STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

LOKASABHA VII PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA ( PHDI) DKI JAKARTA

December 20, 2020 By: admin Category: Berita/News

LOKASABHA VII PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA ( PHDI) DKI JAKARTA

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta menggelar Lokasabha pada tanggal 12 Desember 2020 di Madya Mandala Pura Aditya Jaya Rawamangun untuk membentuk pengurus harian Parisada DKI Jakarta masa bakti 2020-2025.

Lokasabha ke VII ini dihadiri oleh Ketua Umum Parisadha Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen TNI Purnawirawan Wisnu Bawa Tenaya dan dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Gubernur DKI Jakarta. Peserta Sidang Lokasabha berjumlah 53 orang dari berbagai perwakilan Instansi Hindu di Jakarta.

Sidang pertama dipimpin oleh ketua sidang sementara Ida Pedanda Gede Panji Sogata, Wakil Ketua: I Ketut Wardana, S.H, Sekretaris: Ida Bagus Yudhi Arnawa, M.Si. Penetapan pimpinan sidang tetap setelah sidang pertama selesai dan menetapkan Made Sudarta sebagai Ketua Pimpinan sidang tetap, dengan wakit Ketua Ida Bagus Wisnu, sekretaris Dr. Nyoman Adi Artha Bara dan dua anggota lainnya yaitu Nyoma Sutrisna dan Wayan Kantun Mandara.

Selain membentuk pengurus harian Parisada DKI Jakarta,  dalam Lokasabha juga membahas mengenai program kerja yang akan dilaksanakan Lima Tahun kedepan. Ditengah sidang yang berlangsung peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu Komisi A dan Komisi B yang masing-masing kelompok membahas program kerja yang akan dilaksanakan.

Masing-masing wilayah membawa Kandidat untuk dicalonkan menjadi Ketua Parisada Hindu Indonesia DKI Jakarta dan yang terpilih menjadi Ketua Parisada Hindu Indonesia DKI Jakarta adalah Ida Bagus Yudhi Arnawa, M.Si dan disetujui oleh semua peserta sidang Lokasabha.

Setelah terpilihnya Ketua baru maka acara selanjutnya adalah lepas sambut Ketua lama dengan Ketua baru dan dilantik oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Dengan terpilihnya ketua baru diharapkan dapat menjalankan tugas dan program kerjanya dengan baik selama lima tahun kedepan, dan SDM Hindu semakin maju khususnya di DKI Jakarta. (Septi)

Workshop Gender “Perempuan Hindu dalam Waris, Hukum dan Politik (Dulu, Kini dan Nanti)”

December 17, 2020 By: admin Category: Berita/News

Workshop Gender

Perempuan Hindu dalam Waris, Hukum dan Politik  (Dulu, Kini dan Nanti)”

Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta, 11 -12 Desember 2020

“Perempuan Indonesia Hebat, Indonesia Maju”

Dewan Pimpinan Nasional Peradah Indonesia bekerja sama dengan STAH Dharma Nusantara Jakarta bekerjasama untuk melaksanakan kegiatan Workshop Gender dengan tema “Perempuan Hindu dalam Waris, Hukum dan Politik (Dulu, Kini dan Nanti)”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal11 dan 12 Desember 2020. Ketua Umum Peradah Indonesia (I Gede Ariawan) dalam sambutannya menyatakan bahwa “Workshop ini merupakan kegiatan yang sangat penting. Seperti kita ketahui bahwa perempuan dan laki – laki memiki kedudukan yang sama baik dalam hak maupun kewajiban. Peran kita semua disini adalah saling mendukung dan mampu mewujudkan keadaan tersebut baik sekarang dan nanti”. Ketum Peradah Indonesia menyatakan bahwa kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang gender dan semua perempuan mampu untuk berada dan maju dibidang apapun. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua STAH DNJ (I Made Sutresna, S.Ag.MA), dalam sambutannya beliau mengatakan “Jadilah sesuatu dapatkan sesuatu, jika ingin menjadi sesuatu maka lakukanlah sesuatu” Beliau berharap bahwa para peserta mendapatkan sesuatu dari workshop ini dan mampu mengimplementasikannya”.

Sekretaris Jenderal Peradah yaitu Anak Agung Ayu Ari Widhyasari yang dalam kegiatan ini merupakan Ketua Panitia menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para peserta tentang bagaimana kedudukan perempuan dalam waris, hukum dan politik. Selain itu dalam workshop tersebut, para peserta juga diberikan pemahaman tentang kedudukan perempuan dalam agama Kristen dan Islam sehingga para peserta bisa memiliki pemahaman yang luas tentang sebenarnya bagaimana kedudukan perempuan dalam aspek agama lainnya.

 

Acara ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 11 Desember – 12 Desember 2020 bertempat di ruang pertemuan Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta. Pada kegiatan workshop ini, diisi oleh 6 (enam ) orang narasumber diantaranya:

  1. Anak Agung Oka Puspa yang merupakan Dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta
  2. Dewi Bunga yang merupakan praktisi Hukum Pidana
  3. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari yang merupakan Dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta
  4. Sonnya M. Uniplaita yang merupan Pendeta dan Leader Nawop Woman Community
  5. Arif Fahrudin yang merupakan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia
  6. Eneng Malianasari yang merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta

Para narasumber memberikan materi dalam konteks waris dalam Hindu, mengetahui secara umum tentang kasus – kasus pidana yang sering melanda perempuan, cara berbicara yang baik dan terstruktur di muka umum, mengetahui kedudukan perempuan dalam Kristen dan Islam, serta bagaimana perempuan dalam kancah politik.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 (duapuluh lima) peserta yang terdiri dari 12 (duabelas) perempuan dan 13 (tigabelas) laki – laki. Menurut Sekretaris Jenderal Peradah Indonesia, selama dua hari berturut – turut para peserta mulai memahami bahwa memang perempuan dan laki – laki memiliki kedudukan yang sama hanya berbeda pada jenis kelaminnya saja. Para peserta juga mulai menunjukan ketertarikannya untuk mendukung perempuan apabila perempuan maju dalam kancah politik. Bahkan para peserta mampu untuk berbicara dimuka umum dengan baik sehingga kedepan jika terjadi suatu peristiwa hukum para peserta mampu menyuarakan ketidakadilan.

Acara ini didukung sepenuhnya oleh KAICIID Dialogue Center yang merupakan suatu organisasi antar pemerintah yang keanggotannya terdiri dari tokoh – tokoh agama di seluruh dunia. Kegiatan ini terlaksana karena Sekretaris Jenderal Peradah menjadi salah satu fellows  dari KAICIID Dialogue Center dan diberikan initiative program.

Dalam kegiatan ini terdapat slogan yaitu “ Perempuan Indonesia Hebat, Indonesia Maju”

Oleh: Widhyasari

APIK adalah Persyaratan Penelitian Yang Bagus

December 08, 2020 By: admin Category: Artikel, Artikel Pendidikan

Oleh : I Ketut Ulianta

Perdebatan, Ketegangan, Kelucuan, berkohesi larut turut membentuk atmosfer Akademik di ruang sidang Ketika verifikasi judul proposal skripsi berproses. Calon-calon peneliti pemula yang akan membuat karya telah berusaha mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar permasalahan dan judul penelitian lolos dan dapat diangkat menjadi penelitian untuk mendukung penyusunan tugas akhir mereka. Sebagai seorang peneliti pemula sewajarnya banyak kesulitan-kesulitan yang dialami dalam rangka mempersiapkan diri untuk merancang sebuah penelitian untuk tugas akhir studi. Dominasi kesulitan yang Nampak adalah memilih masalah penelitian.

Bagi calon penelitian memilih masalah bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan boleh dikatakan sulit. Meskipun secara konseptual telah memahami apa itu masalah penelitian, tetap saja Ketika ditanya Masalahnya Apa ? mahasiswa belum dapat menjawab dengan tepat, singkat, padat dan jelas, tetapi dengan cara penjelasan yang berputar-puter tidak jelas ujung pangkalnya sehingga akhirnya ditanya Kembali masalahnya apa ? sehingga memantik kelucuan dan semua peserta tertawa Bersama….!! Dari mana masalah kita dapatkan ? yang pasti harus merupakan bagian dari “kebutuhan”  seseorang untuk dicari solusinya (Arikunto, 2010, p. 69). Berbagai hal dapat memunculkan masalah. Para Pengemudi Angkot yang telah diberikan gaji, insentif, kendaraan yang bagus masih saja mengemudi dengan ugal-ugalan  disuatu kota adalah contoh masalah yang harus dicari solusinya. Seorang guru telah menggunakan berbagai media, metode maupun strategi yang bagus dalam Mengajar, masih saja belum mampu membawa murid-muridnya untuk melampaui KKM yang telah ditentukan, yang jelas mahasiswa harus banyak membaca dan berkonsultasi dengan orang lain yang kira-kira memahami permasalahan yang relevan dengan idenya. Mahasiswa juga harus memiliki data awal terkait masalah yang ingin diangkat. Masalah penelitian yang baik itu adalah masalah yang ditemukan sendiri dari pada masalah hasil pemberian orang lain. Mahasiswa akan lebih puas dan memahami masalah karena muncul dari pemikiran sendiri, mereka akan menghayati masalah dan akan lebih mudah dalam mengerjakan tahapan selanjutnya dalam penelitian. Mereka tentu akan lebih senang melaksanakannya.

Masalah menjadi penting dan harus ada dalam penelitian karena secara garis besar penelitian adalah kegiatan untuk memperoleh solusi  terhadap suatu permasalahan yang terjadi melalui Langkah-langkah ilmiah (Riadi, 2014, p. 1).

Hal penting lainnya sebagai syarat penelitian akan dapat berlangsung dengan baik adalah Sesuai minat peneliti karena ini terkait dengan kemampuan dan kompetensi serta sesuai dengan keahliannya. Penelitian juga harus dapat dilaksanakan dalam arti tersedia data untuk melakukan penelitian. Syarat yang paling penting adalah manfaat dari penelitian. Bagaimanapun bagusnya judul, permasalahan, metode dan lainnya jika peneltian tersebut tidak memiliki manfaat tidak akan berguna jerih payah dan biaya yang dikeluarkan.

Seorang Ahli peneltian  Unibraw “ Prof. Dr. Suhardjono berpendapat penelitian yang baik yaitu APIK singkatan dari Asli, Penting, Ilmiah dan Konsisten (Arikunto, 2010, p. 72)

Asli dimaksudkan  original dan bukan jiplakan, dan buatan sendiri, bukan dari hasil mengganti-ganti penelitian orang lain. Penelitian tersebut berbeda dari penelitian yang sudah pernah diteliti orang lain.

Penting dimaksudkan bermanfaat dan dipandang penting dalam rangka pengembangan ilmu dan mendukung tugas yang sedang dilaksanakan.

Ilmiah maksudnya menggunakan proses yang dibenarkan oleh teori-teori penelitian yaitu terdapat sistematika penelitian yang lazim berlaku.

Konsisten maksudnya adalah runtut antara bagian yang satu dengan bagian yang lain misalnya antara rumusan masalah, tujuan penelitian dan butir-butir kesimpulan.