangku kuliah. Gemblengan, tantangan, tugas, masalah semua dapat teratasi dengan kegigihan dan ketekunan tanpa mengenal putus asa.

Janji Wisudawan dibacakan oleh dua perwakilan mahasiswa dan mahasiswi yaitu yang diikuti secara serentak oleh seluruh wisudawan dan wisudawati,

Dilanjutkan kemudian Kesan dan Pesan Wisudawan yang dibawakan oleh Lulusan terbaik dengan IPK 3, 95 yaitu Eka Sulastri kelahiran Blitar Jawa Timur. Secara dalam kesan yang dikemukakan adalah bahwa mahasiswa merasa sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar STAH DN Jakarta karena telah mampu memberikan banyak pengalaman berharga yang berguna bagi pengembangan diri, dan mampu menggiring menjadi individu yang cerdas secara intelektual, spiritual dan emosional.

Lulusan Terbaik Wisuda 2014 STAH DN Jakarta

Eka Sulastri, Lulusan Terbaik Wisuda 2014 STAH DN Jakarta

Mampu pula menunjukkan eksistensi dalam berkarya terbukti dari beberapa prestasi yang telah ditorehkan dalam mengikuti ajang dan peristiwa yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM Hindu baik tingkat lokal dan nasional sebagai wujud kesungguhan dalam upaya turut serta dalam meningkatkan kualitas diri dan masyarakat. Harapan juga terlontar dengan suatu maksud membangun kampus tercinta untuk lebih baik lagi meningkatkan management komunikasi baik antar dosen, staf, dosen dengan mahasiswa maupun dengan orang tua, karena salah satu unsur yang dapat memberikan sumbangsih dalam upaya meningkatkan kualitas lembaga adalah terjalinnya komunikasi yang efektif.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Kendi Ilmu Pengetahuan sebagai lambang mengalirnya terus menerus Ilmu pengetahuan tanpa henti dari generasi ke generasi, agar tak henti-hentinya kita belajar dan selalu berkesinambungan. Kendi ini diserahkan kepada mahasiwa baru oleh perwakilan wisudawan.

Lagu Bagimu Negeri mengingatkan bahwa kita harus berbuat untuk negeri sesuai swadarma masing-masing.

Sambutan-sambutan yang diawali dengan sambutan dari Ketua STAH DN Jakarta. Dalam sambutannya Ketua STAH DN Jakarta mengungkapkan bahwa STAH Dharma Nusantara Jakarta, adalah milik umat Hindu yang memiliki tujuan untuk mengembangkan mahasiswa menjadi sarjana yang Sujana. Jadi Jangan dilihat siapa yang memimpin tetapi lihatlah Stah sebagai institusi milik umat dengan tujuan mulia sehingga perlu didukung oleh seluruh umat Hindu sehingga keberadaannya dapat benar-benar berfungsi guna melahirkan insan-insan yang benar-benar memiliki kompetensi baik secara spiritual maupun intelektual yang memadai sehingga berguna bagi agama, keluarga, bangsa dan negaranya. Memiliki kualitas spiritual dan berbudi pekerti yang baik, lahir Hindu dan matipun tetap Hindu. Dalam kesempatan yang sama ketua STAH juga mengungkapkan bahwa saat ini telah sedang dalam proses Re-Akreditasi Ban PT setelah mengajukan /menyampaikan dokumen serta lampiran-lampiran yang dipersyaratkan dengan dokumen terkait dengan portfolio, Borang dan Evaluasi Diri dan juga telah divisitasi oleh tim Assesor yang terdiri dari Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd dan Dr. Ni Putu Listiawati, SE-Ak., MM pada tanggal 19September 2014. Sampai larut malam , dalam kiat, usaha dan upaya sehingga dapat terbentuk “Branch Image yang baik” bagi STAH Dharma Nusantara Jakarta sebagai satu-satunya Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Hindu yang berwibawa dan kompetens di Jakarta. Dalam kesempatan ini pula Selaku Ketua dan Mewakili Pimpiman STAH DN Jakarta mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Team Assesor maupun semua pihak terkait : Sivitas Akademika, Pihak Yayasan Dharma Nusantara, Yayasan Mandira Widayaka, Pengurus dan Pengempon Pura Adiya Jaya Rawamangun Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat maupun DKI, Suka-Duka Hindu Dharma Se-Jabodetabek khususnya banjar Jakarta Timur, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, beserta jajarannya terkait dalam pembinaan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Hindu, serta para Stake Holder lainya yang terpanggil “ Jengah, Lascarya dan Legowo untuk ikut berperan dan ambil bagian dalam rangka meningkatkan kualitas “Sumber Daya Manusia Hindu Nusantara yang cerdas dan religius” melalui proses pendidikan berkelanjutan, dengan segala bantuan baik moril , materiil maupun kerjasama dan doa restunya, semoga STAH Dharma Nusantara Jakarta dapat mempertahankan statusnya “B” Akreditasi BAN PT yang selama ini telah dicapai, guna pemantapan pengabdian Tri Dharma selanjutnya. Selain itu juga diungkapkan STAH juga telah berupaya pada penguatan sarana prasarana dan sampai kini masih berproses dan berharap kepada generasi muda tetap semangat dan meneruskan agar bersiap diri untuk tetap berjuang akan keberadaan lembaga Perguruan Tinggi Hindu yang satu-satuya di Ibukota ini sehingga mampu berdiri kokoh baik dari penguatan sisi sarana prasarana terutama Bangunan Gedung maupun Sistem dan Management untuk menunjang terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi .

Diakhir sambutannya Ketua STAH mengucapkan Selamat dan Sukses kepada para Wisudawan/Wisudawati beserta keluarga yang berbahagia atas keberhasilan mereka menyandang gelar S.Pd.H., maka mulai saat ini teruskanlah cita-cita Saudara semua sebagai Duta Agama Hindu dalam mencerahkan dan meningkatkan Sradha - Bhakti umat Hindu melalui Dharma Sadhana di Bumi Nusantara berpedoman “NIAT BAIK”, dan jangan pernah melupakan Almamater Saudara.

Terimakasih juga disampaikan terima kasih kepada Para Pandita/Sulinggih yang berkenan sebagai Manggala Upacara maupun Wiku Saksi dalam acara Upanayanam dan Samawartanam; kepada Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Bapak Prof. Dr. IBG. Yudha Triguna MS yang dengan penuh ketulusan telah memberi dukungan moril maupun materiil dalam memajukan STAH Dharma Nusantara Jakarta; begitu juga kepada segenap Pengurus Yayasan Dharma Nusantara, para Guru Besar, Dosen dan Staf Akademik / non Akademik serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas kerja keras dan tim work-nya yang baik sehingga Upacara Dies Natalis ke XX dan Wisuda ke XII, dapat berlangsung sehidmat dan semeriah ini,Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa Asung krtha war?nugraha dalam membimbing kita semua.

Ketua Umum Yayasan Dharma Nusantara dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh IB Jayapati menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kesuksesan lembaga STAH DN untuk ikut dalam upaya pencerdasan umat dan telah mampu melaksanakan wisuda kali ini yang berarti tahap-tahap proses pendidikan sebagaimana yang diisyaratkan oleh peraturan dan perundangan yang berlaku secara formal telah dijalankan oleh STAH hingga akhirnya seluruh mahasiswa pada jenjang tersebut dapat sampai pada tahap akhir dari proses yang diisyaratkan.

Dalam sambutannya ketua Yayasan juga mengajak dan mengingatkan bahwa kewajiban bagi seluruh umat untuk ikut serta berpartisipasi dan peduli terhadap upaya pembinaan anak-anak dalam menyiapkan mereka menjadi generasi penerus masa depan Hindu.

Diakhir sambutanya disampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para wisudawan/wisudawati atas keberhasilan dalam menjalani seluruh proses yang panjang seraya berpesan bahwa teruslah belajar dan menerapkan ilmu yang diperoleh karena sesungguhnya universitas yang sebenarnya adalah dimasyarakat dalam hidup kita.

Sambutan Dirjen diawali dengan pujian secara tulus diberikan kepada team paduan suara yang telah menunjukan kesungguhan dan prestasinya dalam acara ini sehingga menghasilkan karya maksimal walaupun itu bukanlah bidangnya. Beliau menggaris bawahi, kalau kita rajin latihan dan semangat untuk itu walaupun bukan bidangnya pasti bisa juga berbuat maksimal bahkan berprestasi.

Beliau juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada STAH Dharma Nusantara atas segala prestasi yang telah dicapai selama ini. Sebagai wakil pemerintah tentu sangat mendukung dan akan berusaha memperhatikan dan sejauh mungkin memfasilitasi, setiap gagasan dan upaya positif dalam bidang pendidikan.

Kepada para Wisudawan dan Wisudawati yang telah berprestasi dan berhasil mendapatkan predikat Mahasiswa Terbaik dan Cum laude beliau menyarakan untuk mengirimkan aplikasi permohonan beasiswa kepada Dirjen Agama Hindu Kementerian Agama RI karena anggaran untuk itu ada dan harus diinformasikan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh yang benar-benar memiliki prestasi untuk melanjutkan ke jenjang S2.

Diakhir sambutannya Dirjen mengucapkan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati semoga dengan meraik gelar Sarjana Pendidikan Agama Hindu (S.Pd.H) ini dapat berkecimpung dalam dunia pendidikan, serta dapat mengabdikan diri dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

Setelah dipanjatkan mantram doa penutup oleh Jero Mangku Nyoman Sutisna, salah seorang pinandita di Jakarta, prosesi penutupan Sidang Terbuka Senat STAH Dharma Nusantara Jakarta ditutup kembali oleh Ketua Senat dengan Mengetuk Palu sidang sebanyak 3 kali, iring-iringan bendera, bedel dan Para Senat dan Guru Besar meninggalkan Panggung Kehormatan.

Acara diakhiri dengan ramah-tamah tamu undangan para wisudawan, foto bersama dan makan siang bersama. Suasana menjadi bertambah ceria dengan alunan lagu-lagu bernada ceria mengiringi suasana makan siang bersama. Berangsur-angsur suasana kegembiraan terbawa ke rumah masing-masing tepat pukul 13.00 Wib sesuai waktu yang disediakan oleh pengelola gedung, dan ……susana bahagia, gembira, haru semoga bukan merupakan hal yang akhir tapi sebagai batu pijakan melanjutkan kehidupan yang lebih baik dalam menatap masa depan. Astungkara…!!!

Pengumuman Verifikasi Proposal Penelitian

September 28, 2014 By: admin Category: Pengumuman

umum4

Metatah/Potong Gigi/Pangur Massal Oleh STAH Dharma Nusantara Jakarta

September 25, 2014 By: admin Category: Berita/News

By Ulianta

Tabuh Gender berkolaborasi dengan lantunan Dharma gita yang mengiringi prosesi metatah/pangur (potong gigi) massal yang diprakarsai oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta terasa sakral dan membangkitkan vibrasi spiritual. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 23 september 2014 berlangsung di GOR Pura Taman Sari Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur. Upacara Potong gigi massal ini diikuti oleh perserta dari masyarakat umum dan mahasiswa yang rata-rata dari generasi muda.

Upacara metatah massal ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat sebagai perwujudan kewajiban sebuah perguruan tinggi yang diamanatkan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat melalui upacara metatah ini adalah program yang senantiasa dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya melaksanakan kegiatan yang membumi dan bermakna bagi masyarakat dan terhindar dari sekedar wacana tetapi suatu kegiatan nyata yang langsung bersentuhan dan berarti bagi masyarakat.

Bertindak selaku pimpinan sangging dalam upacara metatah kali ini Jero Mangku Gede Prof. Dr. I Made Kartika Dhiputra, Dipl.-Ing yang sekaligus Menjabat sebagai ketua STAH DN Jakarta, yang didampingi oleh Jero Mangku Gede Made Sudiada, S.Pd.H., Alumni STAH Dharma Nusantara, Jero Mangku Pasek, S.Pd.H yang juga Alumni STAH Dharma Nusantara. Hadir juga mendampingi Jero Mangku Ketut Bratayudha, S.Pd.H., Sehari sebelum Hari H. Dilakukan Matur Piuning yang dipimpin Pinandita yang menghantarkan persembahyangan Jero Mangku Wayan Baret, S.Pd.H, dan didampingi Jero Mangku Nyoman Sutisna. Dalam Kesempatan tersebut dihadirkan Pendarma Wacana yaitu Bpk. Nengah Dhana, S.Ag.img_20140924_094143

Rangkaian metatah kali ini didahului dengan pencucian kaki peserta untuk terakhir kalinya oleh orang tua masing-masing dilanjutkan dengan sungkeman dari anak kepada orang tua untuk memohon restu, kemudian dilanjutkan dengan Raja Sewala dan naik ke balai metatah. Setelah semua peserta selesai metatah dilakukan prosesi Ida Pandita Pemuput Karya Mepios. Kali ini dipimpin Ida Pandita Panji Sogata dari Grya Lenteng Agung Jakarta Selatan. Kegiatan Sakral ini diakhiri dengan Persembahyangan bersama oleh Peserta Metatah, Orang Tua dan seluruh undangan dan Hadirin. Seluruh Kegiatan sakral ini disaksikan oleh kehadiran Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat yang diwakili Sekretaris Umum  Bp. Ir. I Ketut Parwata, Dirjen Agama Hindu Kementerian Agama RI yang diwakili Direktur Urusan Agama Hindu I Ketut Lancar, M.Si., Ketua WHDI Ibu Wikanti, Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi DKI Jakarta yang dihadiri oleh Bp. I Wayan Kantun, M.Fil.H.

img_20140924_094151

Usai acara sakral dilanjutkan acara profan yang diawali dengan laporan ketua panitia I Made Awanita, S.Ag., M.Pd. Dalam Laporannya ketua panitia mengatakan Upacara Metatah massal ini mengambil tema “Melalui Upacara Potong Gigi Massal Kita Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat” karena terkait dengan kewajiban STAH melakukan kegiatan Nyata sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengamalkan Ilmu Pengetahuan untuk kemajuan masyarakat dan bangsa. Stah adalah tempat untuk membina dan membentuk SDM Hindu sebagai putra bangsa yang berkarakter dan mampu mengendalikan dirinya, cakap, berpikir logis dan berbudi luhur dan berguna bagi agama, masyarakat bangsa dan negara.

img_20140924_094155

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat yang disampaikan oleh Bp.Ir. Ketut Parwata selaku Sekretaris Umum. Dalam sambutannya Sekum PHDI memberikan dukungannya atas kegiatan ini, bahkan berharap agar kegiatan metatah massal seperti ini harus diperluas lagi jangkauannya melibatkan umat Hindu yang lebih besar. Harapan besar juga disampaikan kepada seluruh umat Hindu dimanapun berada untuk mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan STAH DN Jakarta yang bermakna bagi kepentingan masyarakat baik dalam ruang lingkup Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang menjadi satu kesatuan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ditambahkan pula bahwa kedepan dukungan kegiatan seperti tersebut di atas oleh stake holder dan masyarakat akan berdampak kepada peningkatan kualitas lembaga pendidikan milik agama Hindu yang satu-satunya berada di ibukota yang dapat dilihat tolok ukurnya melalui akreditas yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional.

Direktur Jenderal Agama Hindu, Kementrian Agama RI Prof. Dr. IBG. Yuda Triguna, Ms., dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Direktur Urusan Agama Hindu I Ketut Lancar, M.Si mengatakan bahwa selaku pemerintah dan pribadi menyambut baik, berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada STAH Dharma Nusantara Jakarta yang telah memprakarsai dilaksanakannya metatah massal (potong gigi massal) ini sebagai perwujudan pengabdian masyarakat salah satu dari bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara potong gigi massal, yang bersama-sama dengan masyarakat Jakarta seperti inilah sangat perlu untuk dikembangkan dan disebarluaskan tidak hanya di jakarta tetapi berpeluang juga untuk dilaksanakan di daerah lainnya. Disamping biayanya yang murah juga menjadi ceminan bahwa umat Hindu telah mampu mengaplikasikan ajaran agamanya yaitu Tatwam Asi, hidup saling tolong menolong, membantu dan menghargai yang lain. Pada prinsipnya kita adalah sama yang bersumber dari Brahman. Kedepan pelaksanaan Yadnya perlu ada penyederhanaan dengan tidak mengurangi makna dan artinya. Pelaksanaan potong gigi massal ini sesungguhnya secara tidak langsung dapat memberikan pendidikan yang baik kepada generasi muda, bagaimana kita bisa hidup sederhana sebab kedepan kita akan sedikit demi sedikit akan kekurangan bahan baku, untuk upakara dan walaupun ada akan makin tidak terjangkau harganya oleh masyarakat. Oleh karenanya sebagai pemerintah kami sangat berterimakasih kepada masyarkat Jakarta yang sudah mulai mengantisipasi hal ini. Berkait dengan pelaksanaan upacara keagamaan di seluruh tanah air pemerintah telah berupaya untuk mendukung melalui bantuan dengan penyediaan sarana keagamaan seperti gong, gender dan lainnya sehingga semangat dalam pelaksanaan keagamaan terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Semangat dan kerja sama seperti ini kedepan harus terus dikembangkan dengan baik demi kemajuan bersama.img_20140924_094213

Pelaksanaan potong gigi seperti ini jangan hanya dilihat dari sisi cerimonialnya saja tetapi lebih penting dari itu adalah pengorbanan untuk kepentingan Dharma karena itulah Yadnya yang sesungguhnya. Bahkan pengorbanan atas dirinya sendiri untuk kepentingan Yadnya secara iklas dilakukan. Oleh karena itu semua umat Hindu Wajib metatah (potong gigi) sebagai simbul mengurangi kepuasan, keserahakan dan dimaknai pula sebagai pengendalian diri, pengendalian Sadripu sehingga tidak menjerumuskan diri ke jalan yang tidak baik tapi selalu menjunjung tinggi kebenaran dan mampu mengendalikan sifat sifat sadripu tersebut sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam semesta.

Usai sambutan Dirjen acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada peserta metatah dan orang tua, yang diberikan oleh seluruh hadirin yang hadir dan dilanjutkan dengan santap siang bersama dan adapula sesi foto bersama seluruh peserta dengan panitia dan hadirin yang berminat.

Tidak terasa rangkaian upacara potong gigi masal yang dimulai pada pukul 09.00 wib dan berakhir seluruh rangkaian upacara diakhir pukul 14.00. semoga pelaksanaan Yadnya dengan penuh kehiklasan ini bermakna dan berguna bagi masyarakat umum maupun masyarakat akademik maupun seluruh pemangku kepentingan. Semoga…!

Visitasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Di Stah Dharma Nusantara Jakarta

September 20, 2014 By: admin Category: Berita/News, Uncategorized

Jakarta, 19 September 2014. Bertempat di Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta Berlangsung Visitasi Oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Pada tanggal 18 sampai dengan 20 September 2014. Hadir Asesor dari BAN-PT Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd dan Dr. Ni Putu Sulistiawati, SE, AK.,MM. Disambut Ketua Stah Dharma Nusantara Jakarta Prof. Dr. Ir. I Made Kartika Dhiputra, Dipl.-Ing., Yayasan Dharma Nusantara Jakarta berserta civitas akademika Stah Dharma Nusantara Jakarta. visit3

Acara pembukaan visitasi dilaksanakan di gedung Dharma Sewanam Lt 1. juga dihadiri pemangku kepentingan, mahasiswa dan undangan. Kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi dilantai 3 gedung yang sama. Visitasi juga dilakukan keseluruh fasilitas pembelajaran seperti Lab Micro teaching, Lab Acara, Lab Komputer Dan Bahasa, Perpustakaan, Ruang Kelas dan lainnya.

Ketua Stah dalam acara pembukaan mengatakan semoga Stah dapat memberikan yang terbaik sehingga dapat memperoleh penilaian maksimal seperti yang diharapkan.

visit2

Dan menjadikan sebagai pembelajaran untuk tahun- tahun yang akan datang. Dr. Nyoman Gde Arsana yang mewakili ketua Yayasan Dharma Nusantara yang tidak bisa hadir mengharapkan agar Stah Dharma Nusantara Jakarta mendapatkan prioritas untuk dibina karena sebagai satu satunya lembaga pendidikan Hindu di Ibu kota, sehingga sekolah ini  dapat berperan meningkatkan Sumber daya manusia Hindu khususnya dan Bangsa umumnya. Dalam diskusi Ketua Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan I Ketut Ulianta menunjukkan pengembangan sistem informasi akademik dan sistem informasi perpustakan online yang berhasil dibangun dan dimiliki oleh Stah Dalam rangka mendukung pelayanan akademik serta sumber belajar mahasiswa dan masyarakat. Pembantu Ketua I,  Nyoman Yoga Segara Menjelaskan Visi misi Stah Kedepan diarahkan kepada upaya pengembangan kampus, Pengembangan prodi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat ibukota. Ketua Prodi Pendidikan Agama Hindu I Ketut Budiawan Aktif menjawab pertanyaan asesor dibantu para dosen dan mahasiwa yang hadir. visit1

Suasana kaku diawal akhirnya cair setelah pemeriksaan data berjalan 2 jam pertama jam selanjtnya lancar suasana relax dan akhirnya dapat diselesaikan dengan suasana lega yang dilanjutkan rekomendasi dan penyerahan rekomendasi tersebut oleh asesor. Asesor juga aktif memberikan masukan terhadap kekurangan sebagai pembelajaran untuk lebih meningkatkan mutu lembaga. Prof. Dr . Ida Ayu Gde Yadnyawati juga mengharapkan pengembangan prodi yang lebih banyak dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. uli

PENGABDIAN MASYARAKAT METATAH MASAL STAH DN JAKARTA

September 06, 2014 By: admin Category: Berita/News

brosur-ptong-gigi

PERTEMUAN PEJABAT DIREKTORAT JENDERAL BIMAS HINDU DENGAN PENGELOLA PERGURUAN TINGGI HINDU SELURUH INDONESIA

August 23, 2014 By: admin Category: Berita/News

Palu, Stahdnj.ac.id, Bertempat di Mercure Hotel Palu Sulawesi Tengah, tanggal 20-22 Agustus 2014 berlangsung Pertemuan Pejabat Direktorat Bimas Hindu Kementerian Agama RI dengan Para Pengelola Perguruan Tinggi Hindu Seluruh Indonesia. Kegiatan yang dibuka oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, menghadirkan Narasumber antara lain Direktur Pendidikan Hindu Drs. Ida Bgs Gde Subawa, M.Si, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, , Drs. Made Suparta, M.Hum dan Prof. Dr. I Made Antara. Kegiatan ini mengambil tema “Melalui Pertemuan Pejabat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Dengan Pengelola Perguruan Tinggi Hindu Kita Tingkatkan Networking Untuk Membangun Perguruan Tinggi Yang Kredibel”

Ketua Panitia Desak Tri Astiti mengungkapkan bahwa manfaat kegiatan ini untuk mendorong peningkatan mutu dan arah pengelolaan perguruan tinggi ke arah yang lebih baik. Peserta Kegiatan terdiri dari Pengelola perguruan tinggi antara lain dari Universitas Hindu Indonesia, STAH Lampung, STAH Dharma Sentana Palu, STKIP Amplapura, STAH Dharma Nusantara Jakarta, STKIP Singaraja, IHDN Denpasar, STAH Tampung Penyang Palangkaraya, STAH Gde Puja Mataram , STAH Santika Dharma Malang, STAHD Klaten.

dirpendDirjen Bimas Hindu Prof. Dr. IBG. Yudha Triguna, MS Mengharapkan kepada seluruh Perti Hindu untuk lebih mensikronisasikan kembali hubungan antara Yayasan dan Pimpinan Perguruan Tinggi serta meningkatkan komunikasi perguruan tinggi dengan Direktorat Jenderal dalam rangka lebih meningkatkan mutu perguruan tinggi dan tata kelola sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki kompetensi sesuai dengan progran studi yang ada. Dirjen juga mengingatkan untuk menyusun Rencana Strategis untuk masing-masing perguruan tinggi agar tidak terkesan bahwa program-program dan kegiatan yang dilaksanakan berasal dari hanya pikiran pimpinan pada saat itu, tetapi memang merupakan program yang telah terencana dengan baik dan terprogram dan dijaga kontinuitasnya sehingga membawa manfaat bagi perguruan tinggi itu sendiri.

dirjenDirjen juga menegaskan kita perlu membangun jaringan dan hubungan antar lembaga yang merupakan pekerjaan yang lebih berbobot dan sangat bermanfaat bagi umat Hindu secara keseluruhan. Dilain Sesi Diektur Pendidikan Drs. Ida Bagus Subawa, M.Si menekankan pentingnya membangun networking dalam rangka membangun perguruan tinggi yang kredibel. Beliau juga memberikan berbagai kiat-kiat membangun networking tersebut. I Wayan Suharta, S.Ag., M.Si memberikan materi kebijakan makro Ditjen Bimas Hindu tentang pengelolaan perguruan tinggi agama Hindu. Dilain sesi Drs. I Made Suparta, M.Hum Narasumber dari Universitas Indonesia Memberikan Kiat membangun Perguruan Tinggi Hindu Yang berdaya saing dan diakhir sesi Prof. Dr. Ir Made Antara Membawakan materi Pengembangan Sistem Informasi Kampus Dalam rangka menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Masing-masing sesi disertai dengan Diskusi yang diikuti dengan semangat oleh peserta sehingga terjadi interaksi yang cukup hangat namun tetap dalam koridor etika dan semangat mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada.

Dalam kesempatan ini forum sepakat dalam pembentukan dua lembaga yang dianggap penting dan dibutuhkan dalam memecahkan persoalan perguruan tinggi antara lain dibentuk Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Agama Hindu Yang di Ketuai Oleh Prof. Dr. Subagiasta dan Asosiasi Dosen Hindu Indonesia dan yang terpilih sebagai Ketua adalah I Made Awanita, S.Ag., M.Pd. (ulianta)

Pengabdian Masyarakat STAH DN Jakarta Ke Ketapang Lampung

August 21, 2014 By: admin Category: Berita/News

pertemuan-warga1

Pengabdian Masyaratkat STAH DN Jakarta di Kab Blitar

August 21, 2014 By: admin Category: Berita/News

pengabdian

Dibuka Angkatan II Diklat Yoga

August 18, 2014 By: admin Category: Pengumuman

Dibuka Kembali Diklat Yoga Untuk Angkatan II Level 1. Dan meneruskan Program Diklat  Level 2 Bagi Yang sudah mengikuti Level 1

cadbrosuryoga

Tes Seleksi Mahasiswa Baru

August 18, 2014 By: admin Category: Pengumuman

seleksi