stahdnj.ac.id

STAH Dharma Nusantara Jakarta
Subscribe

Dies Natalis XVII

December 03, 2011 By: admin Category: Artikel Pendidikan

viagra drug interactionsviagra pillsviagra versus cialisviagra vs cialisviagra virusviagra 150 mgviagra informationviagra japanviagra like drugsviagra when to takeviagra dosesviagra yahooviagra under tongueviagra experiencesviagra canadaviagra going genericviagra generic nameviagra use in womenviagra in womenviagra horror storiesviagra 36 hoursviagra warningsviagra interactionsviagra adviagra youtubeviagra goldviagra hearing lossviagra voucherviagra in canadaviagra tipsviagra theme songviagra not workingviagra quotesviagra questionsviagra japanviagra shelf lifeviagra kidsviagra effects on womenviagra knock offsviagra virusviagra generic dateviagra urban dicviagra y alcoholviagra dependencyviagra next day deliveryviagra joint painviagra vasodilatorviagra dangersviagra ringviagra cialisviagra email virusviagra priceviagra storiesviagra los angelesviagra young ageviagra kick inviagra substituteviagra newsviagra kidneyviagra generic dateviagra headacheviagra ingredientsviagra when to takeviagra 25mgviagra buy onlineviagra alternativeviagra and blood pressureviagra original useviagra young peopleviagra interactionsviagra 300mgviagra eye problemsviagra off patentviagra 100mg reviewviagra doesn’t workviagra 2011viagra 30 pills 100mg eachviagra usage tipsviagra patent expirationviagra kullanimiviagra samplesviagra or cialisviagra vs levitraviagra generic nameviagra quadriplegicsviagra youngviagra free samplesviagra erectionviagra vs cialis priceviagra jokesviagra light switchviagra reviewsviagra expiration dateviagra 130 mgviagra za muskarceviagra 30 year old maleviagra 30sviagra horror storiesviagra and ecstacyviagra maximum doseviagra no prescription usaviagra from indiaviagra before and afterviagra y alcoholviagra overdoseviagra ingredientsviagra youtube channelviagra expirationviagra discount couponviagra vs. birth controlviagra and zocorviagra jet lagviagra overdoseviagra use in young menviagra recreational useviagra kick in timeviagra with dapoxetineviagra retail priceviagra juicingviagra 100 side effectsviagra generic onlineviagra effectsviagra before and afterviagra nitric oxideviagra commercial songviagra theme songviagra womenviagra you raise me upviagra 100viagra kick inviagra resultsviagra benefitsviagra under tongueviagra online prescriptionviagra dosageviagra with alcoholviagra durationviagra triangleviagra eye problemsviagra juicingviagra shelf lifeviagra no prescriptionviagra vs genericviagra lawsuitviagra soft tabsviagra online prescriptionviagra use directionsviagra zoloft interactionviagra you raise me upviagra and grapefruit

Jakarta, 1 Oktober 2011. Kesungguhan dan semangat serta ihklasnya, seluruh insan yang terlibat dalam acara Dies Natalis XVII dan Wisuda IX STAH DN Jakarta Pada tanggal 1 Oktober 2011 yang dirangkaikan dengan Upanayana serta Samawartana yang dilakukan sehari sebelumnya tanggal 30 September 2011 dengan menghadirkan wiku saksi terdiri dari 7 pandita sejabodetabek menumbuhkan jiwa dan semangat baru.

Acara Dies Natalis dan Wisuda kali ini berlangsung di Auditorium Binakarna Hotel Bidakara Jakarta Selatan. Sebelum acara formal dimulai pemangku matur piuning memohon kehadapan Hyang Widhi demi kelancaran acara ini. Diiringi dengan tabuh geguntangan yang dibawakan oleh sekehe geguntangan STAH DN Jakarta.

Kegiatan panitia menjelang acara dimulai penuh dengan dinamika persiapan berangsur-angsur tenang sesaat menjelang dimulainya acara inti Nampak Langkah-langkah cepat dan sigap untuk berusaha agar acara bisa dimulai sesuai dengan rencana. Serentak Kesibukan tersebut terhenti setelah semua dinyatakan siap dan acara  dinyatakan bisa dimulai.

Diawali dengan gemulai tarian penyambutan tamu undangan yaitu tari Pupanjali yang dibawakan oleh mahasiswi STAH Dharma Nusantara, menunjukkan kompetensinya bahwa tidak saja dalam bidang akademik dan keagamaan tapi juga terampil menari, mengolah gerak tubuh menjadi sesuatu yang indah dan seni dan dapat membuat suasana menjadi segar ceria dan mampu membawa vibrasi kebahagiaan seperti apa yang tengah dirasakan oleh para wisudawan-wisudawati dan keluarga sebagai hasil dari perjuangannya di bangku kuliah selama kurang lebih 4 tahun lamanya. Dengan segala suka dan duka, ditempuh dengan langkah pasti.

prosesi-sidang

Prosesi Pembukaan Sidang Terbuka Senat & Guru Besar STAH DN Jakarta

Peniupan Sunggu yang panjang dan menggema sebanyak tiga kali sebagai pertanda prosesi sidang Senat dan Guru Besar Terbuka STAH DN Jakarta dimulai, petugas pembawa bendera dan perlengkapan prosesi dengan gerak langkah tegap menuntun barisan Senat dan Guru Besar menuju podium dengan diiringi lagu khas sebagai lagu perjuangan kebebasan akademik, dengan judul Gaudemus Igitur. (”Karenanya marilah kita bergembira”) adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini. Suasana bertambah khidmat dengan suara paduan suara dengan bermutu dan berkualitas sebagai buah atas kegigihan latihan para personilnya yang diasuh pelatihnya dengan penuh keseriusan.

Team Paduan Suara Mahasiswa STAH DN Jakarta

Team Paduan Suara Mahasiswa STAH DN Jakarta

Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di awal sebagai penghormatan anak bangsa kepada bangsa dan negaranya. Selanjutnya pembacaan Weda Vakya oleh duet mahasiswa yaitu I Ketut Sudarya dan Komang Agus.

Laporan Ketua Panitia penyelenggara Oleh I Ketut Ulianta. Dalam kesempatan ini dilaporkan beberapa hal terkait dengan dasar penyelenggaraan dan keseluruhan rangkaian acara termasuk penyelenggaraan wiku saksi, guru daksina yang menghadirkan para pandita sejabodetabek saat upacara Upanayana dan Samawartana sehari menjelang pelaksanan Wisuda. Wisudawan dan wisudawati yang dilantik sebanyak 39 mahasiswa. Dilaporkan pula yang mengikuti Upanayana yaitu 54 orang mahasiswa S1 dan 23 orang karya siswa S2 yang pelaksanaannya bertempat di Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur.

Laporan Ketua Panitia Penyelenggara Dies Natalis XVII & Wisuda IX STAH DN Jakarta

Laporan Ketua Panitia Penyelenggara Dies Natalis XVII & Wisuda IX STAH DN Jakarta

Usai laporan ketua panitia, himne STAH DN Jakarta, dikumandangkan kembali oleh Group paduan suara dengan iringan melodi dan nampak Dirigen dengan gerak yang tangkas, sigap dan tegas memimpin peserta paduan suara.

Orasi Ilmiah yang singkat padat dan jelas selama 15 menit, mengetengahkan tema “Rekonstruksi Pendidikan Hindu di Indonesia oleh Prof.Dr. I Made Titib, Ph.D yang saat ini menjabat sebagai Rektor IHDN Denpasar.

Dilanjutkan dengan Pelantikan Wisudawan-wisudawati. Perlahan-lahan dengan langkah pasti satu persatu wisudawan menuju podium untuk dilantik oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Prof. Dr. Ir. I Made Kartika Dhiputra, Dipl.-Ing. Pada saat yang sama seluruh wisudawan menerima Ijazah dan Akta 4 (Empat). Suasana haru bercampur bahagia tercermin nampak pada wajah para wisudawan, bahwa inilah saatnya kebahagiaan hasil perjuangan selama ini di bangku kuliah. Gemblengan, tantangan, tugas, masalah semua dapat teratasi dengan kegigihan dan ketekunan tanpa mengenal putus asa.

Pelantikan Wisudawan/Wisudawati Oleh Ketua STAH DN Jakarta

Pelantikan Wisudawan/Wisudawati Oleh Ketua STAH DN Jakarta

Janji Wisudawan dibacakan oleh dua perwakilan mahasiswa dan mahasiswi yaitu yang diikuti secara serentak oleh seluruh wisudawan dan wisudawati, kemudian Kesan dan Pesan Wisudawan yang dibawakan oleh seorang wakil wusudawan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Kendi Ilmu Pengetahuan sebagai lambang mengalirnya terus menerus Ilmu pengetahuan tanpa henti dari generasi ke generasi, agar tak henti-hentinya kita belajar dan selalu berkesinambungan. Kendi ini diserahkan kepada mahasiwa baru oleh perwakilan wisudawan.

Lagu Bagimu Negeri mengingatkan bahwa kita harus berbuat untuk negeri sesuai swadarma masing-masing.

Sambutan Ketua STAH DN Jakarta

Sambutan Ketua STAH DN Jakarta

Sambutan-sambutan yang diawali dengan sambutan dari Ketua STAH DN Jakarta. Dalam sambutannya Ketua STAH DN Jakarta mengungkapkan bahwa STAH Dharma Nusantara Jakarta, dalam merambah sejarah proses Pendewasaan Institusional dan Eksistensi Kelembagaan dalam 3 tahun terakhir ini dapat dikatakan mengalami perkembangan yang sangat pesat dan signifikan, yaitu berawal dari telah dicapainya status : “TERAKREDITASI B sesuai ketetapan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan suratnya No.: 011/BAN-PT/Ak-XII/S1/V/2009 tertanggal 29 Mei 2009, sehingga diberikan kewenangan untuk melaksanakan ujian-ujian bagi Program Strata S1 PS Pendidikan Agama Hindu, yaitu ujian secara mandiri, tidak lagi mengikuti ujian Negara, serta kewenangan untuk menerbitkan atau memberikan Ijasah Kesarjanaan bagi lulusannya, secara mandiri juga, yaitu ijasah dikeluarkan dan ditanda tangani oleh Ketua STAH DNJ dan diketahui oleh Dirjen Bimas Hindu. Hal ini tentunya telah memacu peningkatan kompetensi, semangat serta kepercayaan diri dalam pengabdian bagi segenap Sivitas Akademika STAH Dharma Nusantara Jakarta, dan bahkan semangat ini menjadi lebih efektif dan terarah setelah STAH Dharma Nusantara Jakarta diberikan kepercayaan oleh Dirjen Bimas Hindu sebagai tuan rumah penyelenggaran ”Temu Karya Ilmiah dan Lomba Keterampilan Akademik Perguruan Tinggi Agama Hindu”, yang diikuti oleh peserta dari 11 PERTI Hindu seluruh Indonesia dan telah sukses pelaksanakannya pada tanggal 19 s/d 21 Juli 2011 di Hotel Redtop Jakarta.

Ketua STAH dalam sambutannya juga menghimbau Sebagaimana harapan dari para tokoh umat Hindu yang merasa terpanggil dan ”Jengah” khususnya dalam masalah Peningkatan kualitas SDM Hindu, maka dalam wacana penyusunan Grand Design, yang telah disampaikan kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia, sebagai masukan dalam Mahasabha ke X nanti (bulan Oktober 2011), tersirat bahwa, peningkatan kualitas “Sumber Daya Manusia Hindu Indonesia yang Cerdas dan Religius” hanya melalui proses pendidikan yang berkelanjutan. Andaikan hal tersebut dapat di-Akomodir dan mudah-mudahan dapat menjadi salah satu Program Kerja PHDI, maka dengan segala hormat mohon bantuan dan partisipasi nyata, disamping doa restunya, sehubungan dengan segera dilaksanaka pembangunan Kampus Baru STAH Dharma Nusantara Jakarta yang rencananya akan dimulai tahun ini, yaitu diatas lahan tanah yang telah di persiapkan oleh pihak Yayasan Dharma Nusantara saat ini, atas prakarasa bapak Ir. IGK. Suena dibantu oleh bapak Ir Putu Suarsana, yang telah mempersiapkan lahan tanah seluas sekitar 1,7 Ha didaerah Parung, Bogor Jawa Barat. Sedangkan Pembangunan Gedungnya adalah atas dana bantuan “Pengembangan Sarana Prasarana” dari pemerintah cq Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, terkait dalam program pembinaan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Hindu di Indonesia, sehingga mudah-mudahan dalam tahun depan nanti, 2012, Identitas Eksistensi STAH Dharma Nusantara akan terbentuk, dan semoga “Brand Image yang baik” bagi STAH Dharma Nusantara Jakarta sebagai satu-satunya lembaga Pendidikan Tinggi Agama Hindu yang Berwibawa dan Kompetens di Jakarta / Jabodetabek akan segera terwujud nyata.

Juga diungkapkan bahwa untuk menyelaraskan dan merealisasikan Tujuan dalam Visi dan Misi, STAH Dharma Nusantara Jakarta: “VIDYA-VIJÑ?NA-VIDVAN”, dan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka pada hari ini, STAH Dharma Nusantara Jakarta akan menanda tangani Kesepakatan Bersama dengan beberapa Perguruan Tinggi Hindu di Indonesia yang masing-masing dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) sebagai Payung Kerjasama Antar Perguruan Tinggi Hindu di Indonesia, sehingga semua pihak akan dapat memanfaatkan jejaring landasan kerjasama ini dalam merealisasikan : Relevansi dan Ciri Khusus Kompetensi Kelulusan bagi masing-masing Perguruan Tinggi terkait dalam Expected Learning Outcome yang sesuai dengan Paradigma Baru Pengembangan dan Penataan Perguruan Tinggi masing-masing secara berkelanjutan, semoga komitmen ini dapat mewujudkan PADMA BHUANA dibumi Nusantara ini sebagai Kebersamaan dalam Pengabdian : Abhipraya Mahadibya Satyam Wacanam - Satyam Laksanam“,

Diakhir sambutannya Ketua STAH mengucapkan Selamat dan Sukses kepada para Wisudawan/Wisudawati beserta keluarga yang berbahagia atas keberhasilan mereka menyandang gelar S.Pd.H., maka mulai saat ini teruskanlah cita-cita Saudara semua sebagai Duta Agama Hindu dalam mencerahkan dan meningkatkan Sradha - Bhakti umat Hindu melalui Dharma Sadhana di Bumi Nusantara berpedoman pada “NALAR , NALURI DAN NURANI” serta “NIAT BAIK”, dan jangan pernah melupakan Almamater Saudara.

Terimakasih juga disampaikan terima kasih kepada Para Pandita/Sulinggih yang berkenan sebagai Manggala Upacara maupun Wiku Saksi dalam acara Upanayanam dan Samawartanam; kepada Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Bapak Prof. Dr. IBG. Yudha Triguna MS yang dengan penuh ketulusan telah memberi dukungan moril maupun materiil dalam memajukan STAH Dharma Nusantara Jakarta; begitu juga kepada segenap Pengurus Yayasan Dharma Nusantara, para Guru Besar, Dosen dan Staf Akademik / non Akademik serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas kerja keras dan tim work-nya yang baik sehingga Upacara Dies Natalis ke XVII dan Wisuda ke IX, dapat berlangsung sehidmat dan semeriah ini di Gedung Auditorium Bina Karna Lt I – Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta yang megah ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa Asung krtha war?nugraha dalam membimbing kita semua menuju tercapainya Kesempurnaan Hidup.

Penanda Tanganan MoU antara Pimpinan Perti Hindu dengan STAH DN Jakarta

Penanda Tanganan MoU antara Pimpinan Perti Hindu dengan STAH DN Jakarta


Usai sambutan Ketua STAH DN Jakarta, dilangsungkan penandatangan MoU antara STAH Dharma Nusantara dengan Perguruan Tinggi Agama di Indonesia antara lain dengan STKIP Tampung Penyang Palangkaraya, Universitas Hindu Indonesia Denpasar, STAH Gde Puja Mataram, IHDN Denpasar, STAH Dharma Sentana Palu, STHD Klaten  dan diketahui oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. IBG. Yudha Triguna MS. Seluruh Ketua dan Rektor yang hadir dan menandatangani MoU tersebut berturut-turut adalah Prof. Dr. I Made Kartika Dhiputra, Dipl.-Ing (STAH DN Jakarta), Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil. (Ketua STKIP Tampung Penyang Palangkaraya) Prof. Dr. IBG. Yudha Triguna, MS. (Rektor UNHI Denpasar), Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA., M.Phil., Ph.D (Ketua STAH N Gde Puja Mataram), Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D (Rektor IHDN Denpasar), Sunarto, S.Ag., M.Si (Ketua STHD Klaten)  dan Prof. Dr. Ir. I Made Antara, MP (Ketua STAH Dharma Sentana Palu). Usai penandatangan MoU dilanjutkan dengan sambutan tertulis dari ketua Yayasan Dharma Nusantara.

Ketua Umum Yayasan Dharma Nusantara IGK. Suena dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Ketua Yayasan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kesuksesan lembaga STAH DN untuk ikut dalam upaya pencerdasan umat. Dengan adanya wisuda berarti tahap-tahap proses pendidikan sebagaimana yang diisyaratkan oleh peraturan dan perundangan yang berlaku secara formal telah dijalankan oleh STAH hingga akhirnya seluruh mahasiswa pada jenjang tersebut dapat sampai pada tahap akhir dari proses yang diisyaratkan.

Dalam sambutannya ketua Yayasan juga mengajak dan mengingatkan bahwa kewajiban bagi seluruh umat untuk ikut serta berpartisipasi dan peduli terhadap upaya pembinaan anak-anak dalam menyiapkan mereka menjadi generasi penerus masa depan Hindu. Dengan kata lain tugas ini adalah tugas bersama yang harus di emban secara bersama-sama, bukan semata-mata tugas STAH dan Yayasan, oleh karena itu diharapkan umat sedharma untuk “Melu Handerbeni/ikut merasa memiliki, mempersatukan tekad dan upaya untuk bersama-sama mengemban amanat yang mulia ini.

Diakhir sambutanya disampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para wisudawan/wisudawati atas keberhasilan dalam menjalani seluruh proses yang panjang seraya berpesan bahwa teruslah belajar dan menerapkan ilmu yang diperoleh karena sesungguhnya universitas yang sebenarnya adalah dimasyarakat dalam hidup kita.

Sambutan Dirjen diawali dengan pujian secara tulus diberikan kepada team paduan suara yang telah menunjukan kesungguhan dan prestasinya dalam acara ini sehingga menghasilkan karya maksimal walaupun itu bukanlah bidangnya. Beliau menggaris bawahi, kalau kita rajin latihan dan semangat untuk itu walaupun bukan bidangnya pasti bisa juga berbuat maksimal bahkan berprestasi.

Sambutan Dirjen Bimas Hindu

Sambutan Dirjen Bimas Hindu

Beliau juga memberikan apresiasi kepada STAH Dharma Nusantara yang telah mengambil inisiatif untuk melakukan kerja sama antar perguruan tinggi Hindu di Indonesia dengan memanfaatkan momentum wisuda ini untuk mengadakan penanda tanganan MoU antara perguruan tinggi Hindu dengan STAH DN Jakarta untuk dapat dijadikan dasar dalam merealisasikan kerja sama baik dibidang Pendidikan dan Pembelajaran, Penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Diakhir sambutannya Dirjen mengucapkan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati semoga dengan meraik gelar Sarjana Pendidikan Agama Hindu (S.Pd.H) ini dapat berkecimpung dalam dunia pendidikan, serta dapat mengabdikan diri dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

Setelah dipanjatkan mantram doa penutup oleh Halfian salah seorang mahasiswa STAH asal Sunda, prosesi penutupan Sidang Terbuka Senat dan Guru Besar STAH Dharma Nusantara Jakarta ditutup kembali oleh Ketua Senat dengan Mengetuk Palu sidang sebanyak 3 kali, iring-iringan bendera, bedel dan Para Senat dan Guru Besar meninggalkan Podium

Acara diakhir dengan ramah-tamah tamu undangan para wisudawan, foto bersama dan makan siang bersama. Suasana menjadi bertambah ceria dengan alunan lagu-lagu bernada ceria mengiringi suasana makan siang bersama. Berangsur-angsur suasana kegembiraan terbawa ke rumah masing-masing tepat pukul 13.00 Wib sesuai waktu yang disediakan oleh pengelola gedung, dan ……susana bahagia, gembira, haru semoga bukan merupakan hal yang akhir tapi sebagai batu pijakan melanjutkan kehidupan yang lebih baik dalam menatap masa depan

DIES NATALIS XVII DAN WISUDA IX STAH DHARMA NUSANTARA JAKARTA

September 26, 2011 By: admin Category: Pengumuman

card

Outbound STAH DN Jakarta, di Pulau Situ Gintung Tangerang Banten

September 08, 2011 By: admin Category: Berita/News

Oleh : atnailu

Outbound STAH DN Jakarta, 4 Oktober 2011, Pulau Situ Gintung Tangerang Banten

Outbound STAH DN Jakarta, 4 Oktober 2011, Pulau Situ Gintung Tangerang Banten

Bertempat di Pulau Situ Gintung Tangerang Banten pada tanggal 4 September 2011, civitas akademika STAH DN Jakarta, outbound sebagai rangkaian acara ospek mahasiswa baru T.A. 2011/2012 yang dilakukan sehari sebelumnya dengan agenda kegiatan pengenalan kampus dan pembekalan. Kegiatan outbound diikuti seluruh civitas akademika STAH DN Jakarta dan Mahasiswa Baru. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah menumbuhkan semangat kerja sama antara komponen dalam organisasi yang tergabung dalam civitas agar  solid dan didasarkan pada saling pengertian, kerja sama, koordinasi, menghargai perbedaan, sikap mengutamakan tugas daripada kepentingan pribadi. Dan meyakini bahwa keberhasilan merupakan buah dari kerjasama dan kebersamaan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Prof. Dr. Ir. I Made Kartika D., Dipl.-Ing, yang ditandai dengan penembakan balon. Dalam pengarahannya beliau menekankan agar seluruh peserta mampu mengambil manfaat dari kegiatan ini, dapat menghilangkan rasa ego, bisalah merasa bahwa diri ini memiliki kekurangan maupun kelebihan dan buanglah perasaan merasa bisa. Kegiatan ini ditutup oleh Pembantu Ketua III STAH DN Jakarta bidang Kemahasiswaan dr. I Ketut Lilamurti, S.Ag., Sp.A. Menurut Puket III bahwa acara ini sangat bermanfaat dalam rangka menumbuhkan kebersamaan, dan juga menjaga kesehatan karena di dalamnya disamping ada gerakan-gerakan yang mampu di ikuti oleh semua peserta juga menimbulkan rasa senang dan senam jasmani dan rohani. Kata akhir disampaikan ucapan terima kasih kepada team Trustco yang bertindak sebagai trainer dalam acara ini serta mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan selama kegiatan. Secara resmi kegiatan ditutup pada pukul 4.30 WIB dengan berfose bersama.

Dies Natalis XVII & Wisuda IX STAH DN Jakarta T.A. 2011

September 08, 2011 By: admin Category: Pengumuman

logo-stah

Dies Natalis XVII & Wisuda IX STAH DN Jakarta T.A. 2011

akan diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 2011

Bertempat di Auditorium Binakarna, Hotel Bumikarsa, Bidakara

Jl. Gatot Subroto, Kav.71 - 73 Pancoran Jakarta Selatan

Mata Kuliah Pilihan: Strategi Alternatif Membangun Mutu dan Karakter Mahasiswa

August 31, 2011 By: admin Category: Artikel Pendidikan

Oleh: I Gusti Made Arya Suta Wirawan, S.Hum*

arya-copyKebijakan desentralisasi yang diterapkan dalam kerangka menciptakan good governance mensyaratkan adanya partisipasi seluruh stakeholders dalam proses pembangunan daerah yang meliputi pembangunan politik, ekonomi, sosial, budaya dan juga agama. Salah satu lembaga yang bisa menjadi garda depan dalam pembangunan ini adalah perguruan tinggi. Peran perguruan tinggi menjadi sangat penting karena lewat lembaga inilah pembangunan bisa dijalankan dalam bentuk yang partisipatif. Melalui pembangunan yang partisipatif, diharapkan perencanaan pembangunan dapat mengakomodasi sebanyak mungkin aspirasi masyarakat, sehingga hasil perencanaan tersebut dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terlibat pada saat pelaksanaan suatu program, tetapi sejak tahap awal perumusan dan perencanaan program-program tersebut.

Read the rest of this entry →

KEKUATAN PIKIRAN BAWAH SADAR (KAJIAN KRITIS FILSAFAT NYAYA)

August 25, 2011 By: admin Category: Artikel Keagamaan

Oleh : Made Wirawan, S.Ag., M.Fil.H*

Pendahuluan

Ilmu Filsafat adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana caranya mengungkapkan nilai-nilai kebenaran hakiki yang dijadikan landasan untuk hidup yang dicita-citakan. Demikian halnya ilmu filsafat yang ada di dalam ajaran Hindu yang juga disebut dengan Darsana, semuanya berusaha untuk mengungkapkan tentang nilai-nilai kebenaran dengan bersumber pada kitab suci Veda.

Tidak terkecuali dengan filsafat Nyaya yang berarti argumentasi dan mengindikasikan bahwa sistem ini secara dominan bersifat intelektual, analitik, logis, dan epistemologis. Sistem ini dikembangkan dengan menekankan pada aspek logika dan nalar dengan pendekatan ilmiah dan realisme. Oleh karena itu sistem ini juga disebut Nyaya-vidya atau Tarka sastra, ilmu logika dan nalar; Pramana–sastra, ilmu logika dan epistemologi; Hetu–vidya atau ilmu penyebab; Vada–vidya atau ilmu debat; Anviksiki, ilmu studi kritis. Sistem ini menganalisis hakekkat dan sumber pengetahuan dan validitas dan non validitasnya. Dengan menggunakan nalar yang sistematik, sistem ini mengembangkan dan menggunakan metoda konkrit untuk membedakan pengetahuan valid (prama) dari pengetahuan non valid. Sistem Nyaya merupakan sistem pertama yang meletakkan fondasi yang kuat ilmu logika India1.

Dengan penjelasan tersebut diatas dapatlah diketahui bahwa filsafat Nyaya menggunakan intelektual atau pikiran logis didalam mengungkapkan nilai-nilai kebenaran yang bersumber pada Veda. Oleh karena itu berkaitan dengan filsafat Nyaya penulis dalam hal ini berusaha untuk menampilkan sebuah pemikiran yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Read the rest of this entry →

Kegiatan Bhakti Sosial & Tirta Yatra BEM STAH DN JAKARTA

August 24, 2011 By: admin Category: Berita/News

Kegiatan Bhakti Sosial ke Gunung Kidul dan Tirtha Yatra ke Candi Sukuh dan Candi Cetho, dilaksanakan pada hari Kamis-Minggu tanggal 11-14 Agustus 2011

BHAKTI SOSIAL DAN TIRTAYATRA BEM STAH DN JAKARTA

BHAKTI SOSIAL DAN TIRTAYATRA BEM STAH DN JAKARTA

ILMU PENGETAHUAN UNTUK KESEJAHTERAAN HIDUP UMAT MANUSIA, MENURUT PERSPEKTIF HINDU

August 24, 2011 By: admin Category: Artikel Keagamaan

Oleh AA. Raka Mas*

Setelah bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan, seluruh rakyat menyadari, bahwa meraih ilmu pengetahuan yang setinggi – tingginya menjadi idaman yang hendak dicapai. Tidak peduli apakah rakyat itu tergolong petani, pekerja kasar, buruh, pegawai negeri, pegawai swasta. Militer dan sebagainya. Tidak ada halangan untuk maju dan menyekolahkan anak – anak, saudara – saudara sampai mencapai jenjang yang tertinggi.

raka

Semangat belajar kini sangat mengebu – gebu, hanya sayang dunia pendidikan masih banyak menghadapi rintangan agar rakyat Indonesia dapat maju dalam segala bidang ilmu pengetahuan.

Memiliki dan memperdalam ilmu pengetahuan sedalam – dalamnya adalah suatu hal yang sangat positif. Tuhan tidak menghendaki umatnya menjadi bodoh (avydia) dan karena kebodohannya lalu menjadi miskin. Tuhan telah mewujudkan dirinya sebagai Dewi Saraswati, dan Sakti dari Dewa Brahma. Dewi Saraswati digambarkan sebagai sesosok wanita cantik dengan atribut lainnya. Maksud dari lambang itu antara lain adalah agar umatnya senang dan cinta pada ilmu pengetahuan.

Dalam canakya Niti Sastra Bab IV. Sloka 5 disebutkan : Ilmu pengetahuan ibaratnya bagaikan kamadhenu, yaitu yang setiap saat dapat memenuhi segala keinginan. Pada saat orang berada di Negara lain, ilmu pengetahuan bagaikan seorang ibu yang selalu memelihata kita. Orang bijaksana mengatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah kekayaan yang rahasia, harta yang tak kelihatan. Dari sloka di atas, ada 4 macam yang dapat dicatat, bahwa ilmu pengetahuan adalah :

1. Setiap orang dapat memenuhi segala keinginannya

2. Sebagai seorang ibu yang selalu memelihara kita

3. Kekayaan yang rahasia

4. Harta yang tak kelihatan

Meninjau kesimpulan yang dimaksud oleh sloka di atas, ternyata ilmu pengetahuan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan seseorang insan. Dari sloka lain masih dapat kita sebutkan bahwa ilmu pengetahuan mempunyai makna yang berbeda yaitu dikatakan sebagai berikut : “Lahir di keluarga mulia, tampan, muda, sehat dan kuat, tidak berguna sama sekali kalau tidak berpengetahuan, bagaikan bunga kimsuka yang amat indah tetapi tidak ada bau harumnya”. (Canakya Niti Sastra, Bab IV. 21).

Jadi dari sloka ini, pemilikan pengetahuan dikaitkan dengan kegunaan sebagai seorang manusia. Itu berarti bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan yang cukup dianggap telah mampu menunjukkan dirinya sebagai seseorang yang bermanfaat.

Dari sloka lain “Canakya Niti Sastra” Bab X. 1 disebutkan sebagai berikut :

“dhana hina na hinas ca

dhanikah sa suniscayah

vydiratnena yo hinah

sa hinah sarvavastusu

Artinya :

Orang yang kurang dalam harta benda, bukanlah orang miskin

Sebaliknya orang kaya adalah dia yang memiliki ilmu pengetahuan

Dia yang kurang dalam ilmu pengetahuan, sesungguhnya dalam

segala keadaan ia disebut orang miskin

Jadi, jelas sekali bagaimana posisi pentingnya arti pemilikan terhadap ilmu pengetahuan itu. Dari Niti Sataka karya Bhartihari, seorang raja di kerajaan Ujayini yang sekarang dikenal dengan nama kota Ujain di India, karya ini diterjemahkan oleh Dr. Somvir, kita mendapat pandangan yang lebih luas lagi tentang pengetahuan itu, antara lain pada sloka 12 disebutkan sebagai berikut :

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad

hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam

kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam

yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Dr. Somvir memberikan penjelasan terhadap isi sloka tersebut sebagai berikut :

“pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun,

semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan

memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia”

Dalam sloka diatas penyair mengkritik para penguasa atau pemimpin yang menunjukkan kesombongan terhadap para ahli dalam sastra, agama dan mereka bukan hanya perlu dihormati di negaranya sendiri, akan tetapi di seluruh dunia. (Dr. Somvir, 2007 : 8).

Dari penjelasan di atas, ada 4 (empat) hal yang dapat dicatat :

1. Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri.

2. Semakin banyak diberikan (diajarkan) akan semakin berkembang.

3. Dengan memiliki pengetahuan akan menghadirkan kedamaian bagi

pemiliknya

4. Ada suatu pesan dan kritik oleh penulis Niti Sataka ini, adalah agar

orang yang berilmu dihormati baik di dalam dan di luar negeri. Para

penguasa hendaknya tidak sombong terhadap para ilmuwan tersebut.

Dari kedua sumber ini yakni Canakya Niti Sastra dan Niti Sataka, dapat dipetik inti sarinya, bahwa ilmu pengetahuan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pengetahuan dapat dipandang sebagai :

1. Kamadhenu ; yang dapat memenuhi segala keinginan setiap saat.

2. Seorang ibu yang selalu memelihara kita.

3. Kekayaan atau harta yang sangat rahasia.

4. Memiliki pengetahuan adalah memiliki kegunaan sebagai seorang

manusia.

5. Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak dapat dicuri.

6. Semakin banyak pengetahuan itu diajarkan pengetahuan itu makin

berkembang.

7. Pemilik pengetahuan mampu menghadirkan kedamaian dalam

dirinya

8. Para ilmuwan seyogyanya dihormati oleh para penguasa (pemimpin

bangsa) baik di dalam dan di luar negeri.

Alangkah penting dan strategisnya nilai pengetahuan dan ilmuwan itu. Karena itu siapapun tanpa kecuali wajib mempelajari ilmu pengetahuan itu seluas – luasnya dan sedalam – dalamnya. Ilmu pengetahuan sangat ajaib sifatnya, makin banyak dipelajari terasa makin sedikit yang diketahui, karena ilmu pengetahuan adalah tak terbatas. Tak ada seorang manusia pun yang mampu menyombongkan dirinya, bahwa ia telah menguasai keseluruhan ilmu pengetahuan itu, walaupun ia telah menjuruskan dirinya pada hal – hal yang bersifat spesialis. Ada ahli (ilmuwan) pertanian, peternakan, kedokteran, hukum, teknik, perbintangan, ekonomi, politik, budaya, agama dan masih ada ratusan bahkan ribuan spesialis lainnya. Ini suatu pertanda bahwa ilmu pengetahuan itu sangat tak terbatas. Karena itu, kesombongan terhadap suatu spesialisasi adalah kesombongan yang sia – sia belaka. Dengan kesombongan – kesombongan tersebut, menunjukkan adanya suatu kemabukan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Hal ini sangat dilarang dan dalam ajaran agama Hindu termuat dalam sapta timira yaitu kemabukan (kegelapan) terhadap 7 hal, yaitu : kegelapan (mabuk) karena kekayaan (dhana), surupa (ketampanan), kulina (keturunan), yowana (keremajaan), kasuran (kemenangan), sura (minuman keras) dan guna (kepandaian, tingginya ilmu pengetahuan yang dimiliki).

Jika seseorang mabuk (mengalami kegelapan) terhadap ilmu pengetahuan yang dimiliki, maka orang itu belum mengambil makna daripada pengetahuan yang telah ia miliki itu. Tingginya kepandaian yang diraih oleh seseorang itu seharusnya mampu menekan egonya, dan menjadi orang yang bijaksana. Ditinjau dari atribut/symbol dari Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan antara lain terhadap symbol angsa di kakinya. Makna symbol itu adalah agar seseorang yang telah memiliki pengetahuan itu agar mampu menekan egonya dan menjadi sosok manusia yang bijaksana analog dengan sifat angsa itu sendiri yang dapat membedakan makanannya walaupun berada di lumpur dan bercampur dengan kerikil dan lumpur.

Kemabukan, kesombongan seseorang akan pengetahuan dan kepandaiannya yang tinggi itu menandakan bahwa orang itu belum mampu membedakan antara pengetahuan keduniawian dan rohani. Pengetahuan matematika, akunting, ekonomi, sosial politik, budaya dan lain-lainnya adalah pengetahuan untuk kehidupan bahagia di dunia ini, sedangkan pengetahuan rohani adalah pengetahuan untuk mempersiapkan diri hidup bahagia di alam yang kekal dan abadi. Keangkuhan ketakaburan dan bentuk-bentuk lain setelah memiliki kepandaian, ilmu pengetahuan yang tinggi itu, adalah pertanda runtuhnya kemuliaan manusia, sebab manusia yang sadar, kepandaian yang dimiliki itu belum seberapa besar dibandingkan dengan pengetahuan yang tak terbatas itu. Pengetahuan itu sendiri adalah Sang Hyang Widhi Wasa. Sat Citta Ananda Brahman (Sesungguhnya) Tuhan Adalah KEBENARAN, PENGETAHUAN TAK TERBATAS (Mahanirwana Tantra : Gde Pudja, 1983, 15), semoga hal ini dapat direnungkan.

Secara singkat dapat disimpulkan, bahwa untuk menggapai ilmu pengetahuan yang setinggi-tingginya adalah syah-syah saja, bahkan itu wajib bagi siapa saja, karena ilmu pengetahuan itu bukan saja untuk mengasah kecerdasan otak belaka, tapi untuk menjamin kesejahteran hidup dan bahkan demi kesejahteraan umat manusia. Alangkah tingginya nilai pemilikan ilmu pengetahuan itu. Selamat merenungkan !

*) Penulis adalah Dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta

KENAPA SAYA CEPAT LUPA ?

August 19, 2011 By: admin Category: Konsultasi

Konsultasi ; diasuh oleh : dr. Ketut Lila Murti, S.Ag., Sp.A*

Pak, saya Nn. SM mahasiswi semester II Sebuah perguruan tinggi dijakarta, umur saya baru 26 tahun . setelah 5 tahun bekerja saya memutuskan kuliah sambil bekerja untuk menambah wawasan atau barangkali kelak bisa meningkatkan karier. Saya menjadi ragu apakah saya bisa atau tidak meneruskan kuliah saya. Karena hasil UAS saya kemaren banyak yang tidak lulus, padahal saya tidak sombong, hampir setiap hari saya belajar apalagi mau menjelang UAS saya belajar bisa sampai jam 24 WIB, tapi kenapa setiap yang saya baca dan pelajari besoknya kok sedikit sekali yang masih nyantol dalam ingtan saya alias banyak yang lupa. Saya ingin bertanya kenapa saya begitu gampang lupa…..???

Apakah mulai kuliah diusia 25 tahun sudah tidak pantas lagi Apakah semua orang mengalami seperti saya setelah hampir 5 tahun tidak pernah pegang buku, sehari – hari hanya bekerja dan bekerja saja …??? Maka otak mungkin sudah karatan sehingga cepat lupa

Read the rest of this entry →

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 66 PADA TANGGAL17 AGUSTUS 2011

August 17, 2011 By: admin Category: Pengumuman

HIDUPLAH INDONESIA RAYA
HIDUPLAH INDONESIA RAYA

INDONESIA TANAH AIRKU

TANAH TUMPAH DARAHKU

DISANALAH AKU BERDIRI

JADI PANDU IBU KU

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 66, 17 AGUSTUS 2011

OM, AWIGNAM ASTU