STAHDNJ.AC.ID

Vidyaya, Vijnanam, Vidvan
Subscribe

AKTUALISASI NILAI SEWANAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS YAJNA YANG SATWIKA

July 10, 2022 By: admin Category: Berita/News

AKTUALISASI NILAI SEWANAM

DALAM MENINGKATKAN KUALITAS YAJNA YANG SATWIKA

 

Tangerang – Kepengurusan Suka Duka Hindu Dharma Banjar Tangerang dan Yayasan Vidya Kerta Jaya menyelenggarakan Seminar Keagamaan (Dharmatula) dengan  Tema “Bhakti Pujawali ke-58 kita aktualisasikan nilai sewanam dalam meningkatkan Kualitas yajna yang satwika”, Rangkaian Acara Pujawali ke 58 Pura Kertajaya Tangerang seminar dilaksanakan di Wantilan Pura Kertajaya Tangerang (10/07/2022). Dalam seminar tersebut Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta I Made Sutresna, S.Ag., MA. sebagai narasumber.

Ketua Suka Duka Hindu Dharma Banjar Tangerang I Made Suartha menyampaikan bahwa kita mengadakan seminar keagamaan dalam rangka pujawali ke-58 Pura Kertajaya, pada hari ini panitia pujawali mengadakan dharma tula dengan tema “Bhakti Pujawali ke-58 kita aktualisasikan nilai sewanam dalam meningkatkan kualitas yajna yang satvika”. Tema ini sangat sesuai dengan pujawali yang kita laksanakan setiap enam bulan sekali sehingga diharapkan kualitas pujawali dan yajna kita semakin baik dari waktu ke waktu.  Bapak Made Sutresna, beliau adalah Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta yang kalau tidak salah merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Hindu di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Kalau ada yang kurang jelas, jangan ragu-ragu untuk bertanya sehingga kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang yajna yang satwika.

Dalam acara seminar keagamaan (dharmatula) yang diikuti dari berbagai wilayan: Umat SDHD Banjar Tangerang, Umat Tigaraksa, Umat Tangerang Selatan, Umat Jakarta Barat,  Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta tentang  “Aktualisasi Nilai Sewanam dalam Meningkatkan Kualitas Yajna Yang Satwika” ada beberapa poin penting yang menjadi catatan, yaitu:

  1. memberi dengan iklas adalah pembelajaran mental dalam mencapai liberation/pembebasan, jika tdk pernah latihan maka akan selalu dalam keterikatan;
  2. sewanam sebagai proses transpormasi kesadaran dalam setiap melaksanakan kewajiban (swadharma) kita masing-masing;
  3. manusia hidup dari alam yg diciptakan oleh tuhan untuk manusia, jagat dengan segala isinya, berupa tanah, air, udara, sinar matahari, dan akasa yang mesti dikelola untuk kehidupan manusia secara bersama-sama dengan konsep sewanam (saling melayani); dan
  4. memenuhi perintah tuhan yang telah menciptakan dunia berbasis yajna dan itu sebagai sewanam dengan begitu hidup manusia akan  berkembang ke arah   kesempurnaan dan pada gilirannya akan  mengantarkan mencapai kelepasan/moksa, yakni tujuan akhir  kehidupan manusia.

Selanjutnya kegiatan penutup seminar keagamaan (dharmatula) Aktualisasi Nilai Sewanam dalam Meningkatkan Kualitas Yajna yang Satwika” panitia memberikan cendera mata kepada narasumber dan moderator yang diserahkan oleh Ketua SDHD Banjar Tangerang dan Ketua Yayasan Vidya Kertajaya.

Penulis: Budiawan

Sraddha dan Implementasi Pengabdian pada Kehidupan

July 10, 2022 By: admin Category: Berita/News

Pengabdian Masyarakat di Pura Amerta Jati Cinere 

Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta pada Sabtu, 09 Juli 2022 kembali melaksanakan kegiatan Ngayah dalam rangka piodalan yang dilaksanakan di Pura Amerta Jati Cinere-Jakarta Selatan (09/07).

Secara geografis Pura Amrta Jati, Cinere terletak batas wilayah DKI Jakarta dan wilayah Depok. Pura ini berlokasi di areal Komplek Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Pangkalan Jati, Cinere. Daerah Pangkalan Jati ini di belah menjadi dua kecamatan yaitu kecamatan Pondok Labu dan kecamatan Limo. Kecamatan Pondok Labu masuk wilayah Jakarta Selatan, sedangkan Kecamatan Limo masuk wilayah Depok. Adapun lokasi Pura ini beralamat di Jalan Punak No. 33, Pangkalan Jati, Cinere. Pura ini masuk wilayah Depok yang pada awalnya tanah yang diberikan oleh TNI AL melalui Surat Kepala Jawatan Material TNI AL No. B/1843/X/81, pada hari Jumat Tanggal 9 Oktober 1981 luasnya 2.500 m2, namun pada tanggal 11 Desember 1985, TNI AL kembali mengeluarkan ijin penggunaan lahan yang berada di sebelab barat seluas 1.227 m2, sehingga luas tanah keseluruhan sekarang menjadi 3.727 m2

Pelaksanaan persiapan ini diikuti oleh umat yang ada di wilayah Jakarta Selatan dan dalam kesempatan ini  dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanana pengabdian kepada masyarakat dengan program penyuluhan terprogram kepada umat. Kegiatan yang diikuti dalam pelaksanaannya adalah Dharma gita,  banten, dan bersih-bersih lingkungan pura. 

Proses persiapan banten ini menjadi langkah awal kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian yang dalam hal ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa. Dalam hal ini terdiri dari: I Made Sutresna, S.Ag., MA, Dra. Anak Agung Oka Puspa, M.Fil.H, Drs. I Wayan Budha, M.Pd, Dr. Untung Suhardi, S.Pd.H., M.Fil.H, I Ketut Angga Irawan S.Ag., M.Si, I Made Jaya Negara SP. S,Sn., M.Fil.H, I Made Biasa, S.Ag., M.Fil.H, Noni Agustina, M.Pd, Dr. Yudi Wibawa Yasa, I Ketut Sudaria, S.Pd., M.Pd, Ni Ketut Rusmini Susilawati, S.Pd.H. M.Si, Puji Nurmawati, S.Pd., M.Pd, Anak Agung Rai Suarniti, Kadek Artana, I Made Rahayu KY, I Gede Karsana, dan I Gede Putra. 

Dharmagita yang dilantunkan oleh I Made Biasa dan Ketu Sudaria ini membeirkan nusansa yang religius dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang ada  di Pura tersebut. Karena dalam hal ini ada petuah suci yang memberikan kesan sakral dan dilandasi dengan nilai-nilai magis dan petunjuk suci yang ada dalam kidung tersebut. 

Proses pembuatan sarana upakara ini merupakan bagian dari pengejawantahan dari nilai-nilai ritual harus dibarengi dengan pemaknaan yang diterapkan dalam kehidupan.  Hal ini menandakan bahwa pelaksanaan kehidupan ini harus melingkupi hukum tertib semesta yang dalam setiap gerak dan langkah kita harus berpedoman pada Tri kerangka dasar umat Hindu.  

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada hakekatnya menjadikan puncak dari keilmuan seseorang yang pada dasarnya ada nuansa kebersamaan yang terjadi di dalamnya. Kebersamaan ini berarti menumbuh kembangkan hubungan sosial yang berbudaya, artinya adanya suatu keseimbangan antara hubungan berdasarkan pada kasih sayang dan hubungan berdasarkan pada kepentingan. Kepentingan yang menjadi dasar hubungan sosial itu harus bersifat untuk kepentingan umun dan bukanlah untuk kepentingan individu yang tidak berlandaskan pada dharma. Peningkatan hidup rohani maupun jasmani tidak dapat diraih dengan baik tanpa adanya prema dan bhakti. Prema adalah kasih sayang sebagai dasar hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan alam lingkungannya, sedangkan bhakti adalah landasan hubungan manusia dengan Tuhan.

 

Penulis: Untung Suhardi.

 

Tat Twam  Asi dalam Kehidupan Masyarakat di Jakarta

July 04, 2022 By: admin Category: Berita/News

Pengabdian Masyarakat pada Persiapan Hari Raya Kuningan dan Piodalan  Pura Purna Jati Cilincing-Jakarta Utara

Tat Twam Asi yang mempunyai makna dia adalah kamu, dan juga saya adalah kamu mengajarkan untuk menghormati dan tidak menyakiti orang lain karena pada dasarnya semua makhluk diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dalam ajaran agama hindu diyakini bahwa semua makhluk memiliki atma yaitu roh yang menghidupkan makhluk dan merupakan percikan kecil dari Brahman/Tuhan Yang Maha Esa. Penerapan ajaran Tat Twam Asi melalui kegiatan pendidikan dapat dilakukan oleh dosen melalui pembelajaran yang bersifat objektif bukan subjektif. Melalui kegiatan penelitian, dosen dapat membuat tulisan terkait toleransi beragama. Sedangkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dosen dapat membuat kegiatan yang menggunakan konsep ajaran Tat Twam Asi seperti kegiatan ngayah untuk seluruh umat beragama.

Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta pada Kamis tanggal 16 Juni 2022 mulai jam 08.00   sampai jam 16.00 kembali melaksanakan kegiatan Ngayah dalam rangka piodalan yang dilaksanakan Pura Purna Jati Cilincing-Jakarta Utara. Rutinitas yang dilakukan terkait dengan persiapan hari raya dan piodalan suatu pura dapat dilaksanakan pada setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Keberadaan pura Purna Jati Cilincing  yang ada  di Jl. Raya Cilincing No.Kel, RT.15/RW.16, Semper Bar., Kec. Cilincing, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14130 dalam hal ini dilaksanakan setap 6 bulan bertepatan dengan hari raya Kuningan yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juni 2022. 

Pura Purna Jati Cilincing di kelola oleh SDHD Tempek Cilincing yang terdiri dari warga sipil, PNS, TNI, Polri, dan Karyawan, dalam pelaksanaan kegiatan social keagamaannya terlibat langsung seluruh warga Tempek untuk melaksanakan ngayah, arisan, bhakti sosial, kegiatan organisasi keagamaan dan kegiatan penunjang lainnya. 

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DN Jakarta) ini di pimpin langsung oleh Ketua STAH DN Jakarta I Made Sutresna, S.Ag., MA. Pelaksanaan ngayah ini dijadikan sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat karena wujud implementasi dari pembelajaran dan penelitian yang langsung diterapkan di lapangan sesuai dengan desa, kala dan patra. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Kamis tanggal 16 Juni 2022 dihadiri pula Waka II Dra. Anak Agung Oka  Puspa, M.Fil.H, Kabag.Auak Ni Ketut Rusmini Susilawati, S.Pd,H., M.Si, ketua LP3M Drs. I Wayan Budha, M.Pd, Ketua LPM Anak Agung Patera, SE., M.Fil.H., Sekertaris LPM Ni Nyoman Sugi Widiastithi,Amd.Keb., S.Pd.H., M.Si., para dosen yang turut hadir, dan sejumlah tenaga kependidikan serta mahasiswa. 

Kegiatan awal pada pagi hari jam 08.00 dengan melantunkan nyanyian suci keagamaan (Dharma Gita) di dalam Pura dan dilanjutkan dengan pembuatan kelengkapan sarana upakara.

Pembuatan sarana upakara, melibatkan seluruh ibu-ibu yang ada di SDHD tempek Cilincing serta WHDI yang ada di wilayah Jakarta Utara yang turut membantu pelaksanaan persiapan pembuatan sarana upakara. Selain itu, ada juga tim pelaksana pengabdian dari rumpun ilmu acara agama Hindu yang terlibat langsung dosennya yaitu Dra. Anak Agung Oka  Puspa, M.Fil.H yang dibantu oleh dosen dan mahasiswa yang lain  dalam proses pembuatan sarana upakara.

 

Pendampingan merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan agama kepada masyarakat. Pendampingan dalam kegiatan ini adalah sebuah kegiatan untuk membantu masyarakat yang memerlukan pengembangan baik dalam proses interaksi dan komunikasi dari, oleh dan untuk anggota masyarakat serta mengembangkan kesetiakawanan dan solidaritas dalam rangka tumbuhnya sebagai manusia yang utuh sehingga dapat berperan dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan kemapuan yang dimiliki.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Pura Purna Jati Cilincing adalah memberi pendampingan dalam menyiapkan sarana upakara menjelang Hari Raya Kuningan. Pendampingan diberikan dalam hal membuat berbagai sarana upakara. Melalui pengabdian kepada masyarakat sivitas akademika Sekolah Tinggi Agama Hindu telah mendekatkan diri kepada masyarakat atau umat di  Cilincing. 

Penulis: Ni Nyoman Sugi Widiastithi. 

  • Jurnal PASUPATI ISSN 2303-0860

  • Memajukan SDM Hindu

    Salah Satu Karya Dosen STAH DNJ

    Memajukan SDM Hindu

  • Categories

  • Recent Posts

  • Archives

  • DHARMAGITA

    Mrdukomala

    Ong sembah ninganatha tinghalana de tri loka sarana

    Ya Tuhan sembah hamba ini orang hina, silahkan lihat oleh Mu penguasa tiga dunia

    Wahya dhyatmika sembahing hulun ijongta tanhana waneh

    Lahir bathin sembah hamba tiada lain kehadapan kakiMu

    Sang lwir Agni sakeng tahen kadi minyak saking dadhi kita

    Engkau bagaikan api yang keluar dari kayu kering, bagaikan minyak yang keluar dari santan

    Sang saksat metu yan hana wwang ngamuter tutur pinahayu

    Engkau seakan-akan nyata tampak apabila ada orang yang mengolah ilmu bathin dengan baik

  • STATISTIK