STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN REALISASI AJARAN AGAMA HINDU MELALUI PROGRAM VIDEO

July 02, 2017 By: admin Category: Artikel

(Studi Mahasiswa Jurusan Penerangan Agama Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH)  Dharma Nusantara Jakarta)

Oleh: I Made Jaya Negara SP

Proses Shooting

Agama Hindu adalah agama tertua di dunia yang telah mengalami rentang sejarah yang panjang. Hindu senantiasa bisa menerima ragam budaya dan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, hingga memasuki era Teknologi dan informasi saat ini. Perkembanan media Video dan kemajuan teknologi, jaringan internet, percepatan aliran informasi serta ketersediaan sumber informasi mempengaruhi pula upaya dalam memberikan pencerahan kepada umat agar senantiasa menjadikan agama sebagai suluh dalam kehidupan. Pengetahuan agama dapat disebarkan dengan mudah, cepat dan murah, menyusul berkembangnya teknologi. Bayangkan saja, seorang pandita memberikan dharma wacana di pelataran/wantilan pura yang diproduksi dalam sebuat program video dan didistribusikan melalui jaringan internet ataupun menggunakan media televisi dan disiarkan secara langsung atau pun tidak langsung, dapat disaksikan oleh ratusan hingga ribuan umat sampai di pelosok desa yang masih terjangkau siaran televisi tersebut.

Persiapan Sebelum Mencoba Pengambilan Gambar

Penggunaan jaringan internet, dapat digunakan menggali beragam informasi, mendalami ilmu pengetahuan (science) dan mengekplorasi kemampuan yang ada pada diri kita untuk ikut berbagi dan menyumbangkan pemikiran yang positif, inspiratif, inovatif, kreatif  dan berwawasan yang didasarkan atas dharma dari ajaran-ajaran agama Hindu. Kecerdasan yang terbentuk pada pribadi masing-masing umat merupakan hasil intelektualitas diri yang bermoral, dibentengi oleh norma-norma yang berlaku dan dilingkupi oleh satu kebenaran tertingi yaitu dharma.

Ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi haruslah mendapatkan perhatian yang lebih karena mengingat cara pandang dan pola pikir di lingkungan akademik berbeda dengan lulusan sekolah dasar, menengah dan sekolah tingkat atas. Hal ini menuntut selain pemahaman dalam bidang teoritis, juga menuntut untuk memahami dan mengaplikasikan teknologi guna membangun kemajuan diri dan bangsa.

Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta memiliki dua program studi yaitu: (1) Program Studi Pendidikan yang berkonsentrasi sebagai wahana pembentukan pemimpin dharma dibidang pendidikan dan membangun/membentuk tenaga pendidik secara professional dibidang pendidikan dan Agama Hindu. (2) Program Studi Penerangan Agama Hindu yang berkonsentrasi sebagai wahana pembentukan pemimpin dharma dibidang penerangan/pemberi pencerahan Agama Hindu.

Lulusan STAH Dharma Nusantara Jakarta  dituntut tidak hanya pandai dan cakap dalam hal pengetahuan teoritis tetapi juga dituntut untuk memiliki sikap dan ketrampilan yang akan mendukung hidupnya kelak bertugas ditengah masyarakat ketika sudah lulus kelak. Penguasaan teknologi terkait tugas dan kompetensi yan dimiliki akan membawa dampak majunya  masyarakat Hindu secara menyeluruh.

Mahasiswa Semester IV Jurusan Penerangan, Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, dalam Mata Kuliah “Pengembangan Media Komunikasi” mengarahkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan untuk mengembangan dan memproduksi media komunikasi untuk memberi pencerahan agama melalui kemasan media baik media audio, video, maupun media cetak. Pada semester genap 2017 ini mahasiswa dilatih untuk memproduksi tayangan video sejak dari pengumpulan ide, penulisan naskah video, mengembangan shooting script, Pemilihan Pemain, shooting, hingga editing. Serangkaian proses produksi sampai menghasilkan sebuah program video tersebutlah menjadi tagihan akhir yang akan dinilai oleh team dosen mata kuliah ini (Wayan Arif dan I Ketut Ulianta). Model pembelajaran yang digunakan oleh team dosen adalah PjBL (Project Base Learning). Dalam Pembelajaran ini mahasiswa diwajibkan membuat sebuah proyek film pendek. Dalam mata kuliah ini adalah sebuah film singkat berdurasi 20 menit dengan materi Pencerahan Agama Hindu.

Foto Bersama Dosen Tamu, Bpk Teguh Setiawan (Cameraman Senior dan Dosen Akademi Televisi Indonesia)

Untuk menambah dan memberikan pengayaan pengalaman langsung kepada mahasiswa dan sebagai sharing knowledge dalam bidang Teknik Produksi Video juga mendatangkan dosen tamu dari Akademi Televisi Indonesia (ITVI). Dalam hal ini mengundang Bp. Teguh Setiawan seorang Cameraman Senior dan Dosen ITVI. Sebagai sumber belajar tambahan tersebut diharapkan mahasiswa menyerap beberapa pengetahuan baru dari para praktisi dibidangnya serta mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan terkait perkembangan terbaru. Salah satu Program dari kelompok 1 tentang pemahaman Simbul dalam Agama Hindu, Dalam program tersebut menceritakan tentang bagaimana seorang umat yang ingin sekali mengetahui dan memahami tentang ajaran yang dianutnya dan anggapan serta pertanyaan-pertanyaan umat lain yg diluar kepercayaannya menjadikan inspirasi bagi pembuatan program video tersebut. Di satu sisi tujuannya memberikan pemahaman terhadap kepercayaannya sendiri dan di sisi lain menepis tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh umat lain (non-Hindu) terkait dengan tata cara pemujaan dan berkeyakinan dalam ajaran Hindu.  

Pembuatan program video ini adalah kreativitas mahasiswa ketika mengikuti pembelajaran dalam mata kuliah melibatkan dua kelompok dan menghasilkan 2 project proram video dengan tema berbeda. Kegiatan mahasiswa ini mendapat bimbingan dan diarahkan oleh dosen mata kuliah. Dalam penggarapan program video ini banyak mengulas makna-makna tentang ajaran Agama Hindu seperti Ketuhanan dalam Agama Hindu, simbol-simbol yang ada di bangunan tempat pemujaan dan konsep pemujaan yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Dengan pembahasan bahwa Tuhan menurut ajaran Hindu merupakan asal dari semua yang ada. Pudja dalam bukunya yang berjudul “Theologi Hindu (Brahma Widya)” mengatakan bahwa sifat Tuhan adalah “Satya yang merupakan kebenaran, pengetahuan, tidak terbatas yang diucapkan dalam satu kerangka Mantra yaitu “Sat Cit Ananda Brahman” sesungguhnya Tuhan adalah perwujudan Kebenaran, Kesadaran dan kebahagiaan (1999 : 11).  Konsep ketuhanan dalam Agama Hindu ada dua aspek pemujaan kepada Tuhan yaitu bersifat Nirguna Brahman dan Saguna BrahmanNirguna Brahman adalah Tuhan yang bersifat Transenden merupakan cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta, pemikiran yang mempelajari sifat Tuhan yang dianggap begitu jauh, berjarak dan mustahil dipahami manusia. Saguna Brahman adalah Tuhan yang diwujudkan kedalam bentuk simbol-simbol, hal ini dikarenakan keterbatasan pemikiran manusia untuk memahami esensi dari Tuhan Yang Maha Esa tersebut, maka diperlukan bentuk atau simbol sebagai alat konsentrasi kepada Tuhan, apakah hal itu salah? Dalam ajaran Hindu kaitannya dengan pemujaan kepada Tuhan tidak ada yang salah. Karena di dalam Pustaka Suci Veda (Bhagavadgita) pada Bab.4.11 menyatakan bahwa “ Sejauh mana semua orang menyerahkan diri kepada-Ku, Aku menganugerahi mereka sesuai dengan penyerahan diri itu. Semua orang menempuh jalan-Ku dalam segala hal, wahai putera Partha.” Jadi pada intinya dengan cara apapun engkau memuja Tuhan, maka dengan cara itu pula Tuhan akan datang memberkati.

Bp. Made Jaya Dosen STAH dalam adegan Penjelasan simbul-simbul agama Hindu.

Penjelasan lebih lanjut tentang pelukisan Tuhan dalam bentuk patung, relief dan gambar adalah suatu cetusan rasa cinta (bhakti). Berbakti, dengan kata dasar “bakti” berarti:  tunduk dan hormat, perbuatan yang menyatakan setia  (kasih, hormat, tunduk). Berbakti kepada Tuhan adalah sebuah keputusan untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat pengabdian hidup atau sasaran hidup,  “Sebab segala sesuatu adalah dari Ia, dan oleh Ia, dan kepada Ia” rasa bhakti ini juga diwujudkan dengan jalan menghormati dan menyayangi sesama ciptaan Tuhan dan orang yang menempuh jalan Bhakti di sebut Bhakta. Sebagaimana halnya jika seorang pemuda jatuh cinta pada kekasihnya, sampai tingkat madness (tergila-gila) maka bantal gulingpun dipeluknya erat-erat, diumpamakan kekasihnya., diapun ingin mengambarkan kekasihnya itu dengan sajak-sajak yang penuh dengan perumpamaan. Begitu pula dalam persembahan sajen (yang berisi makanan yang lezat dan buah-buahan) ke Pura, apakah berarti Tuhan umat Hindu seperti manusia, suka makan yang enak-enak? Pura dihias dan diukir sedemikian indah, apakah Tuhan umat Hindu suka dengan seni? Tentu saja tidak. Semua sajen dan kesenian ini hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan rasa bhakti kepada Tuhan. Jadi Agama Hindu memberikan kebebasan pada umatnya untuk memuja dan mengilhami Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri, karena ada ungkapan didalam ajaran Hindu “Pujalah simbol sebagai Tuhan, jangan puja Tuhan sebagai simbol.”

Harapan dari penulis bahwa melalui film documenter tersebut, semoga memberikan dampak yang positif terhadap pemahaman dan perkembangan ajaran Hindu di lingkungan akademis dan non-akademis. Semoga ajaran Hindu yang universal dapat dihayati oleh umat Hindu maupun non-Hindu sehingga terciptanya kedamaian dan kesejahteraan masyarakat, Bangsa  dan Negara.  

*) Pemeran Dosen STAH dalam Program Video.

Sarasehan Bertajuk Peran Lembaga Hindu & Masyarakat dalam Penguatan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu

June 11, 2017 By: admin Category: Berita/News

Jakarta, 10 Juni 2017, Bertempat di Aula Kampus STAH Dharma Nusantara Jakarta, di Pangkalan Jati Jatiwaringin Junction,  diadakan sarasehan bertema Peran Lembaga Hindu dan Masyarakat dalam penguatan Perguruan Tinggi Keagamaan  Hindu. sarasehan1Acara ini berlangsung selama 2,5 jam dan kali ini dimoderator oleh Dr. I Made Supartha.  Hadir dalam Kempatan ini Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tanaya, Sekretaris Umum PHDI Ir. Ketut Parwata Ketua Yayasan Dharma Nusantara Ir.IGK.Suena, Sekretaris Ditjen Bimmas Hindu Kementerian Agama RI  I Made Sutresna S.Ag., MA,  Ketua BDDN Wayan  Alit Antara, Bendahara Umum BDDN Komang Adi Setiawan, Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Prof. Dr. Ir. I Made Kartika D. Dipl.-Ing., Pembina Yayasan IB Jaya Pati, Undangan lainya, Sivitas Academika STAH serta Mahasiwa-mahasiswi STAH Dharma Nusantara Jakarta. Acara mulai pkl. 10.30 dan berakhir pada jam 13.00 Wib. Dalam Arahannya Ketua PHDI Mengajak Umat Hindu dan Mahasiswa untuk mementingkan Pendidikan. Kita harus memiliki cita-cita besar dan jangan mau mengecilkan diri sendiri. Beliau juga mengajak sivitas akademika untuk belajar berbagai Bahasa karena kelemahan yang ada saat ini adalah dalam komunikasi. Beliau juga menegaskan pendidikan tinggi seperti stah ini seharusnya menjadi garis terdepan dalam menjaga peradaban Hindu. Mengembangakan sumber daya manusia oleh karena itu kita harus : 1) Meninggikan cita-cita dan jangan membatasi diri sendiri, 2) Belajar senyum dan sabar, 3) Kerja keras, 4) Mementingkan Pengetahuan, Skill dan Kesehatan Baik sehat Jiwa dan Raga. Motivasi kepada mahasiswa juga sungguha luar biasa, Beliau mengajak kita semua untuk hidup dan bertidak secara Profesional – Efektif – Efisien – dan Modern serta terus menerus belajar. Beliau juga berharap stah menjadi ujung tombak Pancasila Sejati dan berani menyuarakan kebenaran, Mengaungkan hal – hal yang positif dan memiliki ketegasan.sarasehan2

Ketua STAH DN Jakarta Prof. Dr. Ir. I Made Kartika D. Dipl.-Ing dalam sambutannnya sebagai tuan rumah merasa angayubagia dan merasakan kepedulian umat dan Lembaga pada bidang pendidikan yang ditandai dengan kehadiran dan kepedulian secara legal aspek dari Ketua PHDI di kampus STAH di PKJJ Jatiwaringin Jakarta Timur. Beliau juga berharap semoga STAH yang merupakan perjuangan dari para tokoh pendahulu dapat kita teruskan dengan baik dan mahasiswa yang kita didik ini dapat bermanfaat dan berguna bagi nusa, bangsa dan Hindu secara khusus.

Ketua Yayasan Ir. IGK. Suena dalam sambutannya  berharap agar STAH mampu mendidik anak-anak kita sehingga Hindu menjadi semakin maju. Segala permasalahan semoga dapat kita selesaikan baik material maupun immaterial. Kita cari selusinya secara bersama-sama sehingga menjadi clear semua.

sarasehan3Sekretaris Ditjen Bimas Hindu dalam wejangannya juga mengajak kita semua untuk senantiasa menghadapi segala tantangan untuk dapat sukses. Karena bisa sukses kalau mampu menghadapi tantangan yang di berikan kepada kita semua. Kita akan jadi besar kalau kita bisa menghadapi tantangan seperti halnya Bhetara Gana. Dipukul terus dan bisa menjadi besar. Oleh karena itu Jangan selalu maunya berada di zona nyaman tetapi keluar dari zona tersebut dan berusaha menghadapi segala persoalan yang terjadi dengan baik.

Sarasehan ini diakhir dengan sesi foto bersama dan makan siang bersama.

STAH DNJ MENERIMA MAHASISWA/I BARU REGULER/EKSEKUTIF TA 2017/2018

June 05, 2017 By: admin Category: Pengumuman

spmb2017